
“Kami terlalu fokus pada pencarian kami akan satu orang putra yang akan kami adopsi. Segala sesuatu di tempat itu sangatlah aneh. Namun kami tidak memperdulikan itu. Kami datang ke sana hanya untuk memeriksa keadaanmu, mencocokkan dengan data yang sudah dikirim kepada kami sebelumnya, kemudian membawa kamu pergi. Tapi pemandangan itu tidak bisa kami lupakan. Kami melihat banyak sekali bayi, semua rupa dan bentuk mereka sempurna. Banyak dari mereka berwajah mirip. Melihat bayi yang sempurna itu bukan masalah. Namun melihat keseragaman itu, kami merasa sedikit menyeramkan. Dari antara mereka semua, laki-laki hanya kamu. Itulah sebabnya mereka menjual kamu, mereka tidak menginginkan bayi laki-laki. Sisanya, yang semuanya adalah bayi perempuan, akan dirawat oleh orangtua pemilik bayi tersebut…” Mama berhenti. Raut wajahnya kuatir. Sesekali melirik papa, mungkin memastikan jika semua kata yang diucapkan sudah sesuai atau tidak. Papa memberikan tatapan datar. Artinya membiarkan mama untuk meneruskan kisah itu. Entah kenapa aku merasa sangat dingin. Pikiran-pikiran liar berseliweran di benakku. Ingatanku melayang pada kisah hidup Jade.
“Ketika kami melihat Jade, kami tertegun dengan kesempurnaan parasnya Earnest. Kami langsung tau bahwa dia bukan orang Korea. Dia pasti datang dari suatu tempat di Eropa. Wajahnya mengingatkan mama pada wajah bayi-bayi yang ada di bangsal itu, bersama dengan kamu. Sejauh ini, apakah kau mengerti apa maksud mama?” Mama menatapku penuh selidik.
Apa yang harus ku mengerti? Ku balas tatapan mama dengan penuh ragu.
“Kau menginginkan pernikahan ini dirahasiakan, pasti ada alasannya. Ada sesuatu yang kalian sembunyikan yang tidak seharusnya terekspos ke publik. Wajar saja kami curiga. Papanya adalah konglomerat. Mereka lebih dari mampu untuk mengadakan pernikahan megah dan meriah. Tapi kenapa harus diam-diam? Kami mencoba mengaitkan semua ingatan itu dan merumuskan sebuah kecurigaan. Terbukalah pada kami. Ceritakan secara lengkap siapa dia…” Itu lah maksud mama jika aku mengerti atau tidak. Kemungkinan bahwa Jade dan aku punya hubungan yang aneh di masa lalu… Hubungan aneh? Ya anehlah. Jika ternyata kami satu bapak, yang dilahirkan sebagai produk, dan aku dibuang. Bukankah artinya aku dan Jade itu saudara? Kepala dan hatiku semakin panas.
“Kau ingat kau dilahirkan di mana? Waktu kecil kau pernah bertanya pada mama. Kenapa mama melahirkanmu di tempat yang sangat jauh… Ingat?” Iya, aku ingat. Di kota Paris, Perancis. Berbagai tanya jawab berkelebat di benakku. Tapi tunggu dulu. Usia Jade dan aku terpaut belasan tahun. Bisa jadi kami adalah produk dari bisnis nista itu. Tapi harusnya beda bapak kan? Dengan cepat aku menyimpulkan begitu. Tapi bagaimana jika ternyata bapak kami sama? Dia sudah berkecimpung di dunia itu sejak dia muda? Argh!
__ADS_1
“Earnest…” Papa angkat bicara.
“Kau belum jawab pertanyaan mama. Jelaskan seluk beluk Jade. Jangan rahasiakan sedikit pun dari kami.” Papa menegaskan ulang. Seluk beluk Jade? Mereka sudah menjawab sendiri pertanyaan itu. Apa lagi yang harus ku jelaskan? Sementara, hatiku sangatlah kalut. Fakta apa lagi ini? Kenapa hidup bisa selucu ini? Setelah akhirnya jatuh cinta dengan wanita idamanku, dan ingin memilikinya, kenapa harus diperhadapkan dengan kenyataan tidak beradab seperti ini?
“Earnest…” Mama menyadarkanku dari lamunan.
Ku tatap mama dan papa bergantian. Di tengah kecamuk emosi dan perasaan yang tidak menentu, bukankah seharusnya aku berterima kasih dulu pada mereka? Karena telah mengambil aku dari neraka itu dan memeliharaku seperti anak mereka sendiri. Tidak bisa ku bayangkan andai aku dijual ke tangan orang tua yang salah. Pasti nasibku akan berbeda. Atau, bagaimana jika aku tetap tinggal di sana, mereka memeliharaku di sana sampai cukup untuk diperjual belikan setiap anggota tubuhku yang berfungsi? Tidak terasa air mataku menetes. Ku peluk mama dan aku diam dalam pelukannya beberapa saat sampai emosiku tertumpah dengan cukup. Kemudian ku peluk papa. Mereka membalas pelukanku dan menatapku dengan iba.
“Tidak perlu berterima kasih. Kau adalah anak kami. Sejak pertama kali bertemu denganmu, aku sudah menjadikanmu darah dagingku, lahir dari rahimku. Dan tidak diperlukan kata terima kasih karena telah membesarkanmu dengan baik. Karena sudah seharusnya begitu. Dan seterusnya pun, kau adalah anak kami, darah dan daging kami. Mama berharap kau paham itu Earnest. Dan kami ingin, kau tetap berpikir bahwa kami adalah orangtua kandungmu. Oke?”
__ADS_1
“Oke ma…” Aku kembali duduk di posisiku semula.
“Sekarang ceritakan tentang dia. Dari mana dia berasal dan apakah dugaan papa dan mama benar?” Lanjut mama.
“Benar ma. Dugaan papa dan mama benar. Tapi kita masih perlu memeriksa kebenaran dan valid tidaknya informasi ini. Siapatau tempat yang papa mama maksud berbeda dengan Jade. Kenapa tidak kita coba tes DNA pa, ma? Itu adalah cara paling cepat dan mudah untuk membuktikan…”
“Tidak bisa. DNA mu tidak akan pernah diserahkan ke mana pun. Itu tertulis di surat perjanjian. Dan jika kami melanggar, kami akan menerima konsekuensi. Dan itu menguntungkan kami. Keluarga kita. Tidak pernah diperlukan bukti apa pun untuk membutkitkan bahwa kau adalah anak kami. Jadi buang ide itu jauh-jauh Earnest.” Pungkas mama. Jika begitu, segala sesuatu menjadi rumit. Mau tidak mau, aku harus berjuang sampai menemukan pria itu. Dia mungkin tau jawabannya. Namun berpikir bahwa dia adalah papa kandungku membuatku bergidik geli dan jijik.
“Jade berasal dari Paris. Dia beserta banyak anak perempuan yang mirip dengannya dikurung dalam sebuah istana besar dan menjalankan hidup bak ritual dari hari ke hari. Benar, mereka semua adalah perempuan. Informasi yang saya dapatkan dari mama Kim, mereka memang hanya menginginkan anak perempuan. Jika mendapatkan anak laki-laki, mereka akan segera menyingkirkan anak itu dengan cara dijual. Saat dia berusia 7 tahun, mama Kim menyelamatkan dia dari istana itu. Dan senantiasa menjaga agar keberadaannya tidak dapat dideteksi oleh pria itu, orang yang berkuasa di istana itu. Itu sebabnya pa, ma, hubungan kami harus dirahasiakan dari publik…” Papa dan mama saling memandang penuh arti. Entah apa yang mereka pikirkan.
__ADS_1
“Aku sudah mencoba mencari pria itu. Aku bahkan sampai ke Paris dan melacak tempat itu. Tapi sudah tidak berpenghuni. Karena sindikat mereka sudah tercium oleh pihak yang berwajib, mereka menutup praktik itu dan para penghuni istana itu terpencar entah ke mana. Sampai sekarang, aku masih mencari keberadaannya. Aku ingin dia di hukum berat. Tidak adil rasanya jika dia masih bisa berkeliaran dengan bebas di luar sana tanpa rasa bersalah…”