Putri Kegelapan

Putri Kegelapan
Beruntun


__ADS_3

Aku mengingat banyak hal aneh selama 10 bulan saat menyusui Valene. Setelah melahirkan, aku dipindahkan ke tempat lain, persis setelah menerima hadiah uang dan setuju untuk meninggalkan dan melupakan anakku setelah waktu menyusui usai.


Aku ditempatkan di sebuah rumah baru, sepertinya masih dalam satu kompleks. Karena aku tidak mengingat bahwa kami keluar dari pintu yang sama seperti setahun lalu dan tidak menempuh perjalanan yang panjang. Satu yang pasti, setelah berada di sana, aku tidak pernah lagi bertemu dengan pria itu.


Aku akan mulai dengan hal aneh pertama. Aku bertemu dengan banyak wanita lain, melakukan hal yang sama denganku. Merawat dan menyusui bayi perempuan yang sehat dan cantik. Kami tidak diizinkan untuk berinteraksi satu sama lain. Peraturan itu tercantum di surat kontrak, bahwa aku hanya boleh berinteraksi dengan nanny dan pelayan di area rumah dimana aku ditempatkan.


Tau apa yang paling menakutkan? Di pagi hari, saat jadwal untuk berjemur bayi di sebuah bagian terbuka, di balkon rumah, ada  sangat banyak wanita melakukan hal yang sama. Sejauh mata memandang, kami adalah perempuan yang sedang menggendong bayi. Aku seperti sedang melihat diriku di cermin yang berlapis-lapis. Karena bayi yang kami pegang, bukan hanya sehat dan cantik, namun kelihatan sama. Menambah seramnya suasana itu, tidak satu pun dari kami tampak peduli dengan apa yang kami lihat. Aku berharap setidaknya kami menunjukkan wajah penasaran dan saling menatap. Setidaknya begitu. Tapi tidak. Sepertinya aku adalah satu-satunya manusia yang terlihat penasaran di sana. Akibatnya, aku ditegur berkali-kali karena telah melanggar aturan. Betul. Kami tidak boleh tampak ingin tau tentang apa pun yang terjadi di sana.


Akhirnya aku hanya sibuk berspekulasi dalam pikiranku saja. Apa semua ini? Sesekali, ketika aku sudah tidak tahan dengan banyak sekali pertanyaan dalam benakku, maka seorang pengacara akan datang untuk menjawab detik itu juga. Tidak repot-repot menjelaskan. Dia hanya menunjukkan kembali dokumen kontrak yang sudah ditanda tangani dan menyarankan dengan tegas untuk bersikap sesuai dengan yang diminta.

__ADS_1


Lama-lama aku sadar. Bahwa aku sedang dipaksa untuk berpijak pada kenyataan. Impianku untuk mengulur waktu agar bisa memiliki bayiku hanya hayalan belaka. Begitulah peran ibu pengganti berjalan. Mereka hanya menginginkan rahimku. Begitu bayinya ku serahkan, aku tidak punya hubungan apa pun lagi dengan mereka. Aku dipaksa memutus tali darah dan batinku dengan bayiku.


Setelah tahap menyusui selesai, aku diberi arahan dan panduan untuk meninggalkan tempat itu dengan selamat. Tidak lupa, aku menerima peringatan untuk tetap tutup mulut tidak peduli apa pun yang terjadi, jika tidak keselamatan keluargaku menjadi taruhannya. Bagaimana pun juga, aku ingin keluargaku aman. Aku justru memilih berada di sana untuk mereka.


Kemudian, aku menandatangani dokumen terakhir. Untuk berjanji bahwa aku tidak akan pernah berada ditemukan di sekitar area itu. Jika mereka menemukan kelak, taruhannya sama, nyawa kami sekeluarga. Sebuah keputusan yang berat. Aku tidak bisa memungkiri naluri ibu yang sudah tertanam di batinku. Dan aku harus memilih antara bayiku atau kedua orang tuaku. Tapi satu-satunya pilihan adalah pergi dari sana. Aku meninggalkan bayiku di sana.


Dan apa yang terjadi ketika aku pulang ke rumah?


Apa yang terjadi setelah waktu yang sebentar itu? Kami kembali ke nol. Bahkan minus. Karena aku kehilangan mama yang dulu sehat dan bugar yang setidaknya masih bisa bekerja untuk mendapatkan uang. Aku pun menggantikan posisi mama tempat kerjanya. Berusaha mengais euro dengan mengajar sebagai guru bahasa.

__ADS_1


Dunia yang tadinya sudah terasa seperti neraka, rasanya runtuh luluh lantak ketika aku mendengar kabar tentang Velene dari nanny yang tinggal bersamaku selama 10 bulan itu. Kami memiliki hubungan yang cukup baik. Kami bersikap baik kepada satu sama lain dan kami berdua sangat mencintai Valene. Setelah aku pergi, dia tetap tinggal di sana untuk menjaga Valene. Dia memang dipersiapkan untuk menjadi pengasuh bayi setelah aku pergi. Orang-orang seperti mereka dipersiapkan untuk membangun bonding dengan bayi-bayi itu, sehingga meskipun si ibu kandung pergi, bayi-bayi itu tetap berada dalam keadaan mental yang stabil.


Dari dia aku tau bahwa bayi-bayi itu diperlakukan tidak lebih dari hewan peliharaan untuk berbagai tujuan. Mereka --entah siapa dibalik kejadian mengerikan itu-- sengaja mengumpulkan perempuan-perempuan sehat untuk meminjam rahim mereka, mengambil bayinya yang kemudian dipelihara dan dirawat untuk mendapatkan uang. Bayi yang sehat namun tidak indah secara fisik, akan dijual organ tubuhnya. Bayi yang sehat dan memiliki paras cantik, akan dirawat dengan baik kemudian dijadikan prostitusi. Dan bayi terbaik dari semua yang ada, dikhususkan sampai waktunya tiba kemudian dijadikan selirnya. Gila kan?!


Hidupku sedang tidak baik-baik saja dengan masalah keluarga yang ku hadapi, mama tidak juga sembuh, hari-harinya adalah berbaring di rumah sakit ditemani oleh life monitor dan alat bantu pernafsan dan papa masih berkeliaran entah di mana tidak menolong kami sama sekali. Dan ketika aku mendengar kabar itu, aku terguncang, hampir gila.


Putri yang sudah ku lahirkan dan jaga dengan penuh kasih sayang meski hanya selama 10 bulan. Yang hanya bisa ku jaga namanya dalam hatiku, yang juga adalah putrinya, dari sudut pandang mana pun, aku tidak bisa terima bahwa pria itu tega melakukan hal bejat serupa itu. Aku sampai mengutuk diriku sendiri karena telah berperan serta dalam operasi mengerikan itu. Bagaimana bisa aku membiarkan diriku dipakai untuk mencapai tujuan hina itu? Dan tahu yang paling gila?


Valene terpilih menjadi kelompok yang terbaik. Dia sudah bergabung dengan sekelompok anak perempuan lainnya yang akan dijadikan selirnya jika tiba waktunya. Dan mereka akan menghasilkan anak perempuan lain yang banyak, yang sehat dan cantik! Tentunya untuk itu, mereka sudah tidak perlu bayar.

__ADS_1


Aku tidak rela anakku diperlakukan dengan cara begitu.


__ADS_2