Putri Kegelapan

Putri Kegelapan
Lucian Warren


__ADS_3

Rumah itu kelihatan seperti sebuah rumah mewah biasa. Orang bisa mengira-ngira bahwa yang empunya adalah seorang yang kaya. Mungkin profesinya adalah seorang dosen besar, atau pengacara, atau pemilik perusahaan start-up yang tentu saja punya penghasilan cukup banyak agar bisa membeli rumah semewah itu. Iya, dari luar, rumah itu tampak seperti sebuah rumah mewah biasa. Rumah yang dikelilingi oleh pagar tembok dengan pintu yang terbuat dari kayu berwarna coklat.


...


Setelah menelusuri jejak pria, raja dalam cerita-cerita Jade, melalui sebuah rangkaian proses yang tidak mudah, kami akhirnya menemukan lokasi itu. Rumah yang dimiliki oleh pria bernama Lucian Warren. Sambil mencari-cari, kami bolak balik konfirmasi dengan Denise, wajah-wajah para boss mafia --seperti yang dimaksudkan oleh Denise-- dengan mengirimkan foto lengkap dan data pribadi mereka. Sampai akhirnya dia mengenali salah satu foto yang kami kirim. Dia sangat yakin bahwa orang itu adalah pria yang sedang kami cari. Akhirnya, setelah puluhan tahun, dia tau nama pria yang pernah dia cintai dan menjadi papa dari putrinya, Lucian Warren.


Harus ku akui, pria itu sangat tampan, melihat dari foto-fotonya. Tentunya. Jika tidak, tidak mungkin dia terpilih untuk menjalankan praktik itu. Dengar-dengar, kualitas mereka di-scan secara keseluruhan. Tidak hanya kualitas fisik yang harus tampan dan sehat, tapi juga IQ yang tinggi, bahkan DNA mereka dinilai secara science. Pria seperti dia disebut kualitas unggulan.


Aku bisa menelusuri asal kecantikan Jade. Punya papa yang memiliki kualitas fisik yang sempurna dan mama yang cantik, hasilnya adalah Jade. Perempuan yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. Seandainya aku berpikir sedikit komersil, akan ku jadikan dia selebriti dan mendaftarkan dirinya menjadi wanita tercantik di dunia. Dalam waktu singkat, dia pasti bisa terkenal dan memenangkan predikat itu. Tapi syukurlah, otakku masih waras.

__ADS_1


Dengan bantuan Min Jun Kim, yang punya kenalan dari kalangan mafia di Korea, kami berhasil melacak beberapa organisasi serupa di kota Paris.


Dari data profil pribadi yang kami temukan, Lucian hanya seorang pria normal seperti pria pada umumnya. Dia sudah menginjak usia 60. Lulus dari sebuah universitas terbaik di dunia di Inggris jurusan filsafat, dia memperoleh gelar mulai dari sarjana, master sampai profesor di kampus itu. Sampai usia 50 tahun, dia berprofesi sebagai guru besar di universitas terbaik di kota Perancis. Mulia sekali bukan? Bisa-bisanya iblis semacam itu berbaur dengan sangat normal dengan orang banyak. Pantas saja dia bisa melihat-lihat mahasiswi-mahasiswi cantik di kampus dan membuat mereka menjadi sasaran. Begitu mereka lulus, tawaran menggiurkan itu langsung dia luncurkan. Dan dari data yang kami peroleh, pria semacam Lucian ini adalah alat. Bukan boss dari organisasi besar itu. Selain Lucian, ada banyak pria lain yang menjalankan praktik yang sama. Namun mereka memiliki profesi yang berbeda-beda.


Entah bagaimana caranya --jujur saja aku bingung--, kami bisa memperoleh informasi itu. Aku curiga, meskipun sudah hampir setahun meneliti kasus itu --waktu yang terbilang cukup lama--, harusnya tidak semudah itu, kami memperoleh semua informasi mengenai dia. Aku penasaran, papa Kim pasti telah menghabiskan sejumlah uang besar untuk itu. Dan dugaan lainnya adalah. Lucian Warren sudah tidak begitu berarti buat mereka. Mungkin saja sudah dibuang dari organisasi itu --apa karena sudah tua?--. Sehingga informasi pribadinya bisa dijual begitu saja. Aku pun penasaran.


...


Istana itu sunyi. Orang-orang yang membukakan pintu dan menyambut kami adalah para pengawal dengan seragam yang sama yang kami temui di kantor mafia ketika mengambil informasi itu. Artinya, istana itu sudah dikelola kembali oleh organisasi yang mempekerjakan Lucian. Lebih tepatnya dimiliki, tidak dikelola sama sekali. Taman-taman bunga kelihatan mirip semak belukar dan bunga-bunga masih menampakkan kecantikannya di antara himpitan tanaman rumput yang liar dan tingginya melebihi tanaman bunga. Pohon-pohon pinus dan jenis pohon lainnya yang ditempatkan di beberapa spot dibiarkan tumbuh dengan lebat seolah-olah mereka sedang tumbuh di area hutan, bukan di dalam istana. Bangunan-bangunan kecil yang berupa rumah, terhampar dengan teratur, sudah kelihatan usang. Harusnya di cat ulang agar kelihatan segar. Intinya, tanpa bertanya pun, aku tau bahwa orang yang kami cari sudah tidak ada di sana. Dugaanku di awal benar. Mungkin Lucian sudah mati. Atau sudah dibuang dan pergi jauh. Atau mungkin dipindahkan ke sebuah tempat yang lain untuk menempati istana yang baru. Tapi apa mungkin? Jika iya, sama saja mereka sedang menipu papa Kim dengan memberikan informasi yang salah. Aku tidak yakin.

__ADS_1


Ditemani oleh pengawal itu, kami berjalan-jalan di sekitar istana luas itu. Mencocokkan latar belakang cerita yang ditulis oleh Jade dengan aslinya. Aku melihat kolam renang yang dipenuhi dengan air susu yang dia maksud. Dan sebuah kolam yang lebih megah tidak jauh dari sana adalah milik raja. Kolamnya masih berisi air, namun keruh, mirip lumpur yang agak jernih. Kami memasuki sebuah hall yang mirip dome, langit-langitnya sangat tinggi dengan beragam chandelier mewah yang menghiasi, yang sudah agak usang dan jaring laba-laba ada di mana-mana. Sebuah meja makan yang terbuat dari kayu dengan ukuran besar dan luas, beserta kursi-kursi dengan bahan yang sama diukir sehingga memberikan kesan royal, terletak persis di tengah-tengah ruangan. Sisanya kosong melompong. Cerita-cerita itu kembali hidup dalam benakku. Membayangkan para putri itu makan di sana bersama pria yang mereka pikir adalah raja. Dan setelah itu mereka berenang di kolam susu. Aku seperti tour keliling istana nereka. Dan hasilnya, tidak ada manusia yang kami jumpai.


Sudah sekitar 3 tahun yang lalu, istana itu dikosongkan karena praktik jahat yang terjadi di dalamnya tercium oleh aparat. Sebelum digerebek, semua isinya dipindahkan ke tempat lain, namun dalam prosesnya banyak yang lepas dan melarikan diri. Termasuk Lucian. Mereka tidak tau keberadaannya di mana.


Organisasi yang menjadi otak dari operasi itu sedang terancam bahaya karena kelakuan mereka sudah tercium pihak DGSE --FBI-nya Perancis-- dan sedang gencar-gencarnya memburu mereka. Jadi tidak ada kesempatan bagi organisasi itu untuk melacak keberadaan semua oknum yang terpencar dan melarikan diri. Dan untuk sementara waktu, praktik serupa itu mereka hentikan.


Itu adalah informasi yang paling legit yang bisa kami korek dari pengawal yang menjaga di sana. Itu pun setelah negosiasi berjalan sesuai mau mereka, kami membayar sejumlah uang yang mereka minta agar mau buka mulut.


Di mana Lucian Warren? Dan jika ternyata praktik itu sudah tidak ada, untuk apa dicari? Tujuan dari pencarian itu adalah untuk menghentikannya berbuat lebih jauh --jujur aku ingin sekali melenyapkan dia dari muka bumi ini--. Adakah kemungkinan dia melakukan hal yang sama di tempat lain? Bisa jadi. Ku simpulkan, pencarianku tidak bisa berhenti sampai di sini.

__ADS_1


__ADS_2