Putri Kegelapan

Putri Kegelapan
Bisa Jadi


__ADS_3

“Drey, kita harus menyelidiki tentang Denise Kim. Cari informasi sedetil-detilnya tentang dia. Keluarga, orang tua, negara asal, tempat lahir, golongan darah...  Pokoknya segala sesuatu tentang dia. Jangan lewatkan satu pun. Dan oh, apakah dia sudah lama tinggal di Seoul? Jika tidak, sebelumnya dia tinggal di mana dan ngapain saja.  Pokoknya apa pun tentang Denise Kim. Jika memungkinkan, dapatkan semua foto, mulai foto masa kecilnya, remaja, dan... Oh… Tolong periksa di pencarian orang hilang, di kantor polisi, apakah DNA-nya terdaftar.”


"Siap boss. Sekedar informasi, saya pernah menemukannya sedang duduk sendirian di taman gereja itu. Di bangku tempat nona Jade biasanya duduk. Begitu dia melihat Jade datang, dia pergi dengan tergesa-gesa...”


"Kapan itu?"


“Sekitar 3 atau 4 minggu yang lalu. Sekitar waktu pernikahan Gaia Kim. Waktu itu saya berpikir mungkin dia lelah dan duduk di sana, setelah mengurus venue upacara pernikahan anaknya. ”


Masuk akal. Karena pemberkatan nikah Gaia diadakan di gereja itu.


Atau jangan-jangan ada hubungannya dengan Jade? Mungkin dia berandai-andai, apakah anaknya sendiri --yang dia sudah buang, andai benar itu Jade-- akan mengadakan persta pernikahan semegah itu juga? Karena dia asik sibuk mengurusi pernikahan putri sambungnya. Pasti sedikit ngenes membayangkan nasib putri yang sudah dibuangnya kan? Karena, kenapa dia harus pergi begitu Jade datang? Dengan tergesa-gesa pula?


Haruskah aku bertemu Gaia untuk sekedar mengorek informasi? Dan, pertanyaan lain muncul. Apakah Gaia, atau jangan-jangan Denise Kim yang mempekerjakan Jade ke perusahaan itu? Tapi sulit Earnest, kamu rela bertemu dengan wanita ****** itu? Minta maaf saja dia belum kepada Jade. Kenapa harus bersikap baik padanya demi informasi yang harusnya bisa ku cari sendiri? Ku batalkan niat bertemu Gaia. Aku belum bisa memaafkan dia. Dan mungkin tidak akan pernah bisa, kecuali dia memohon-mohon dan meminta ampun pada Jade.


...

__ADS_1


Hanya butuh satu hari, Drey berdiri di depanku untuk menyajikan sekumpulan informasi tentang Denise Kim yang sudah diperolehnya. Bisa ku bayangkan, selain menghubungi semua jaringan terkait yang bisa menyediakan informasi, dia pasti lembur untuk memformulasikan informasi acak itu menjadi sistematis.


Kami mempelajari file-file itu. Semua informasi tentang Denise Kim sangat standard. Tidak ada yang aneh. Setelah lama berkecimpung di dunia yang penuh tipu muslihat itu, aku tau, itu semua adalah karangan. Sebelum menikah dengan suaminya yang adalah orang terkenal, dia harus memperbaiki sejarah hidupnya dulu, membuat kisahnya se-normal mungkin. Layaknya manusia kebanyakan. Jadi tidak tercium bau-bau aneh.


Yang menarik perhatian adalah, foto-fotonya ketika masih berada di Prancis menunjukkan bahwa dia berasal dari keluarga sederhana, bahkan tergolong miskin. Dia bersekolah di sekolah umum dan berkuliah di universitas penyedia pendidikan bagi golongan keluarga tidak mampu. Tapi benar, dia keturunan Korea Prancis. Ayahnya orang Prancis, mamanya orang Korea. Dari foto-foto itu, terlihat jelas, mereka sangat kekurangan. Pakaiannya di setiap foto itu adalah pakaian sederhana seperti jeans dan kaos atau kemeja yang itu-itu saja.


Tapi ada perubahan besar ketika dia lulus dari universitas. Sedikit masuk akal, mungkin karena dia sudah mendapat pekerjaan. Tapi pekerjaan apa yang menyebabkan perubahan yang sangat besar bagi kondisi ekonomi keluarganya? Latar belakang setiap foto sangat berbeda. Jika itu adalah rumah tinggal mereka, maka itu sangat mencurigakan. Mereka tinggal di rumah mewah dengan furnitur yang serba mahal. Foto-foto keluarga yang diambil saat-saat acara perayaan seperti thanksgiving, ulang tahun dan natal, sangat berbeda. Tersedia berbagai macam makanan yang mewah dan lebih dari cukup di atas meja. Beberapa bahkan berlatar belakang tempat liburan dan hotel-hotel mewah. Itu terjadi sekitar, kurang lebih, 20 tahun yang lalu. Foto-foto lama yang khas, hasil dicuci cetak lengkap dengan tanggal, bulan dan tahun yang tercetak di tepi salinan setiap foto.


Tunggu dulu, kalau 20 tahun yang lalu, sekarang Jade 24. Ini tidak sinkron. Sementara tanggal yang tertera di foto itu adalah bukti paling legit. Tidak mungkin dibuat-buat. Aku pun mencoret kemungkinan itu. Mungkin karena aku terlalu fokus pada Denise Kim, aku lupa ada kemungkinan lain, bahwa mereka sama sekali tidak punya hubungan apa-apa. Aku menghela nafas berat. Sangat menjengkelkan kalau pencarian kembali ke nol lagi. Mencari kemungkinan-kemungkinan baru untuk diselidiki.


Aku kembali memeriksa file-file itu. Banyak pertanyaan yang bermunculan di benakku.


“Drey, katakan padaku, bagaimana kamu menyimpulkan semua informasi ini? Siapatau saya terlewat sesuatu yang penting. Bagaimana dengan pernikahan? Apakah papa Gaia adalah yang pertama?”


“Benar boss, ini adalah pernikahan pertamanya. Saya sudah belajar dari informasi yang ditemukan di departemen Imigrasi dua negara ini. Baik di Korea Selatan maupun di Perancis. Dan dalam foto-foto yang saya kumpulkan dari media sosial milik Denise Kim dan platform berita apa pun yang memuat tentang dia, internet maupun cetak, tidak ada catatan tentang pria yang dekat dengannya selain Min Jun Kim. Orang-orang dekatnya hanya seputar orang tuanya dan teman-temannya di sekolah dan universitas. Tidak ada teman dekat khusus, terutama laki-laki...”

__ADS_1


Berarti dia tidak menikah, dengan pria kaya, atau pria apa pun itu. Pertanyaan yang besar. Bagaimana caranya mereka jadi kaya? Atau sederhananya, bagaimana bisa keadaan hidup mereka berubah drastis? Apakah karena menang judi? Atau warisan?


"Informasi lainnya Drey? Saudara jauh misalnya? Atau kejadian-kejadian fantastis di dalam hidupnya seperti tiba-tiba masuk jadi jajaran orang terkaya, atau...?"


"Tidak ada informasi seperti itu boss..."


“Bagaimana dengan keluarganya di Perancis? Cara mereka mendapatkan uang untuk hidup?”


“Ibunya adalah seorang guru di sekolah imigran di Perancis, sebagai Guru Bahasa Prancis. Dan ayahnya seorang pengangguran..."


"Tapi kamu mengerti maksud saya kan Drey? Kenapa mereka bisa tiba-tiba kelihatan seperti orang berkecukupan, bisa dibilang, uang mereka cukup banyak untuk bisa hidup semewah itu..."


"Saya mengerti boss. Dan hal aneh lainnya adalah, foto itu, ketika mereka merayakan natal bersama dengan  hidangan mewah dan di tempat mewah, adalah foto terakhir mereka terlihat dalam formasi lengkap, sebagai keluarga. Ada ayahnya, ibunya dan Denise Kim waktu muda. Data lainnya adalah, ibunya sudah meninggal karena serangan jantung 14 tahun yang lalu. Persis setelahnya, dia datang ke Korea Selatan. Di rentang waktu dari perayaan natal keluarga itu sampai ibunya meninggal, tidak ditemukan informasi apa pun. Seolah-olah waktu selama kurang lebih setahun itu, lenyap dari kehidupan mereka. Mereka sepertinya hijrah ke Mars. Tidak ada foto atau record apa pun, di mana pun. Saya hanya simpulkan bahwa dia membantu ibunya sebagai guru di sekolah imigran. Dan untuk ayahnya, tidak ada informasi khusus. Tapi dari seorang informan, saya mendapatkan informasi, ayahnya  pernah memenangkan uang dari bermain judi, dalam jumlah yang fantastis. Keluarga ini cukup terkenal di kalangan para imigran dari Korea Selatan di Perancis, Denise Kim mereka juluki si cantik yang malang karena memiliki ayah yang pemabuk dan abusive. Mereka bahkan masih mengenalnya ketika dia menikah dengan Min Jun Kim. Tapi tidak ada rekam jejak untuk itu. Hanya desas desus khas gosip tetangga.”


Oh, ternyata menang judi. Masuk akal. Uang hasil judi memang seringkali tidak bertahan lama. Apalagi mereka tidak berniat untuk mengelola dengan baik. Sekejap mata, semua amblas dan pemenang judinya kembali melarat. Bahkan bisa lebih melarat dari sebelumnya.

__ADS_1


Bisa jadi.


__ADS_2