
Rasanya seperti disambar petir. Bulu kudukku merinding. Jika kau melihat Jade, wajahnya benar-benar inosen, lugu dan seringkali naif. Tidak akan kepikiran sama sekali bahwa dia bisa menyelam dalam sebuah cerita yang begitu mengerikan. Yang bikin lebih menakutkan adalah, semua cerita yang sudah ditulis, setelah ku telusuri satu per satu --sejauh ini ada 10 cerita-- memiliki warna cerita yang sama; sekumpulan anak perempuan yang cantik sedang dipersiapkan untuk dibantai dengan berbagai cara. Dan satu hal lagi, selalu ada raja dalam cerita. Terkadang, dia menamainya dewa, terkadang tuan.
Di beberapa cerita, proses pembantaian itu diceritakan dengan begitu gamblang, tidak pakai istilah atau perumpamaan sama sekali. Dan di beberapa cerita lainnya, dia berusaha menggambarkannya dengan menggunakan istilah-istilah yang berbeda namun tetap membuat pembaca berpikir ke arah sana. Semua cerita disajikan dalam bahasa yang indah. Tidak menyiratkan rasa takut atau jijik dari si penulisnya, atau istilah lain yang seharusnya dipilih untuk menggambarkan peristiwa tersebut. Seolah-olah segala sesuatu yang terjadi di dunia cerita itu adalah sesuatu yang wajar dan cara hidup yang seperti itu adalah kebahagiaan. Secara naluriah, karakter yang disajikannya adalah kontradiksi dari sifat manusia yang sebenarnya.
Aku tidak bisa tidur meski sudah memejamkan mata dan berusaha bernafas teratur dan tenang agar dia tidak terganggu tidur dalam dekapanku. Tapi otakku berpikir keras. Jade, apa yang terjadi? Sesekali ku tatap wajahnya. Yang sering ku lakukan ketika dia terlelap, menikmati wajah cantiknya yang teduh. Namun kali ini perasaanku berkecamuk. Kadang pertanyaan-pertanyaan bodoh muncul, mungkinkah dia seorang psikopat yang sedang bertopengkan wajah lugu? Ku tepis prasangka itu cepat-cepat. Tidak mungkin. Aku lebih baik cepat-cepat menyingkap rahasia 10 tahun hidupnya yang terhapus dari sejarah manapun. Bahkan dari ingatannya. Pasti ada sesuatu yang besar terjadi, sampai-sampai dia kehilangan ingatan.
Aku pun mengeksekusi tindakan yang menurutku paling masuk akal untuk saat itu, mengirimkan data DNA-nya ke departemen kepolisian untuk mencari orang hilang. Tapi tidak ada kabar sejauh ini. Artinya, tidak ada satu pun anggota keluarganya yang terdaftar di databse DNA di lembaga resmi negara itu. Menunggu adalah satu-satunya pilihan.
Jade? Dia bersikap yang kebalikan dari perkataannya. Dia sangat takut mengantisipasi jika kami akan menemukan hal yang buruk dari penemuan itu. Tetapi di sisi hatinya yang paling dalam dan paling kuat, dia menginginkan misteri itu terkuak secepat menugkin. Adakah yang lebih menyakitkan dari itu? Sangat ingin mendapatkan sesuatu yang paling kau cari namun ditekan oleh rasa takut yang mencekam karena mungkin itu adalah sesuatu yang buruk.
__ADS_1
Dia masih mengunjungi taman gereja itu, bahkan lebih sering lagi akhir-akhir ini. Suasana itu sangat memilukan hati, setiap kali dia pulang dengan hasil yang sama. Wajah inosennya tersenyum, bersikap seolah-olah bilang bahwa tidak ada masalah, bahwa dia baik-baik saja. Satu-satunya hal yang bisa ku lakukan adalah membiarkan dia menenggelamkan tubuhnya dalam pelukanku sampai dia terlelap lagi di ujung malam.
Drey menemaninya ke mana pun dia pergi. Kadang, aku mengikuti mereka dari belakang. Agar aku tidak kehilangan detail perjalanan mereka. Jadi, meskipun dia hanya diam dan tersenyum, aku tidak kehilangan jejak, sedang di mana sebenarnya Jade berada? Aku sering menangkap, bahwa dia sedang menyelam semakin dalam ke tempat gelap itu.
...
Sore itu, aku kembali mengikuti mereka dari belakang. Jumat siang. Aku sengaja pulang ke Seoul di pagi hari. Jade tau bahwa aku akan tiba malamnya. Mereka makan siang di sebuah restoran, aku meminta Drey menemaninya ke sana agar tidak melulu ada di rumah. Aku meminta Drey menyebutkan alasan, setelah makan siang, mereka bisa langsung berangkat ke gereja itu. Dia suka duduk di taman itu berjam-jam dan akan pulang jika dia berpikir bahwa aku akan tiba di rumah.
Di mana letak kerajaan itu? Tempat asalnya. Korea? Mustahil. Deskripsi tentang raja, dewa, atau siapa pun dia, dalam cerita itu, pasti bukan pria dari Asia. Amerika? Eropa? Kutub Utara? Astaga! Aku tiba-tiba sadar sudah berpikir terlalu jahu. Aku berang jika cerita itu benar-benar tentang dirinya dari ingatannya yang terhapus. Aku akan membunuh raja itu jika aku menemukannya. Bisa-bisanya dia bersikap biadab dengan mencuci otak anak kecil untuk menyalurkan hasrat psikopat dalam dirinya. Masuk akal jika aku harus melenyapkannya. Manusia seperti itu tidak layak hidup di muka bumi. Harusnya mendekam di dasar gunung api dengan kobaran api yang menggelegak tidak henti.
__ADS_1
Dan vitamin itu? Yang membuat mereka mendapatkan euforia, apakah itu sejenis obat-obatan? Agar mereka lupa dengan apa yang sudah mereka lakukan? Bisa jadi. Atau mungkin fungsinya adalah untuk menghapus ingatan mereka? Jika itu benar, raja bajingan itu benar-benar iblis penghuni neraka.
Nah, jangan-jangan, perasaan takut yang senantiasa menghantuinya adalah alarm. Pengingat bahwa sesuatu yang ingin dia ketahui bukanlah sesuatu yang indah.
Aku menghela nafas panjang. Benarkah yang ku lakukan ini? Haruskah aku mengikuti saja apa maunya? Melupakan semua itu dan melanjutkan hidup kami dengan bahagia? Biarkan saja kisah itu terkubur selamanya. Lagipula, apa untungnya mendapatkan kebenaran? Seolah-olah kami sedang berusaha mencari rahasia harta karun yang tersembunyi. Yang pasti akan menguntungkan jika berhasil ditemukan.
Toh, aku bisa hidup bersama Jade dengan cara seperti ini selamanya, tidak menikah, tidak punya anak, tidak masalah. Selama aku bisa hidup bersama dia selamanya. Tapi Earnest, itu bukan hal yang wajar, ayolah. Sebagian besar dari diriku, aku ingin punya keluarga. Seorang istri dan beberapa anak-anak dalam kediamanku. Sederhana kan? Sebuah keluarga. Tuhan, please, sebuah keluarga.
Lalu aku menyadari sesuatu. Setelah berkali-kali terjadi, aku menyadarinya dan menjadi curiga.
__ADS_1
Bukankah itu Denise Kim? Mama tiri Gaia Kim. Wanita cantik, keturunan Korea Prancis yang mengguncang semua platform berita di Korea Selatan 13 tahun yang lalu. Dia menjadi nyonya dari Min Jun Kim, generasi kedua dan pewaris Kim Corps, yang masuk dalam jajaran 5 orang terkaya di Korea Selatan. Kenapa sampai heboh? Sampai-sampai, kisahnya masih digosipkan oleh semua kalangan dan orang-orang masih mengingat dia seolah-olah dia sudah melakukan sebuah perbuatan mulia, bahkan setelah 13 tahun?
Dia adalah pihak ketiga dalam kehidupan rumah tangga pasangan suami istri Kim. Dia sempat diberi gelar sebagai pencuri suami orang. Setelah bercerai selama satu tahun dengan mama Gaia, Min Jun Kim menikahi Denise. Uniknya, orang-orang mulai mengagumi kecantikannya meskipun dia dibenci karena menjadi perusak rumah tangga orang lain. Efeknya tidak main-main, menyebabkan bisnis keluarga mereka mengalami turbulensi parah selama bertahun-tahun hingga akhirnya kembali ke posisi yang sebelumnya 5 tahun yang lalu.