Putri Kegelapan

Putri Kegelapan
Menunggu


__ADS_3

Jade masih hidup. Dia berbaring dalam keadaan koma selama 2 minggu setelah pulih dari kondisi hipotermia yang cukup parah. Setelah bangun, dia tidak bicara dan tatapannya kosong. Bahkan tidak ada kesan melalui ekspresinya jika dia mengenal kami atau tidak. Dari Denise aku tahu bahwa Jade kembali pada keadaannya seperti 14 tahun yang lalu, hanya diam dan menatap hampa. Namun ada yang berbeda, kadang-kadang dia menangis dan tertawa tanpa alasan. Kemudian diam, menunjukkan wajah yang datar tanpa ekspresi.


Dalam proses ini, kami hanya bisa menunggu. Banyak hal yang coba diluruskan oleh Denise. Hal pertama adalah, dia mengambil peran sebagai mama, yang sudah lama dilepaskannya. Dia mengambil alih hidup Jade atas izin suaminya. Jade menempati vila mewah, tempat aku dan Denise bertemu dan bicara tentang Jade pertama kali. Lebih tepatnya, Jade disembunyikan di sana. Keberadaannya di rumah itu hanya diketahui oleh Denise, suaminya dan aku. Juga dokter, psikiater dan perawat yang bergantian datang untuk memeriksa keadaannya. Saat itu aku tau, dia sudah menyiapkan rumah itu jika kelak ada kesempatan Jade akan kembali padanya. Dia adalah orang dia tunggu-tunggu untuk menempati rumah itu. Namun tidak di sangka-sangka, cara Jade kembali padanya persis seperti dulu dia membuang Jade. Dalam keadaan enggan hidup.


Para dokter mengatakan bahwa Jade sedang mengalami goncangan yang hebat. Keadaan seperti itu, pasti akan terjadi, cepat atau lambat. Akan lebih baik jika dia ditinggalkan saja di istana itu dan menjalankan hidupnya seperti yang telah dirancang untuknya, tanpa harus dikecoh oleh pemahaman yang baru yang sama sekali asing bagia dia. Jade tidak dapat menerima dirinya sendiri dalam konsep nilai dan norma yang baru. Fakta bahwa dia tinggal di dunia yang berbeda, dari dunia yang akhirnya bisa dia ingat itu, membuatnya bingung. Dan itu memberi tekanan  yang berat pada kondisi mentalnya. Jade membutuhkan waktu untuk memproses kedua informasi dan akhirnya berpijak pada realita yang ada serta menerima dirinya sendiri.

__ADS_1


Sekarang aku paham kenapa mudah bagi Jade untuk mengambil keputusan dalam hidupnya. Perilaku polos dan naifnya punya alasan. Meski kadanag keputusan itu memiliki pengaruh yang buruk terhadap dirinya. Karena bagi Jade, yang terpenting adalah, dia bisa menjalani hidup dengan tenang tanpa repot-repot. Dia berusaha menghindari diri dari benang kusut yang tercipta di tengah-tengah masyarakat, karena dia tidak mengerti polanya, dan tidak ingin memaksakan diri berada pada kompleksitas tinggi yang dia tidak suka. Ketika dia terlibat sebuah hubungan yang sebenarnya dia tidak suka dengan Gaia. Juga ketika dia bertemu dengan cara yang tidak seharusnya denganku.


Aku merasa sangat hancur. Pada saat-saat seperti ini, alangkah mudahnya hidup seandainya semua rumor tentang Earnest Lee itu benar. Seorang pria kurang ajar dan suka mabuk dan main perempuan. Dengan melakukan itu, mungkin akan sangat membantu untuk melupakan Jade. Tapi tidak begitu ceritanya. Bersama Jade, separuh jiwaku ikut mati. Hati nuraniku berkata, hal yang benar yang harus ku lakukan adalah, berada di sampingnya dan mendampinginya sampai kami sama-sama menemukan jati diri Jade yang sebenarnya. Sampai kapan? Tidak ada dari kami yang tau. Bahkan para dokter tidak bisa memberikan tanggal yang tepat, sampai kapan Jade akan berada dalam keadaan yang demikian. Ketika dia berumur 7 tahun, dia butuh 2 tahun untuk memproses semua keadaan di sekelilingnya. Sekarang? Entahlah. Kami hanya bisa menunggu.


Aku rutin berkunjung hanya untuk mendapatkan tatapan kosong darinya.

__ADS_1


Mobil masuk ke dalam pekarangan rumah. Mataku langsung tertuju ke sebuah kamar di lantai 2. Tirai vitrase yang tipis masih memungkinkan mata telanjang untuk melihat ada apa di dalam balik jendela kaca itu. Seperti biasa, bayang diri Jade yang sedang berdiri menatap keluar jendela ada di sana. Gadis cantik itu tidak berubah sama sekali, dia tetap wanita paling cantik yang ku temui tahun lalu. Aku berharap ketika aku masuk ke dalam kamar, dia masih berdiri di sana, bergerak di sekitar kamar dan menyambutku. Buru-buru aku turun dari mobil, masuk ke dalam rumah dan menapaki anak tangga yang tidak sedikit. Begitu ku buka pintu kamar, dia sudah berbaring dan memejamkan mata. Aku menghela nafas. Harapanku sama sekali tidak terkabul.


Aku mendekat ke arah ranjang dan membetulkan selimut menutup tubuhnya. Ku kecup kepalanya dan duduk di samping ranjang. Hanya sekedar bercerita tentang apa pun yang sudah terjadi selama seminggu itu padaku, atau sekedar membacakan buku.


Aku punya keyakinan, bahwa dia sedang memproses peristiwa di sekitarnya. Dari cerita yang dia tulis, dia benar-benar memperhatikan apa yang dilakukan Denise padanya, ketika berjuang untuk mereka di ruang bawah tanah 14 tahun yang lalu. Berdasarkan kisah itu, aku yakin, dia sedang memproses semua informasi yang ku bagikan. Aku tidak akan berhenti bicara atau membacakan buku sampai dia tertidur. Kemudian mencium meninggalkannya setelah memberi ciuman di dahinya, di pipinya dan terkadang di bibirnya. Sekedar mengingatkannya akan semua hal indah yang pernah kami bagi bersama. Agar dia tahu bahwa aku ada di sana, tidak pergi, sedang menunggu.

__ADS_1


Denise memiliki jadwal rutin untuk bicara padanya dan menyebut dirinya mama. Dia berkata maaf setiap hari karena telah meninggalkan bayinya sendirian di istana neraka itu. Agar Jade tau bahwa apa yang terjadi  saat itu sama sekali bukan salahnya. Orang jahat itu yang merancang semua kejahatan itu dan membuat Jade melakukannya tanpa tau apakah itu salah atau tidak. Kata-kata seperti 'Aku mencintaimu' diucapkannya dengan rutin, minimal sekali sehari. Denise membacakan buku untuknya, untuk membentuk pemahaman baru tentang bagaimana seharusnya kehidupan di dunia ini berjalan. Sama sekali bukan seperti kehidupan yang pernah dia alami waktu masa kecilnya.


Min Jun Kim adalah seorang pria yang hebat. Aku bisa melihat bagaimana akhirnya mereka berdua berjodoh. Sebagai suami dari Denise, dia mau menerima Jade sebagai putrinya dan bekerja sama untuk membentuk sebuah pemahaman baru tentang keluarga. Dia meluangkan waktu secara teratur untuk mengunjungi Jade dan memperkenalkan dirinya sebagai seorang papa. Dari sikapnya kelihatan betapa dia sangat mencintai Denise dan membantunya untuk menarik Jade keluar dari dunianya yang gelap, membantu Denise membangun struktur keluarga yang seharusnya di benak Jade. Dia menunjukkan bagaimana seharusnya seorang papa memperlakukan putrinya dan mengajarinya tata cara hidup di dunia yang sekarang dengan benar.


__ADS_2