Putri Kegelapan

Putri Kegelapan
Pergi Jauh


__ADS_3

Clara adalah malaikat yang dikirim oleh Tuhan untuk kami. Sejak mengambil Valene dari taman itu, dia merawatnya dengan baik dan mencurahkan cinta kasih sayang serta memperlakukan Valene seperti cucunya sendiri. Valene mendapatkan asupan kasih sayang untuk mengisi ruang kosong dalam jiwanya. Setidaknya begitu aku menyimpulkan. Clara tidak berhenti berbicara pada Valene secara normal meskipun tidak dipahami, terkadang bahkan tidak ditanggapi. Tentu saja Valene tidak menanggapi, dia sama sekali tidak mengerti bahasa Korea.


Kemudian dia diberi nama Jade.


Seiring berjalannya waktu, Jade menjadi lebih baik. Dia kelihatan lebih seperti manusia dibanding sebelumnya. Dia memperhatikan Clara bicara dengan seksama. Dia tersenyum dan tertawa bersama Clara. Dia bahkan mulai bisa merasakan kesal jika diisengi oleh Clara. Variasi emosi yang dimilikinya semakin beragam. Dia mulai beradaptasi dengan sebuah konsep hidup yang tercipta antara dia dan Clara. Hidup di rumah kecil itu, menjalani rutinitas sehari-hari, bahkan kadang membantu Clara ketika sedang bersih-bersih pekarangan. Dia bahkan mulai beradaptasi untuk bisa hidup dengan nyaman bersama dengan orang-orang di sekitar gereja.


Dan aku, alih-alih menjadi biarawati, aku membuat keputusan besar lainnya 13 tahun yang lalu. Aku memutuskan untuk menerima lamaran seorang pria konglomerat. Aku tau bahwa dia sudah punya keluarga. Namun kehidupan pernikahannya tidak bahagia, dia sering bercerita padaku sejak perempuan pertama di sebuah Acara charity. Dia adalah papanya Gaia. Untuk memberikan gambaran jelas tentang istri Tuan Kim, Gaia adalah copy mamanya. Bukan hanya bersifat jahat, namun juga sering selingkuh. Aku sudah memohon ampun kepada Tuhan karena telah membuat keputusan itu --yang membuat tuan Kim berani menceraikan istrinya karena itu adalah syarat yang ku ajukan--. Aku membutuhkan seseorang untuk bersandar dan menolongku untuk melakukan banyak hal dalam hidup. Tentunya dengan uang. Aku menikah dengan Tuan Kim untuk tujuan rasa aman dan uang. Aku membutuhkan kedua aspek itu untuk bisa bertahan dan membantu Jade memiliki hidup yang normal sebagaimana anak lain se-usia dia. Tidak hanya untuk hidup, Jade perlu sekolah dan kuliah. Dan untuk bisa melakukannya, kami perlu uang.


Setelah 2 tahun , Jade akhirnya bicara, mengikuti pola bahasa Clara. Diam-diam, aku bertemu dengan Clara dengan alasan ingin menyumbang, membantu semua kebutuhan Jade, terutama biaya untuk pendidikannya.


Jade kami arahkan untuk belajar mandiri, kemudian mengikuti ujian mendapat sertifikat setara SD agar dia bisa bersekolah dengan normal ketika usianya cukup masuk SMP. Aku membantu untuk membuat semua dokumen pribadi yang dibutuhkan Jade, mulai dari akta lahir sampai kartu keluarga bersama dengan Clara. Saat itu aku mengubah tahun kelahirannya menjadi 3 tahun lebih tua. Jika dihitung berdasarkan tahun lahirnya yang asli, Jade baru berusia 21 tahun saat ini. Aku ingin benar-benar menciptakan seorang Jade yang baru dengan sejarah hidup yang lengkap tanpa embel-embel Valene.

__ADS_1


Namun setelah meninggalnya Clara, aku kehilangan jejak. Dengan gerak cepat, dia pergi entah ke mana. Aku tetap berusaha mencarinya selama bertahun-tahun sampai suatu hari aku menemukan surat lamarannya untuk magang di Gaia Wear. Dari sana aku menemukan bagaiamana dia menjalani hidup selama bertahun-tahun sejak menghilang. Dia menggunakan sedikit uang yang ada di rekening Clara untuk menyewa kamar bawah tanah yang murah di area Busan. Dan berjuang untuk survive sendirian. Mulai saat itu, aku mengawasi keberadaannya, untuk menjaganya. Dan sangat terkejut ketika mendapatkan data DNA nya di kepolisian. Aku segera mencabut laporan itu karena sangat berbahaya bagi keselamatan Jade. Pria itu bisa saja masih berusaha melacak keberadaannya, dan aku tidak ingin dia kembali ke tempat itu. Pria itu mungkin tahu keberadaanku sekarang, tapi dia tidak boleh tahu tentang Jade. Aku sudah berusaha bersikap seolah-olah aku tidak tahu apa-apa.


...


"Earnest, tolong, biarkan Jade tidak tahu apa-apa. Sejauh ini, akting tante untuk bersikap seperti tidak tau apa-apa sudah cukup bagus. Jangan berpikir bahwa ini mudah bagi tante. Hanya melihat dia duduk di taman sendirian memeriksa wajah setiap wanita paruh baya sudah cukup mengiris-iris hati. Jika tante rindu, cukup hanya mengikuti ke mana dia pergi. Tapi dia? Dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi demi Jade, tante lakukan apa pun. Mari kita lanjutkan seperti itu saja. Sama sekali tidak terbayangkan apa yang bisa dilakukan oleh pria gila itu padanya jika sampai dia menemukan Jade. Memikirkannya saja tante tidak sanggup. Dan... semua kisah yang dia pernah alami, tolong, jangan pernah beri tahu dia. Mari pikirkan cara lain agar dia bisa menutup pintu menuju masa lalunya. Tante hanya berharap satu hal, dia bisa hidup bahagia. Dengan orang biasa, sudah cukup. Tante tidak pernah menyangka dia akan bertemu dengan seorang pria yang hebat sepertimu. Bagaimana jika berita jadian dan pernikahan kalian diberitakan di mana-mana dan akan sampai ke telinga pria itu? Semua asumsi negatif bermunculan menyerang benak tante. Bisakah kalian hidup dengan cara begitu saja? Tidak perlu ada yang tau, dan hiduplah dengan tenang, entah di mana pun. Earnest?" Aku memohon.


Sudut Pandang Earnest


"Bawa dia ke Singapura Earnest. Tinggalkan tempat ini. Sejauh mungkin dari tante. kita kubur cerita ini. Untuk Jade. Menikahlah dengannya, diam-diam. Beri dia nama belakangmu segera. Tante menyesal waktu itu tidak menyarankan Clara untuk menaruh sebuah nama belakang untuknya. Beri dia identitas yang tidak dapat diklaim oleh siapa pun lagi. Beri tahu tante jika kau butuh bantuan. Tante akan melakukan apa pun yang kau minta. Kau tidak menjawab ketika tante bertanya apakah kau mencintai Jade. Tetapi melihat kemarahan di matamu, cukup untuk memastikan bahwa iya, kau mencintai Jade. Bagi tante sekarang, siapa pun pria itu, selama Jade bisa saling mencintai dan melindungi, tante restu. Kau mendapat restu tante..."


Itu adalah akhir dari percakapan kami. Aku ingin mencapai rumah secepat mungkin dan ingin memeluk Jade. Ingin menyampaikan maaf beribu-ribu kali. Dan akan segera membawa dia pergi. Tidak bisa ditunda lagi.

__ADS_1


Kami pamit untuk segera pulang.


"Drey, pastikan keamanan di rumah ditingkatkan. Tetap dengan cara yang elegan, tidak usah grasak grusuk. Tambah pasukan. Jangan pernah meninggalkan tempat jika tidak ada perintah langsung dari saya."


"Siap boss."


"Dan segera periksa. Sudah sejauh mana pemeriksaan DNA itu berjalan? Saya perlu progressnya. Dapatkan saja semua dokumen laporan perkembangannya. Sebaiknya hapus record yang ada di sana. Termasuk catatan-catatan progress. Hapus segala sesuatu yang berhubungan dengan Jade. Secepatnya."


"Siap boss."


Aku mengutuk diriku karena telah membuat keputusan yang gegabah. Aku harus pastikan bahwa tidak satu hal pun yang terdeteksi oleh pria itu. Membayangkannya saja sudah membuat sekujur tubuhku merinding.

__ADS_1


__ADS_2