
"Apa yang sudah kamu lakukan sama Dirga tadi"
Dion berkata sambil menarik Nita di kamarnya.
"Lepaskan tanganku nanti kakakku tau, sepertinya tak ada gunanya lagi kita bicara"
"Aku tak akan melepaskan tanganku, sebelum kamu katakan apa yang telah kalian lakukan tadi"
"Sudahlah tak penting juga, apa artinya aku dihatimu aku juga tak berarti jadi tak perlu kamu tanya itu kepadaku pergi nanti istrimu tau. bukannya kamu tak mau terjadi apa-apa pada calon anakmu"
Dion langsung memeluk Nita dan meminta maaf padanya.
"Maafkan aku, kamu jangan berkata seperti itu. Kamu sangat berarti bagiku lebih dari kakakmu, tapi aku tak. mungkin menceraikan kakakmu karna dia lagi hamil sekarang aku janji jika dia sudah melahirkan, aku akan jujur padanya dan akan menceraikannya dan menjadikan kamu satu-satunya istriku"
"Aku sudah tak percaya kata-katamu lagi sekarang, semuanya hanya bohong semata"
Dion. melepaskan pelukannya pada Nita dan langsung mencium bibir manis Nita.
Siapa yang bisa menolak ciuman hangat itu, wanita mana yang tak akan luluh bila seorang lelaki merayu dan memberikan kehangatan.
"Jangan marah lagi ya, aku benar-benar sayang sama kamu"
"Kamu selalu begitu setelah salah, terus merayuku, kamu itu jahat sekali tadi, kamu tega menyerahkan aku kepada laki-laki lain, katanya kamu sayang aku tapi kamu tega sekali"
"Aku harus bagaimana tadi sayang aku bingung sekali, aku tak siap untuk jatuh terpuruk, aku juga tak mau miskin kalau aku sampai dipecat, ini semuakan untuk kamu"
"Tapi aku tetap marah sama kamu mas jengkel banget"
"Sudah jangan marah, besok mas kasih hadiah ke kamu yang pastinya kamu akan suka sekali"
"Emmmmmm rayuanmu itu!!!!! "
__ADS_1
"Tapi aku masih cemburu, apa yang kamu lakukan tadi dengan Dirga"
"Sebelum aku cerita, emang kakak dimana, apa dia tidak mencari mas nantinya"
"Aku suruh dia belanja tadi pasti lama, jadi kita dapat dengan bebas bicara, mas tadi khawatir sekali, kamu disakiti oleh Dirga"
"Tenang mas. dia tak sejahat itu"
"Terus apa yang kalian lakukan tadi"
"Dia hanya mengajakku bicara, di pinggir pantai dan dia jujur sama aku bahwa dia tulus sayang sama aku dan akan. menikahiku"
"Apa cuma itu saja tidak ada yang lebih, apakah dia menyentuhmu"
"Haaaaaa tawa Nita, kalau dia menyentuhku terus apa yang mas akan lakukan!!!!! tak ada kan, bukannya tadi mas dah menyerahkan aku"
"Sudahlah jangan bahas itu, jawab saja pertanyaan mas. apa dia menyentuhmu"
"Tidak kami hanya ngobrol saja"
"mas... mas Dion kamu dimana" teriak Dini.
"Tuh istrimu cariin kamu, sudah pergi sana aku capek sekali mau tidur"
"Jangan marah lagi ya, mas pergi dulu"
"Terserah pergi sana"
"Masih mau bareng ya sayang"
"Sudahlah pergi sana"
__ADS_1
Dion dengan diam-diam meninggalkan kamar tak Sengaja Dini melihat suaminya keluar dari kamar adiknya.
"Mas Dion apa yang kamu lakukan, kok kamu keluar dari kamar adikku" ucap Dini dengan wajah yang sangat bingung sekali.
Dion sangat gugup sekali dan Nita yang mendengar perkataan kakaknya bicara dalam hatinya. "Akhirnya kamu akan tau juga kak, aku sudah capek bohong terus"
Namun seperti biasa Dion sangat pintar sekali berbohong.
"Sudah jangan cemburu, bukannya kamu sudah janji tidak akan curiga"
"Bagaimana aku tidak curiga mas. kamu keluar dari kamar adikku"
"Emmmm itulah makanya jadi orang jangan selalu berfikir negatif dengan suaminya, aku ke kamar adikmu karena kran kamar mandinya mati, dia mau ke kamar mandi tidak bisa kasihan dia, coba tanya aja adikmu sendiri"
Nita keluar dari kamarnya.
"Ia kakak tadi aku cari kakak tidak ada makanya aku panggil mas Dion, maaf kalau aku dah buat kakak curiga tapi itu yang sebenarnya terjadi, aku juga capek kakak curiga terus, sepertinya besok aku akan cari kos saja kak"
Sekali lagi Dini ditipu oleh mereka berdua dan karna dia terlalu baik makanya dia percaya dengan perkataan mereka berdua.
"Kakak yang harusnya minta maaf sama kamu dik, soalnya kakak kaget liat mas Dion keluar dari kamarmu, sudah lupakan kecurigaan kakak ini, sekarang kamu istirahat dan jangan berfikir untuk kos, kamu bisa keluar dari rumah kakak ini jika kamu kelak menikah"
"Ia sudah aku juga lelah kan, jadi aku mau tidur"
nita masuk kedalam kamarnya. begitupun dengan Dion dan Dini
Di hati kecil Dini dia masih sedikit tak. percaya dengan perkataan suaminya.
Dion memeluk istrinya dan tidur bersama.
"Dengar Dini hatiku hanya untukmu tak ada wanita lain jadi buang rasa curiga itu"
__ADS_1
"Ia mas"
bersambung