
"Ku pandangi wajah Dion pagi ini, ku rasakan dirinya seutuhnya, aku berharap pagi ini tak pernah berakhir, mungkin cinta ini salah namun rasa ini tak pernah salah" ucap Nita saat. memandangi wajah Dion yang masih tertidur di ranjang.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Rasa ini salah tapi cinta ini tak salah.
"Sayang bangun sayang, ini sudah pagi"
"Emmmm masih ngantuk nih, aku capek tadi malam"
"Bangun nanti keburu kak Dini bangun"
"Ia aku bangun"
Dion bangun dan sebelum ia pergi dia mencium kening Nita.
"Sayang terimakasih ya untuk yang tadi malam, aku bahagia sekali"
"Ia semuanya untuk kamu"
Dion berjalan ke arah kamarnya dengan rasa yang tidak bersalah melainkan rasa bahagia karena akhirnya dia merasakan yang ingin ia rasakan dan tidak ia dapatkan bersama nita.
Dion langsung ke kamar dan pergi ke kamar mandi dan membersihkan bajunya. Setelah itu membangunkan istrinya dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Sayang bangun ini sudah siang, aku mau kerja nih"
Dini akhirnya membuka matanya dan kaget sekali.
"Mas ini jam berapa? "
"ini sudah jam 08.00 dan aku harus sudah berangkat kerja"
"Ya Tuhan maaf ya mas, aku kesiangan. Aku juga tidak tau mas setelah minum jus yang mas kasih kenapa rasanya aku ngantuk sekali mas, dan malah aku kesiangan dan belum masak buat mas"
__ADS_1
"Sudah tak apa-apa aku keburu telat jadi aku harus cepat berangkat"
Dini langsung bergegas bangun dari tempat tidurnya dan mendampingi suaminya berangkat kerja.
"Dik!!!! kenapa kamu tak siap-siap, apa kamu tidak kerja?"
"Aku sudah izin kak, karena aku kurang enak badan, rasanya badanku lemas sekali"
"Oh ya sudah, kakak punya tukang pijit yang enak sekali buat mijit badan, nanti kakak bisa hubungi dia biar badanmu lebih enakan"
"Ia kakak makasih, kakak apa sakit, tumben sekali bangunnya kesiangan dan belum buat sarapan"
"Ia kakak juga bingung kenapa kakak begini"
"Apa kita cari pengurus rumah tangga saja kak, kehamilan kakak juga sudah mulai besar, kasian kakak nanti kakak bisa kelelahan"
"Nanti kakak tanya mas Dion, menurut dia bagaimana, kakak tidak bisa mutusin sendiri, kamu tau sendiri kakak tidak kerja, mas Dion yang kerja"
"Ia kak, intinya yang terbaik untuk kakakku tercinta"
"Ia sayang, kakak telefon mbok ijah dulu biar kamu cepat sehat"
"Ia terimakasih kakakku"
Dini menelfon mbok ijah untuk memijat adiknya tanpa ia sadari bahwa adiknya sakit atau kelelahan karena telah memberi kenikmatan pada suaminya.
"Tok...... tok"
"Cekrekkkk....... cekrek"
Dini yang membukakan pintu.
"Masuk mbok biar aku panggikan adikku"
"Oh adiknya disini ya neng Dini"
"Ia mbok dia kerja di kantor bersama suamiku tapi sekarang dia sedang sakit"
Tak lama kemudian Nita pun muncul.
"Wah neng adiknya cantik sekali ya, mana putih dan bersih"
"Ia mbok"
Mbok ijah dan Nita lalu masuk ke dalam kamar saat Nita melepaskan pakaiannya mbok Ijah kaget kenapa bayak merah-merah di tubuh Nita, seperti bekas orang yang setelah memadu cinta.
__ADS_1
"Wah non Nita kok banyak bekas merahnya"
"Ini ya, itu biasa mbok aku habis makan telur jadi tubuhku merah-merah"
"Oh alergi ya non"
"Ia mbok"
Mbok ijah dengan sangat lugu percaya dengan apa yang dikatakan Nita.
Tak lama kemudian Dini masuk dengan membawakan minum untuk mbok Ijah setelah masuk kamar Dini kaget sekali kenapa banyak bekas tisu di kamar Nita.
"Aduh dek kenapa banyak bekas tisu, malu dong sayang sama mbok Ijah kamarnya berantakan begini"
Nita agak sedikit bingung. dia lupa membuang bekas tisumnya.
"Ah gak apa-apa non Dini, biasa anak gadis malas untuk bersih-bersih kamar" Saut mbok ijah dengan wajah tersenyum.
"Oh itu karena aku flu kak, makanya banyak sekali tisu, aku belum sempat aja membuangnya"
Dini mendekati adiknya, dan dia kembali kaget melihat tubuh adiknya.
"Kenapa banyak merah-merah gini seperti kamu habis gak benar"
"Ah kakak ini apa loh, ini karna aku banyak makan telur"
Dini tak melanjutkan kemarahannya karena ia tau disitu ada mbok Ijah.
Mbok ijahpun selesai memijatnya dan kembali pulang.
"Nita dengan siapa kamu melakukannya"
"Kakak tuh kenapa tak percaya denganku. ini karna salah makan"
"Kamu tak usah bohong, kakak juga pernah begitu tapi bukan salah makan tapi karna laki-laki, salah makan kok bisa seperti bekas gigitan, kakak tadi sudah tahan amarah karena ada mbok Ijah, tapi sekarang kamu harus jujur siapa laki-laki itu"
"Aku sudah besar kak, jadi biarkan aku melakukan seperti yang aku mau, lagian ini bukan zaman seperti kakak dulu, jadi sudahlah jangan ikut campur lagi"
"Adik kamu adalah tanggung jawab kakak disini, kalau orang tua kakak tak bisa menjaga. adik sendiri bagaimana, pasti orang tua kita akan sedih sekali, jawab dulu siapa yang telah melakukannya"
"Itu urusanku, aku gak akan mau menjawabnya"
"Apa itu Dirga, kemarinkan kalian pulang malam"
"Kalau ia kakak mau melakukan apa"
__ADS_1
Dini menangis mendengar jawaban Nita dan pergi ke kamarnya untuk menangis.
bersambung