Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 22


__ADS_3

"Hari ini adalah hari yang paling menyakitkan, ku lihat ibuku terbujur kaku, aku berharap ini adalah mimpi buruk yang akan berakhir, Namun ini adalah garis Tuhan yang harus aku jalani, tenang disana ya bu, aku akan selalu mencintaimu" Ucap Dini dalam hatinya saat melihat ibunya dimakamkan.


"Ibu maafkan aku, aku telah menyakiti dirimu, dan membuatmu meninggalkan kami selamanya namun bu, cinta dan rasa ini tak pernah salah bu, aku mencintaimu, mungkin aku bukanlah anak yang baik bagimu tapi dihatiku ibu adalah segalanya" ucap Nita dalam hatinya.


"Cinta pertama dan terakhir wahai engkau adalah. segalanya bagiku kenapa kau secepat ini pergi, aku tak bisa tanpamu istriku"


Nita dan Dini mendekati ayahnya saat memandang ibunya yang akan di masukkan ke liang lahat.


"Ayah kami ada disampingmu, ayah jangan bersedih. Meski kini ibu telah tiada namun yakinlah ibu akan selalu bersama kita, karna kita sangat menyayangi ibu"


Merekapun pergi meninggalkan ibu mereka di tempat peristirahatan yang. terakhir dengan hati yang sangat sedih.


Setibanya di rumah ayah menyuruh Dini dan Nita untuk berkumpul.


"Anak-anakku semua kini ayah sendirian dan sudah tua serta sakit-sakitan ayah. hanya minta sama kamu Nita urus ayah didesa saja, kamu tak usah kerja lagi dan tinggal di jakarta, semua harta ini buat kalian berdua, bagaimana Nita apa kamu setuju"


"Nita hanya memandang Dion karena dia tak mungkin meninggalkan Dion"


Tak lama HP Nita berbunyi diterimalah sebuah pesan singkat dari Dion.


"Sayang terima saja aku akan cari cara agar kita bersama"


"Aku tak mau sayang kalau harus berpisah denganmu"

__ADS_1


"Ayah karirku lagi bagus di jakarta jadi aku tak mungkin menemani ayah" ucap Nita


Terlihat kekecewaan dari wajah ayahnya, Nitapun tak tega melihat ayahnya bersedih dan mulai mencari cara agar dia tak jauh dari Dion.


Terlihat Dini yang begitu sedih sekali harus meninggalkan ayahnya.


"Ayah aku saja yang temani ayah ya" Ucap Dini.


"Kamu sudah menikah nak, dan harus bersama suamimu, apalagi kamu sekarang sudah menikah jadi kamu tak boleh jauh dari suami"


"Tapi ayah aku mau temani ayah"


"Syurgamu bersama suamimu nak bukan bersama ayah"


Dini bergegas mendekati ayahnya dan memeluknya.


Nita sangat bahagia atas perkataan Dion sedangkan ayah sepertinya setuju dengan saran Dion.


"Ia nak Dion kalau aku tak merepotkan kalian berdua ayah mau nak"


"Ayah tak akan pernah merepotkan kami, karena ayah bukan saja ayah mertuaku tapi sudah aku anggap ayah sendiri. bagaimana menurutmu Dini"


"Aku sebagai istrimu sangat setuju mas, terimakasih kamu sudah sayang sama aku dan ayahku mas"

__ADS_1


Dini karna bahagia suaminya menyayangi ayahnya langsung ia memeluk suaminya..


Malampun tiba mereka. mengakhiri pembicaraan dan pergi beristirahat dikamar.


"Sayangku Dini kamu ke kamar duluan ya, aku mau minum di dapur sebentar"


"Ia sayang aku tunggu kamu di kamar ya"


"Ia sayang"


Saat Dion sedang minum tiba-tiba terasa dekapan hangat dari belakang dan hangatnya sentuhan.


"Sayang terimakasih ya" ucap Nita sambil memeluk Dion.


"Terimakasih buat apa"


"Terimakasih kamu telah cari cara agar kita bersama itu tandanya kamu sayang sama aku dan tak mau jauh dari aku"


Dion langsung membalikkan badannya dan memandang wajah Nita, menatap wajah cantik nan mempesona yang ada di depannya. Serta memegang kepalanya.


"Sayang jangan kau ragukan cintaku ini ya sayang, aku adalah milikmu dan kamu adalah milikku selamanya"


"Ia sayang terimakasih buat semuanya"

__ADS_1


Tak sadar bibir lembut dan mempesona mulai dinikmati oleh Dion. Dunia mulai terasa milik mereka berdua, mereka tak sadar karna cinta yang salah itu sampai mereka menyakiti hati seorang ibu dan seorang istri.


bersambung


__ADS_2