
"Ayah!!!!! " teriak Dini menyambut ayahnya.
"Ia nak jangan lari begitu nanti jatuh loh, kehamilanmu sudah besar nak"
"Ia yah ini dah 7 bulan sebentar lagi cucu ayah keluar dan bisa main sama ayah"
"Ia ayah menunggu saat itu sayang"
"Ya sudah ayah istirahat ya pasti lelah"
ayah masuk ke dalam kamar yang sudah disiapkan dan mereka semua pergi untuk beristirahat.
Dini berdiri di balkon kamarnya, berdiri menghirup udara malam sambil melihat gemerlapnya bintang-bintang.
"Sayang ayo masuk ke dalam dan kita beristirahat" ucap Dion.
"Aku lagi mau disini mas, menenangkan hati"
"Apa kamu masih marah sayang? "
"Tak ada gunanya aku marah mas, semua sudah terjadi"
"Makanya ayo kita beristirahat"
Dini pergi bergegas untuk istirahat, saat tengah malam terdengar suara hentakan orang berjalan, Dini yang mendengarnya langsung terbangun dan kagetnya dia melihat suaminya sudah tak ada lagi disampingnya.
__ADS_1
"Mas. ..... mas!!! kamu dimana"
Namun masih saja tak ada sautan dari suaminya, Dini bergegas ke kamar mandi namun tetap saja tidak ada.
Dini bergegas melangkahkan kakinya keluar kamar untuk mencari suaminya, namun ia berhenti sejenak di kamar Nita karena ia seperti mendengar suara suaminya yang ada di dalam kamar tersebut.
Ia mengintip di sela-sela lubang kunci, namun dia tidak bisa melihat apapun di dalam kamar karna kamar itu sangat gelap, Nita mematikan lampu kamarnya sehingga Dini tak bisa melihat orang yang ada di dalam kamar.
"Ah...... ah, nikmat mas, terus...... terus mas"
Terdengar juga suara ranjang yang bergoyang seperti suara ayunan.
"Krekkkkkk...... kreekkkkk"
Rasa penasaran yang sangat dalam yang sedang Dini alami bersama siapakah adiknya di dalam kamar, namun Dini tak mau cepat-cepat masuk. kedalam kamar itu, dia tau kalau Dini memanggil adiknya sekarang pasti laki-laki itu akan kabur begitu saja.
"Cekreeeeekkk.... cekreekkkk" Dini membuka pintu.
Dion dan Nita yang sedang bermain kuda-kudaan betapa kagetnya mereka berdua karna ada yang membuka pintu, mereka sejenak berhenti bermain kuda-kudaan.
"Ceklek....... ceklek"
Suara lampu yang dihidupkan oleh Dini.
Betapa hancurnya hati Dini, serasa dunianya runtuh tak tersisa sedikpun, dia terjatuh di lantai kamar terdiam dan tak bisa berkata apa-apa melihat kedua orang yang ada di depannya, serasa hati tak ingin percaya namun ini adalah kenyataannya.
__ADS_1
Bulir-bulir air mata yang jatuh menandakan bahwa hatinya hancur, kepercayaannya hilang, cintanya runtuh dia hanya bisa diam tanpa sepatah katapun.
Nita dan Dion sangat kaget sekali ada Dini di depan mereka, Dion langsung memandang Dini yang sedang. hancur begitupun Nita melihat kakaknya hancur sisi baiknya juga merasa kasian sekali.
Dion turun dari badan Nita dan bergegas meraih pakaiannya begitupun Nita mengambil bajunya yang berserakan.
"Kakak.. .. kakak"
Namun Dini tak menjawab panggilan Nita
"Sayang maaf" ucap Dion.
"Kakak jangan diam begini dong maafkan aku ya kak"
"Ia sayang kami hanya khilaf saja"
Dini hanya meneteskan air matanya bertanda ia sangat kecewa sekali.
"Betapa kotornya kalian berdua, dimana hati nurani kalian, sejak kapan kalian bermain dibelakangku, apa kalian sudah tak punya malu, membohongiku di rumahku dan rumah yang aku anggap syurgaku ini, kamu Nita!!!! kamu adalah adik kandungku, tega sekali kamu hancurkan kepercayaan kakakmu ini aku ini kakak kandungmu kenapa kau tega khianati aku. Sedangkan kamu mas. kamu ini suamiku tega sekali kamu curangi aku dengan adikku sendiri. ya Tuhan apa yang kalian lakukan berdua ini, aku tak sanggup percaya semua ini!!!!!!"
"Prakkkk ....... prakkkk" tamparan Dini kesuaminya.
Dion hanya diam tanpa kata, tapi Dini.
"Kakak kenapa kakak marah begini aku sudah minta maaf tadi"
__ADS_1
"Apa!!!! teriak Dini hal begini kamu anggap hanya hal yang sepele!!! "
bersambung