
acara 3 bulananpun di mulai banyak saudara dan tetangga yang datang dalam acara tersebut namun ibu Ratih masih saja belum tenang melihat anak-anaknya.
"Ibu kenapa ibu agak risau, apa yang sudah terjadi bu? " tanya Dini
"Tidak apa-apa nak"
"Ibu tak usah bohong katakan padaku bu"
"Apakah rumah tanggamu baik-baik saja"
"Ia bu kami baik-baik saja, memang ada apa"
"Tidak apa-apa syukur kalau rumah tangga kalian baik-baik saja ibu juga senang mendengarnya"
"Ayo acara akan di mulai dimana suamimu"
"Masih siap-siap bu"
Di dalam kamar Dion yang lagi bersiap-siap di hampiri oleh Nita.
"Sayang kamu mau kemana" sambil Nita merangkul Dion dari belakang dan sesekali meniup-niup leher Dion.
"Jangan menggodaku begitu sayang nanti si otong nakal dan tidak bisa terkendali lagi, kamu bisa kewalahan lagi loh"
"Ya ayo mas sekarang gak apa-apa"
"Hadeh ngawur aja kamu ini, ini aku bentar lagi mulai acaranya, dan ini lagi rame juga apa ya bisa"
"Apa yang gak bisa pacarku yang ganteng" Sambil Nita menunjukkan paha nan mulus dan indah itu.
Dion yang tak kuat dengan godaan itu, mulai memainkan jemari tangan yang indahnya masuk ke dalam selempitan gua sambil meremas gunung kembar yang menjulang tinggi, Nita yang merasa nikmat sambil menggigit sendiri bibirnya.
"Ahh...... ahhh. Ayolah sayang otong sekalian"
"Duh sayang acara akan dimulai"
Tiba-tiba terdengar suara Dini yang memanggil dari kejauhan.
"Mas Dion dimana kamu!! " teriak Dini dengan keras.
__ADS_1
Seketika Dion melepaskan jari jemarinya dan terlihat sangat gugup.
"Sayang kok di lepas" ucap Nita.
"Apa kamu tak dengar kakakmu memanggilku"
"Biarkan saja, biar kakak tau sekalian aku sudah capek nutupi semua ini"
"Jangan begitu aku tak mau anakku kenapa-kenapa kamu gak boleh egois, cepat pergi bentar lagi Dini sampai"
Nita dengan wajah kesal meninggalkan kamar dan tak sengaja menabrak kakaknya.
"Loh kamu kok bisa dari kamarku" ucap Dini dengan wajah curiga..
"Aku tadi mencari kakak tapi tidak ketemu"
"Oh begitu"
Dion keluar dan mereka berdua melanjutkan acara 3 bulanan dengan wajah yang sangat bahagia.
Di pojok ruangan Nita membayangkan andaikan ia yang ada disamping Dion pasti dia akan jadi wanita yang sangat amat beruntung sekali.
"Tidak apa-apa, kenapa ibu peduli sama aku bukannya ibu lebih sayang sama kakak"
"Kamu jangan bilang begitu kamu dan kakakmu sama-sama anakku tak ada yang ibu beda-bedakan"
"Oh begitu tapi aku rasa berbeda"
Acarapun selesai dan mereka saatnya beristirahat.
"Ibu malam ini aku tidur bersama ibu ya, aku kangen sekali sama ibu, lagian besok aku sudah harus pulang ke. jakarta dan gak tau kapan lagi aku bisa pulang kesini"
"Izin dulu kesuamimu bagaimana boleh atau tidak"
"Mas aku tidur sama ibu ya malam ini"
"Ia boleh saja"
Dihati Dion sangat bahagia karena dia bisa bersama Nita.
__ADS_1
"Nak harusnya kamu temani suamimu dan tidak bersama ibu"
"Aku yakin ada apa-apa, dan aku lihat ibu bimbang sekali makanya sebelum aku pulang aku harus bicara sama ibu. sebenarnya ada apa bu"
"Sayang ibu tak tau ini benar ataupun salah namun, alangkah baiknya adikmu jangan satu rumah denganmu, kamu taukan tidak baik ada wanita lain meski itu adik kandungmu satu rumah denganmu nak, takut ada hal buruk terjadi, kita hanya bisa antisipasi saja sayang, ibu gak mau terjadi hal buruk pada rumah tangga kalian"
"Emmm ibu aku kira ada hal apa yang penting. sudahlah bu jangan berfikir macam-macam bu. ibu sendiri yang mengajarkan padaku hal percaya apalagi dengan saudara. ibu ingatkan kata ibu dengan saudara harus percaya tak boleh curiga"
"Tapi ini lain sayang. ibu merasa ada yang salah antara Dion dan adikmu"
"Sudah ibu jangan mikir macam-macam aku percaya sama suamiku dan Nita"
"Ya sudah, tapi ibu harap kamu buka mata dan telingamu ya nak. Serta kalau ada apa-apa kamu jangan lupa cerita sama ibu"
"Ia pasti ibuku sayang, kita tidur ya sudah malam"
Merekapun tidur bersama.
Di tempat lain, dikeheningan malam yang sangat sunyi, terdengar suara seorang gadis.
"Ah...... ah...... ah, aduh mas enak mas"
Suara ******* yang sangat merdu nan mempesona.
"Ia sayang, emmmmmm........ emmmmm" otong memasuki dan bergoyang indah diantara ruang sempit nan indah"
Tempat tidur yang begoyang.
"Ssstttt. ...... sttttgtt" bergoyang maju dan mundur sesuai goyangan otong. dan sesekali terdengar suara-suara nikmat di dalam kamar.
Ibu yang akan pergi minum seketika terhenti di depan kamar anaknya Nita, fikiranya berkeliaran tak karuan.
Suara indah siapa yang ada di dalam kamar anaknya, terdengar dengan keras suara.
"Terus..... terus, ah...... ah. emmmmm... emmm"
Ibu dengan nada marah menggedor pintu itu.
"Nak..... nak.... buka pintunya!!!"
__ADS_1
bersambung