Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 46


__ADS_3

Dion pergi dari rumah dengan perasaan yang sangat kesal sekali.


"Aku kira Nita wanita yang sangat tepat aku jadikan istri namun dia juga tak beres" ucap Dion dengan kesalnya.


Di dalam rumah Nita hanya bisa menangis dan termenung.


"Tuhan apakah ini balasan yang harus aku dapat karena telah menyakiti hati kakakku dan ayahku, pernikahan ku baru 3 bulan tapi aku sudah tau bagaimana watak suamiku sebenarnya, aku harus menemui kakakku dan ayahku untuk minta maaf agar rumah tangga ku dengan Dion berjalan dengan baik, namun aku malu kalau harus jujur dengan keadaan rumah tangga ini" ucap Nita dalam hati.


Dion yang berada di luar rumah yang pergi ke rumah makan tak sengaja bertemu Dini, fahri dan ayahnya.


Dion terkesima melihat Dini yang sekarang, dia terlihat menarik dan sangat mempesona, jauh berbeda 100 derajat dengan Dini yang dulu.


Dion mendekati Dini.


"Hai Din"


Dini yang kaget melihat Dion ada disitu.


"Eh kamu mas. ada disini, dimana Nita"


"Sudah tak usah fikirin dia"


"Eh kamu Dion kenapa kamu tidak berubah sikapnya, kamu harus sayangi istrimu" ucap ayah.

__ADS_1


"Ah bapak kenapa bilang begitu, dia istriku mau ku apakan juga terserah aku yah"


"Sudahlah aku malas berdebat sama kamu. kami lagi makan cepat pergi dari sini, aku malas berurusan sama kamu"


"Tapi aku mau menemui anakku yah"


"Apa anakmu!!! " ucap Dini.


"Sudahlah mas, dulu kamu buang anak ini, jadi kamu tak ada hak dengan fakhri, kamu pergi saja dari sini"


"Din, aku ada hak dengan fakhri jadi jangan jauhkan dia dari ku"


"Aku tak pernah jauhkan fahri dari kamu mas, bukannya kamu sendiri yang menjauh dari anakmu ini dan tak mau mengakuinya, pergilah dari sini"


"Sudah sana pergi"


"Ituloh anaknya mau aku gendong"


"Biarkan saja nak, mungkin fahri juga mau ketemu ayahnya, biarkan saja kali ini Dion menggendong anaknya"


"Tapi yah"


"Biarkan saja, lagian dari bayi dia belum pernah di gendong Dion, jadi kali ini biarkan saja"

__ADS_1


"Oke kali ini kamu bisa gendong dia, tapi seterusnya jangan ganggu kami"


Dion yang rindu akan hadirnya anak di hidupnya sangat bahagia sekali diperbolehkan untuk menggendong anaknya, senyum fahri dapat mengisi kekosongan hatinya.


"Anakku tampan, ayah sayang sama kamu nak"


Dini yang melihatnya terlihat sangat jengkel sekali. Sehingga ia langsung mengambil anaknya dari pelukan Dion.


"Sini Dion fahri, aku rasa sudah cukup kami mau pulang"


"Tapi masih sebentar"


"Kemana saja dulu kenapa baru sekarang, ayah ayo pulang kita juga ada urusankan"


"Ia nak, ayo kita pergi"


Dini dan ayah pergi dari rumah makan itu, namun Dion duduk termenung, dia ingin sekali mempunyai anak, andai dia tidak meninggalkan Dini mungkin dia sudah bahagia dengan Dini dan anaknya.


Muncullah sifat jahatnya yang akan mengambil hak asuh anaknya itu dari Dini.


"Lihat saja kamu Din, boleh saja kamu sekarang mengambil fakhri, namun aku akan mengambilnya dari dirimu, aku tak akan rela jika kau menjauhkan ku dari anakku sendiri, tunggu saja, jangan panggil aku Dion jika aku tak bisa ambil fahri dari dirimu"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2