Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 32


__ADS_3

"Tuhan aku gantungkan harapan dan asaku hanya padamu, aku tak tau akan masa depanku nanti bagaimana tapi yang aku tau, aku percaya setiap manusia di dunia ini pasti punya rezekinya masing-masing dam aku selalu yakin itu"


"Ku genggam tangan ayah tersayangku dan aku janji mulai detik ini tak ada tangis kesedihan lagi dimata ayahku lagi dan akan ku ganti air mata ayahku dengan senyuman dan bangga punya anak seperti aku.


"Ayah maafkan aku ya!! buat ayah susah begini"


"Tidak apa-apa nak, apa kamu tak lihat senyum di wajah ayah, yang bahagia akhirnya kamu bisa terbebas dari kejahatan suamimu dan adikmu, mungkin sekarang kita terpuruk nak, tapi nanti kita akan tersenyum manis"


Dini memeluk ayahnya di kegelapan malam.


"Ayah kita akan kemana ini, mau ke desa juga aku tidak punya uang yah"


"Tenang sayang, ini ayah punya simpanan uang, memang tidak banyak tapi cukup untuk kita berdua"


"Ayah terimakasih ya, nanti kalau aku sudah kerja aku akan ganti uang ayah ini"


"Tak usah kau ganti nak, dengan kamu bahagia ayah sudah bahagia"


"Ya Tuhan betapa bahagianya aku diberikan ayah sepertimu"


"Ini hanya kewajibanku sebagai ayah yang selalu sayang dan perhatian sama anaknya"


"Ini masih sangat pagi yah, belum ada bus yang akan menuju ke desa dan juga belum ada mobil angkot yah yang menuju ke halte kita harus bagaimana yah"

__ADS_1


"Yakinlah nak!!! pasti semua akan ada jalan keluarnya"


Tiba-tiba muncullah bu Sri tetangga kompleks yang mendengar keributan dirumah Dini dan memanggil Dini.


"Dini!!!! mau kemana ini masih jam 2 pagi loh, sini masuk ke rumahku saja dulu, kasihan sama bapak juga kedinginan"


Dini menoleh ke arah ayahnya.


"Ayo nak kita ke rumah ibu itu dulu, tidak enak menolak niat baik orang"


"Ia bu sri terimakasih ya"


"Ia jangan segan sama ibu, ayo masuk ke dalam"


"Duduk sini pak sama Dini, ini sudah saya buatkan minuman hangat"


"Ia bu terimakasih"


"Ibu tau apa yang terjadi dengan dirimu, dari tadi ibu dengar keributan yang ada dirumahmu, keputusanmu untuk keluar dari rumah itu sudah sangatlah benar din, tinggalkan laki-laki yang tidak menghargai perempuan, aku bisa bantu kamu bangkit Din"


"Ya bu, sebelumnya aku ucapkan terimakasih tapi aku mau ke kampung saja bu, kalau aku tetap disini sepertinya aku tidak kuat melihat mereka bu, aku belum siap"


"Kamu bisa melakukan usaha di kampung Din"

__ADS_1


"Bagaimana caranya bu"


"Aku kan usaha baju panjang. kaos dan baju muslimah kamu bisa bantu menjualnya lewat online, bisa lewat facebook dan lainnya, ibu dengar dari tetangga kamu juga bisa jahit kan Din!!!! "


"Aku bisa jahit bu tapi sudah lama tak ku gunakan ilmunya pastinya aku lupa"


"Ya kamu bantu jualan saja dulu, nanti ibu kirim gambar baju-bajunya ke HP mu kalau sudah lancar kamu bisa buka toko sendiri, kamu bisa jahit bajunya sendiri dan kamu jual hasil bajunya ke konsumen jadi kamu bisa ada penghasilan"


"Ia juga itu nak, ide yang bagus, ayah juga bisa bantu-bantu kamu, kalau tidak kita ngontrak aja disini cari tempat yang agak jauh dari rumah Dion, dan kita mulai usaha kecil-kecilan ini"


"Ia yah!!!! aku setuju sepertinya ide bagus, tapi bu Sri aku tak punya modal"


"Din tak perlu modal yang penting kamu ada HP sudah cukup, ibu pasti bantu, ibu tau rasanya dibuang bagaimana, ibu juga dulu mulai dari nol dan bisa sampai sekarang ini punya segalanya dari hasil kerja keras ibu sendiri, kalau kamu mau akan ibu carikan kontrakan yang agak jauh dari sini soal biaya biar ibu yang bayar kontrakannya dulu, nanti kalau Dini sudah ada uang, dini bisa bayar ke ibu"


Dini langsung memeluk erat bu Sri.


"Ibu terimakasih banyak bu atas bantuannya, aku tak tau bagaimana caranya membalas kebaikanmu bu"


"Dengar ya Din, dengan kamu sukses dan bisa membuktikan kepada orang yang menyakitimu bahwa kamu bisa sukses tanpanya itu pastinya bisa membuat ayah dan aku bahagia Din"


"Ia bu aku janji aku akan berusaha sebaik mungkin"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2