Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 64


__ADS_3

beberapa minggu kemudian keadaan Dion semakin memburuk karna setiap hari Ina mencampur makanan ke Dion.


Kaki Dion sudah tidak bisa difungsikan lagi, jadi dia tidak bisa berjalan dan hanya terkapar di kasur dan hanya bisa menggunakan kursi rodanya saja.


Ina semakin bahagia dan terlihat sangat puas sekali akhirnya rencana dia dan Dan berhasil.


"Sayang bagaimana ini, aku sudah tidak bisa berjalan lagi, dan perusahaan juga sudah memecat aku"


"Nah itu, aku juga tak tau, aku juga bingung mas, kamu hanya terkapar diatas kasur begini dan tak berdaya, lama-lama aku capai juga menjadi istrimu, kamu laki-laki tak berguna sekarang!!! " ucap ina dengan suara yang sangat keras.


Dion hanya bisa terdiam dan meneteskan air matanya, dia tak menyangka Ina setega itu padanya.


Ina membawa secarik kertas yang berisakan sebuah pernyataan bahwa harta yang dimiliki Dion akan jatuh pada Ina.


"Kamu tanda tangan disini mas!!!! "


"Apa ini, aku harus baca dulu sebelum aku tanda tangan"

__ADS_1


"Sudahlah mas, kalau kamu mau tetap aku urusin kamu harus tanda tangan disini, tapi kalau kamu tak mau tanda tangan, jangan salahkan aku jika aku tak mau lagi ngurusin kamu mas"


"Kenapa kamu setega ini padaku"


"Bukankah kamu yang selama ini jahat sama mantan istrimu, aku bukan seperti mantan istrimu yang bisa kamu jahati dan kamu bodohi, jadi tanda tangan sini, jangan sok jadi laki-laki baik mas, kamu bukan laki-laki baik"


Dion mengambil kertas yang diberikan Ina dan mulai membacanya, betapa kagetnya dia ternyata isinya peralihan hartanya ke Ina.


"Apa-apaan ini Ina, apa isi surat ini!!!! aku tak mau tanda tangan, kamu begitu jahat sekali"


"Aku tak mau tanda tangan!!! "


"Ya sudah kalau kamu tak mau tanda tangan aku tak akan memberikan kamu makan dan siapa yang akan membantumu ke kamar mandi, semua pembantu sudah aku berhentikan dan aku ganti pembantu yang hanya patuh dengan kehendakku saja, semua pilihan ada di kamu mas. Kalau kamu mau tanda tangan aku akan suruh pembantu untuk merawatmu tapi kalau kamu tak mau nurut biarlah kamu mati dikasur ini, sekarang kita lihat saja seberapa kuat kamu nahan lapar"


Ina mengambil kertas itu seraya meninggalkan kamar itu.


Dion ditinggal sendiri diatas kasur dan meratapi keadaannya yang sekarang tak berdaya.

__ADS_1


sampai sorepun tiba, Dion merasa lapar sekali dan terasa ingin ke kamar mandi dan ia tak sanggup lagi menahan untuk buang air besar, sampai-sampai ia buang air besar di kasur.


Dion menangis sekuat-kuatnya.


"Tuhan kenapa kamu buat aku seperti ini Tuhan, aku sudah tak sanggup lagi kalau begini"


Raungan dan tangisan Dion membuat Ina sangat bahagia, ia tak sabar lagi untuk mendapatkan harta dari Dion.


Ina masuk ke kamar Dion, betapa kagetnya ia melihat iyeeeeeek Dion yang banyak dan bau yang tidak sedap.


"Ah kamu mas, jorok banget, masih hak mau tanda tangan"


Dion merasa hidupnya sudah tak berarti lagi.


"Ina jangan lakukan ini padaku, aku mohon bantu aku, aku sudah tak sanggup kalau begini, aku juga lapar Ina jadi tolong aku"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2