Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 42


__ADS_3

pagi ini terlihat sangat indah sekali dan suara hembusan angin yang sejuk membuat Dini sangat bersemangat pagi ini.


"Nak!!! beneran kamu akan berumah Dion, kamu serius nak!!! "


"Tentu ayah!!! aku sangat serius sekali, ya sudah kalau gitu ayah siap-siap dulu"


"Kring...... kring" Dini berlari mengambil HPnya ternyata ada telefon dari bu Sri.


"Ia bu ada apa bu? "


"Ayahmu barusan telefon katanya kamu akan pergi kepernikahan Dion apa itu benar? "


"Ia bu benar sekali"


"Kalau begitu aku ke rumah mu?"


"Untuk apa bu?"


"Kamu harus dandan yang cantik, agar Dion tau kamu sudah tak seperti dulu lagi, biar dia menyesal telah ninggalin kamu"


"Ah sepertinya, tak usah itu bu! tak penting lagi penilaian Dion padaku"


"Ia tapi kamu harus tampil lebih dari biasanya, tunggu ibu datang"


Dini hanya bisa tersenyum saja mendengar perkataan bu Sri.


Tak lama kemudian bu Sri datang dengan alat make upnya.


"Halo Din, kamu harus dandan cantik tak usah nolak tinggal diam disini"


"Fahri bagaimana bu"

__ADS_1


Tiba-tiba ayah sudah datang dengan baju batiknya dan terlihat sangat tampan sekali.


"Sini ayah yang gendong, kamu harus terlihat cantik hari ini dan selanjutnya nak, mulai hidup yang baru nak"


"Ah ayah bisa saja"


Dini hanya bisa pasrah saat bu Sri mulai mendandani dirinya.


20 menit kemudian bu Sri selesai mendandani Dini.


"Din sekarang kamu pakai gaun merah ini"


"Tapi aku mau lihat wajahku di cermin bu? "


"Nanti kamu ganti bajumu dengan dress merah ini, setelah itu kamu baru bisa lihat dirimu di cermin"


"Baiklah bu!! "


Dini berdiri di depan kaca, ia sangat kaget sekali saat ia berdiri di depan kaca, sementara bu Sri hanya bisa tersenyum melihat kecantikan Dini.


"Ya Tuhan!!! benarkah ini aku? "


"Kenapa Din" ucap bu Sri.


"Bu benarkah ini Dini bu? "


"Ia Din, kenapa kamu tak mengenali dirimu sendiri, lihat dirimu Din, kamu cantikkan!! "


"Dini saja tak percaya kalau wajah di depan cermin ini adalah Dini bu"


"Setiap wanita itu cantik Din, tapi terkadang wanita disibukkan dengan mengurus suami sampai ia lupa dengan dirinya sendiri, ya sudah berangkat sana, ayah sudah menunggu kamu di luar, dan tadi juga Rian sudah datang"

__ADS_1


"Tapi aku malu bu? "


"Tak usah malu, kamu harus buktikan bahwa kamu yang sekarang jauh lebih baik, biar fahri aku yang urus ya, kamu tenang saja"


"Ibu terimakasih banyak atas pertolongan ibu selama ini"


"Udah sana keluar"


Dini keluar dari kamarnya, ayah yang berada di luar kamar sangat kagum sekali dengan kecantikan anaknya.


"Din kamu cantik sekali" ucap ayahnya.


"Ayah jangan memuji Dini begitu, aku jadi malu"


Rian masuk ke dalam rumah.


"Sudah siap belum Dini dan ayah, ayo kita berangkat!!!!" Dion berkata dan tiba-tiba terdiam melihat kecantikan Dini.


"Din, kamu sungguh cantik sekali membuat jantungku berdebar kerasnya"


"Kamu Rian ada saja"


"Pasti Dion nanti akan merasa rugi membuangmu"


"Apasih kamu!!! " sambil Dini memukul Rian.


"Din bagaimana kalau kita langsung menikah bersama Dion dan adikmu"


"Haaaaaa" tawa Dini.


"Udah ah!!! tak usah bercanda lagi, ayo kita berangkat.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2