
"Kakak!!" teriak Nita dengan kencangnya, sambil ia berlari dan memeluk kakaknya.
"Aduh pelan-pelan adikku tersayang nanti kamu jatuh"
"Aku bahagia kakak akhirnya hamil juga dan aku akan memiliki ponakan"
"Ia tapi jangan sambil lari begitu nanti jatuh"
"Tenang kakak, aku kan atlet lari jadi tak akan pernah jatuh"
Sambil Nita memandang Dion dengan menggigit bibirnya.
Dion yang memandangnya sejenak kembali terpesona apalagi melihat rok mini yang ia pakai, Dion jadi mengingat kenikmatan semalam.
"Jangan Dion, istrimu sedang hamil kamu jangan nakal kasian istrimu dia sedang mengandung hasil buah kasih kalian berdua" ucapan Dion dalam hatinya.
Sesekali Nita memainkan matanya sengaja untuk menggoda Dion.
"Kakak ke kamar dulu ya, rasanya kakak lelah sekali dan pusing"
"Ia kakak hati-hati"
Dion langsung menggenggam tangan istrinya memapahnya untuk masuk ke dalam kamar, Nita yang melihatnya merasa sangat cemburu sekali.
Dion keluar dari kamar dan Nita sudah menunggunya diluar, entah apa yang merasuki hati Nita, tiba-tiba ia langsung saja memeluk Dion dengan erat.
"Sayang" Ucap Nita.
"Aduh Nita apa yang kamu lakukan ini"
"Ah mas Dion seperti tak tau saja apa mauku"
Nita meraih tangan Dion dan meletakkannya di bokongnya.
__ADS_1
Laki-laki mana yang tak tahan merasakan godaan perempuan cantik yang ada di depannya.
"Jangan goda aku begini dong, bisa-bisa aku nanti tak tahan loh"
"Emang itu yang Nita harapkan"
"Tapi kalau kakakmu tau bagaimana, ini kan belum malam, dan kakakmu sedang hamil sekarang, aku tak mau nyakitin dia. Apalagi kehamilannya adalah yang sangat kami tunggu-tunggu"
"Mas baru sehari saja sudah melupakan janji kita, aku jadi istri kedua pun mau mas"
"Tapi aku tak mau terjadi apa-apa dengan kandungan kakakmu, karna kalau Dini stress dia bisa keguguran dan aku tak mau itu terjadi"
"Emmmm okelah kalau begitu, aku akan tetap tunggu mas intinya"
"Ya terserah kamu kalau gitu, aku sebenarnya sayang juga sama kamu, tapi aku akan jaga kandungan Dini"
"Okelah mas"
Tanpa banyak kata-kata lagi tiba-tiba Nita mencium bibir Dion dengan sangat mesra dan mulai memainkannya dengan Dion, begitupun Dion yang sangat menikmati permainan Nita.
"Sudahlah mas kekamarlah, dengan begini saja Nita sudah bahagia tak perlu suatu ikatan pernikahan yang terpenting hanyalah hati kita berdua saja" ucap Nita.
"Sebentar mas ada sesuatu buat kamu"
Dion berjalan kearah garasi mobil, dan membawa sesuatu.
"Nita sayang, ini mas ada sesuatu untuk kamu"
Dion mengeluarkan sebuah kalung permata dan ia pakaikan pada Nita.
"Ah mas tak perlu repot begini"
"Sudah tak apa, ini semua buat kamu yang penting kamu bahagia selalu. Maaf buat sekarang ini mas gak bisa luangkan waktu yang banyak buat kamu, kamu ngertikan"
__ADS_1
"Ia aku ngerti, setidaknya kita masih punya waktu bersama saat dikantor"
"Ia benar juga itu, mas masuk kamar dulu ya. Takut kakakmu keluar, kamu tidur yang nyenyak oke"
"Oke mas"
Dion masuk ke kamar untuk menemui istrinya, sementara Nita di dalam kamar dihantui rasa cemburu yang begitu amat besar, dia memegang kalung pemberian Dion sambil berkata.
"Aku tak rela mas Dion berpaling, aku juga harus hamil jadi mas Dion juga akan sayang padaku"
"Mas ada apa itu dibaju mas, seperti merah-merah lipstik"
"Ah apa ia sayang, mungkin kamu salah liat saja"
"Tidak sayang, coba mas kesini aku akan melihatnya dari dekat"
"Dion sangat takut sekali namun ia harus mendekat ke istrinya"
"Mana sayang"
"Benarkan mas ini lipstik cewek, punya siapa ini mas, apa mas sikapnya berubah akhir-akhir ini karna ada wanita lain selain aku"
"Ah jangan mikir aneh-aneh. Tadi mas ke dapur tak sengaja tabrakan dengan Nita, mungkin ini lipstik dia yang tak sengaja menempel di baju mas, sudah jangan cemburu gitu sayang, cinta mas hanya untuk kamu seorang jadi. jangan ragukan cinta mas padamu, ingat kamu tak boleh stres!!! kasihan dedek yang ada di dalam perut"
Sambil Dion membelai perut istrinya dan merayunya.
"Benarkan sayang kamu tak ada main dengan adikku, karna banyak ibu kompleks yang mengingatkan aku untuk hati-hati aku jadi kepikiran jadinya"
"Udahlah jangan fikirkan omongan orang, kamu fokus pada calon anak kita saja"
"ia mas"
"Aku kan sudah bilang apa adikmu kos saja, tapi kamu tak setuju, jadi jangan curiga lagi"
__ADS_1
bersambung