Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 47


__ADS_3

Kita tak akan pernah tau nasib kita kedepan bagaimana, yang manusia harus lakukan adalah selalu berusaha dan terus berusaha karna yang dapat merubah nasib kita adalah kita sendiri bukan orang lain.


Dini tak pernah menyangka bisa membeli rumah sendiri dengan hasil kerja kerasnya sendiri tak cuma itu, sebuah mobil avanza sudah terparkir di halaman rumahnya.


Dini terdiam di teras rumahnya, dia tak pernah menyangka bahwa semua ini bisa terjadi, dia yang bukan seorang sarjana, dan dulunya hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa sekarang sedikit demi sedikit bisa mewujudkan semua cita-citanya.


"Nak semua ini untuk kamu, demi masa depanmu nak, Tuhan terimakasih atas semua rezeki yang kau berikan ini, aku tak pernah menyangka diriku bisa melakukan semua ini"


"Nak kamu sudah mewujudkan semua impianmu, sekarang tinggal berbahagialah nak bersama Riyan, ayah rasa Riyan adalah orang yang tepat untuk menjadi ayah bagi Fahri nak, kamu nunggu apa lagi, 6 bulan berlalu setelah perceraianmu dan kamu sudah mewujudkan apa yang mau, sekarang waktunya buat kamu bahagia nak"


"Tapi yah"

__ADS_1


"Jangan tapi-tapi dengarkan kata ayah, bukalah pintu hatimu untuk Riyan, dia adalah laki-laki yang tepat bagimu, mungkin Rian adalah jodoh yang dikirim Tuhan hanya untuk mu nak, dia sudah membuktikan cintanya dengan tidak menikah dengan orang lain hanya untuk menunggumu nak, jadi untuk apa lagi kau ragukan cintanya, pandanglah anakmu sayang dia juga butuh sosok seorang ayah, ayah juga sudah tua, kalau ayah sudah tak ada siapa lagi yang akan menjagamu dan anakmu sayang, jadi apalagi yang kau tunggu"


"Ayah aku takut membuka hatiku, aku takut. kecewa lagi, karena jujur rasa sakit dikhianati itu rasanya sakit sekali ayah. aku tak mau hal itu terulang lagi dalam kehidupanku ini yah dan sepertinya aku belum siap yah"


Sedangkan ditempat lain, Nita masih menunggu kedatangan Dion yang tak juga kunjung datang, Dion sudah tidak pulang selama 1 hari.


"Mas dimana kamu berada mas, sudah 1 hari kau tak kunjung pulang"


"Mas apa-apaan ini, siapa dia yang kau bawa pulang ke rumah kita ini"


"Dia calon istriku, kamu tak usah brisik dan atur hidupku lagi"

__ADS_1


"Lalu kau anggap apa aku ini mas, aku masih istrimu mas, kenapa kau bawa wanita lain di rumah kita"


"Istri macam apa kamu ini tidak bisa buat suamimu bahagia, dan tak bisa kasih aku keturunan, aku mau menikah lagi dengan dia, kamu aku harap setuju dan tak usah banyak bicara lagi, ini semua sudah jadi keputusanku"


"Mas jangan lakukan ini padaku mas, aku mohon!!! aku sudah korbankan semua hanya untukmu, apakah ini balasannya untukku mas, mana mungkin aku bisa hidup satu atap dengan wanita lain, dan mana mungkin aku bisa berbagi suami dengan wanita lain, aku sungguh tak sanggup mas, aku manusia biasa"


"Kalau kau tak sanggup maka tinggalkanlah rumah ini"


"Aku tak mungkin tinggalkan rumah ini mas, aku akan kemana aku sudah tak punya siapa-siapa"


"Makanya izinkan aku menikah lagi, besok aku akan menikah jadi persiapkan semuanya"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2