
"Ayah !!! Dini sama mas Dion pamit pulang ya yah"
"Ia anakku sayang jaga cucu ayah baik-baik"
"Tentu saja yah, nanti 40 hari lagi mas Dion kemari untuk jemput ayah dan kita akan bersama"
"Ia nak"
Mereka berdua berpelukan tak ingin untuk berpisah.
Nita yang berada disudut rumah merasa sangat sedih tak ikhlas kalau berpisah dengan Dion, apalagi melihat kepergian Dion dengan kakaknya serasa hatinya hancur, bergemuruh rasa yang ada di jiwanya, mbok Darsih tiba-tiba menghampiri Nita dan memberikan sepucuk surat padanya.
Dari kejauhan Nita melepaskan Dion untuk pergi dan ponsel Nita pun tak lama berbunyi.
"Sayang aku pergi dan untuk kembali jangan sedih ya sayang, aku tadi titipkan sepucuk surat cinta hanya untukmu sayang"
Nita bergegas lari ke kamar untuk membaca surat dari Dion..
Sayang,
Walaupun kita jauh,
Walaupun kita terpisahkan jarak,
Percayalah, hati ini akan selalu untuk mu,
Sayang,
Aku tahu ini sangat berat untuk hubungan kita,
Tapi aku ingin kau mengerti,
Aku pergi bukan berarti aku tak sayang,
Tapi untuk kebahagiaan kita nanti,
Sayang,
Sebenarnya yang aku inginkan berada disisimu, selalu
Memelukmu,
Menciummu,
__ADS_1
mendekapmu
Mewarnai hari-hari kita dengan senyuman,
Sayang, dan cinta yang luas
Terima kasih atas semua yang telah kau berikan,
Aku berjanji akan selalu sayang padamu, mendatangimu selamanya
Hingga akhir waktu.
Tetaplah bersamaku sampai ajal menjemput.
I love you,
Setelah membaca surat cinta itu betapa bahagianya Nita dia merasa paling spesial untuk Dion, dia sangat menanti saat Dion tiba untuk menjemputnya.
Dilain tempat Dionpun tiba dengan Dini dan mereka merasa kelelahan sekali.
Dion yang merasa lelah meletakkan telfon genggamnya dengan sembarangan dan Dini melihat itu.
Dini yang sudah curiga selama ini karna melihat Dion yang sudah tertidur pulas lalu memeriksa telefon genggamnya itu.
Bagai di sambar petir di malam hari Dini melihat banyak sekali chat dari seorang gadis yang dinamai di telefon genggamnya dengan nama sayang.
Saat Dini membaca chat di hP suaminya tak terasa air mata jatuh di pipi mulusnya.
"Tega sekali kamu mas, selingkuh dibelakangku apa salahku mas aku sudah berbakti padamu dan jadi istri yang selalu patuh padamu mas"
Tetesan air mata yang jatuh di pipinya sebagai tanda bahwa hatinya sangat hancur kali ini.
"Sayang aku kangen sekali padamu, selama ini istriku tidak membuat aku bahagia dan aku tak pernah puas bila bersama istriku namun bersama kamu aku merasakan apa itu arti. puas"
Itu adalah isi chat terakhir yang ada di ponsel suaminya banyak sekali pesan yang sudah di hapus oleh suaminya..
Dini memandangi wajah suaminya dan rasanya ingin berteriak marah dan pergi dari rumah ini namun ia mengusap perutnya ia tak mau anak yang ia lahirkan tidak punya sosok seorang ayah, ia juga tak siap jika harus menjadi janda serta bagaimana hancur hati ayahnya jika dia tau anak kesayangannya telah menyakiti anaknya.
Dini sangat dilema sekali dia sangat bingung harus berkeluh kesah dengan siapa namun ia tak sanggup lagi menahan sakit hati yang ada di jiwanya itu.
"Tuhan ujian apa lagi yang kau berikan padaku. kau telah ambil ibu ku, sekarang kau uji aku dengan rumah tanggaku"
Dini keluar dari kamarnya dan duduk di teras rumah, menatap bintang yang ada di langit dan menghembus udara malam serta berusaha menenangkan hatinya.
__ADS_1
"Non sudah malam tak bagus non orang hamil malam-malam sendirian di luar rumah"
"Tanpa banyak berkata apa-apa Dini memeluk erat mbok sambil menangis meluapkan apa yang ada di dalam hatinya"
"Ada apa non, coba cerita sama mbok, non memang kehilangan seorang ibu itu rasanya berat sekali non, apalagi mbok juga pernah merasakan begitu non. Jadi non harus kuat demi anak yang ada di dalam kandunganmu"
"Tapi bukan itu mbok, aku merasa dibohongi mbok dan aku ngerasa dikhianati sekali sama suami yang aku sayang"
"Apa non, apa maksud non"
Sambil memeluk mbok Dini berkata. "Mas Dion selingkuh mbok"
Mbok sangat kaget mendengarnya apakah Dini tau bahwa selingkuhannya itu adalah adik kandungnya sendiri ataukah tidak.
"Memang tuan selingkuh dengan siapa non? non sabar ya!! mungkin ini salah paham saja"
"Aku melihat pesan singkatnya mbok! tak mungkin ini salah paham"
"Dengan siapa non? "
"Aku tak tau tuan selingkuh dengan siapa mbok tapi rasanya sakit sekali mbok"
"non harus berfikir baik-baik kasian dedek yang. ada di perut non!!!! sabar ya non, semoga tuan bisa berubah"
"Aku bingung mbok, aku harus bagaimana sekarang, tapi aku adalah istri sah dari suamiku makanya mbok aku akan merebut suamiku kembali dan tak akan membiarkan orang lain merebut kebahagiaanku"
Mbok Darsih kelihatan sangat kasian sekali pada Dini, dia tau andai Dini tau yang menjadi selingkuhannya adalah adik kandungnya sendiri pasti nyonya akan ancur dan tak akan mempertahankan rumah tangganya.
"Kalau mbok boleh kasih saran ya non sabar saja, siapa tau Tuan sikapnya bisa berubah non, mungkin ini semua ujian buat rumah tangga non"
"Ia mbok. Mungkin juga ini semua salahku yang kurang menjaga suami mbok, jadi suamiku kecewa dan selingkuh, aku akan coba sabar mbok"
"Apa non akan beritahu tuan kalau non sudah tau semuanya"
"Tidak mbok, biar tuan tidak usah tau kalau aku sudah tau, biar ini jadi rahasia kita ya mbok"
"Semoga non selalu diberikan ketabahan dan kesehatan ya"
"Terimakasih mbok"
Dini tidur di samping suaminya dengan penuh derai air mata dan hati yang sangat hancur sekali.
"Mas aku akan selalu bersamamu dalam suka dan dukamu meski aku belum jadi istri yang baik bagimu tapi aku yakin kamu akan berubah dan akan selalu menyayangiku selamanya"
__ADS_1
Dini tertidur disamping suaminya dengan derai air mata dan berharap esok pagi akan baik-baik saja dan dia sanggup hadapi semuanya dengan sabar dan tabah.
bersambung