
aku langkahkan kaki menuju kamar ayahku, hatiku hancur bercampur rasa gelisah apakah ayahku bisa menerima semua keadaan ini ataukah sebaliknya, namun betapa pahitnya keadaanku ini ayah harus tau dari mulutku sendiri bukan dari orang lain.
"Tok..... tok!!! ayah ini Dini"
Di tempat lain Nita memeluk Dion dan sedang merasa gelisah.
"Mas bagaimana kalau ayah kenapa-kenapa, aku tak mau kehilangan ayah mas"
"Kalau ayah kenapa-kenapa kita salahkan Dini saja, semua itu kan karna egonya dia, kamu harusnya sekarang bahagia Dini sudah tau semuanya jadi kita tidak sembunyi-sembunyi lagi"
"Terus anakmu bagaimana mas? "
"Tenang, dalam sidang perceraian aku akan memenangkannya karna dia tak bisa kasih kebutuhan untuk anakku jadi hak perwalian akan jatuh padaku, dan setelah semua beres kita akan menikah, kamu mau kan? "
"Ya tentu saja aku mau mas, aku senang mendengarnya, yang ku punya sekarang adalah mas, aku tak punya siapa-siapa lagi mas, jadi jangan tinggalkan aku ya mas! "
"Tentu saja sayang. Cintaku hanya kamu seorang tak ada yang lain dihatiku selain dirimu"
"Makasih sayang" Nita memeluk Dion dengan hati yang sangat bahagia sekali tanpa mempedulikan betapa hancurnya hati kakaknya.
"Masuk Din, pintu tidak ayah kunci"
Dini masuk ke dalam kamar ayahnya dengan mata yang sembab karna baru menangis, ayah yang melihatnya jadi khawatir ada apa yang telah terjadi dengan anak kesayangannya itu.
"Sini sayang masuk dan duduk, ada apa gerangan yang terjadi pada putri kesayangan ayah ini, sini di samping ayah dan ceritakan apa yang telah terjadi pada dirimu nak"
Dini memeluk ayahnya sambil meneteskan air mata, ayah yang sedikit bingung atas kelakuan anaknya.
__ADS_1
"Jangan menangis coba ceritakan apa yang terjadi sebenarnya"
"Ayah sebelum aku cerita aku minta ayah berjanji ayah harus kuat terima ceritaku dan janji ayah tidak boleh kenapa-kenapa"
Ayah tambah bingung atas apa yang diucapkan anaknya itu.
"Bicara saja nak apa itu, ayah tak selemah itu nak, kamu taukan ayah ini kuat nak"
"Aku takut dah, bila aku cerita ayah tak kuat menerimanya dan terjadi apa-apa dengan ayah"
"Kalau kamu tak cerita malah ayah jadi penasaran nak"
"Ayah aku sudah dicurangi, mas Dion ada wanita lain yah, itu yang buat hatiku hancur"
"Apa!!!!! apa yang kau katakan ini nak, tega sekali Dion melakukan ini nak sama kamu, padahal kamu sudah hamil anaknya, terus siapa wanita yang sudah tega merusak hubungan kalian berdua, ayah harus temui wanita penggoda itu, ayah tidak terima anak ayah disakiti begini"
"Nak jawab dulu siapa wanita itu"
"Aku takut ayah tak kuat mendengarnya yah"
"Ayah tak akan membiarkan kamu pergi sebelum ayah tau siapa wanita itu yang tega menyakiti kamu"
Dini memeluk ayahnya sambil berbisik.
"yah wanita itu adalah adik kandungku sendiri Nita"
Ayah begitu kaget tubuhnya bergetar serasa tak percaya perkataan Dini.
__ADS_1
"Nak apa kamu serius dengan apa yang telah kau katakan nak, apa kau punya buktinya.
"Aku melihat sendiri yah mereka sedang bercinta, hatiku hancur yah"
Ayah memegang jantungnya dan tersungkur di lantai.
"Ayah tidak apa-apakan, tadi ayah janji akan baik-baik saja.
"Ambilkan obat di laci nak"
Dini berlari mengambil obat itu.
"Ayah ini obatnya" Dini langsung meminumkan obat itu. dan tak lama kemudian ayah merasa enakan.
"Terus kamu mau gimana nak"
"Aku akan ajukan cerai setelah anakku lahir yah, aku tau aku tak punya apa-apa namun aku juga tak mau tersiksa di rumah ini"
"Nak keputusanmu sudah bagus, tinggalkan laki-laki yang sudah tidak bisa jadi imam untukmu lagi, ayah akan selalu mendukungmu nak, tenang kita bisa mulai dengan yang baru, kita bisa pulang ke desa dan mulai kehidupan yang baru nak"
"Apa ayah akan ikut bersamaku"
"Ia nak, ayah akan membela mati-matian anak ayah yang benar"
"Terimakasih ayah sudah mau bersamaku, aku sayang ayah"
"Kita bersiap-siap ya nak, namun sebelum kita pergi ada yang akan ayah sampaikan pada Film dan Nita"
__ADS_1
bersambung