Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 29


__ADS_3

"Ayah adalah segalanya bagiku, beliau adalah cinta pertama seorang anak perempuannya, bagaimana seorang anak dapat menyakiti hati seorang ayah yang begitu sayang padanya, jangankan harta, jiwapun akan di korbankan seorang anak untuk melihat ayahnya tetap bahagia dan selalu tersenyum"


Dini terdiam, disudut pintu, sekilas terlintas wajah ayahnya, apakah ia sanggup melihat ayahnya tiada, disisa umur ayahnya seorang anak akan membuat ayahnya selalu tersenyum dan bahagia.


"Kakak kenapa kau diam saja bagaimana keputusanmu, kita sudah kehilangan ibu kak, aku tak mau kehilangan ayah"


"Baru sekarang kamu berfikir, harusnya saat kau ambil suamiku kamu tau akibat yang akan terjadi jika kau lakukan itu, sekarang kamu baru. menyuruhku untuk berfikir, aku sangat bingung sekali padamu"


"Kak aku mohon jangan pergi ibu telah pergi karena ibu tau aku merebut mas Dion. Aku tak mau ayah pergi kak"


"Apa jadi ibu pergi karena tau kelakuan busuk kalian, terus kalian pura-pura tidak bersalah, dan seolah kalian tidak mengetahui mengapa ibu pergi. Prokkkk..... prokkkk Dini bertepuk tangan sungguh kalian aktris dan aktor yang sangat pintar sekali, kalau ada lomba perfilman kalian bisa dapat juara 1, sungguh luar biasa"


"Sudahlah kak, demi ayah aku mohon kakak mau berkorban"


"Apa!!!! kenapa harus aku yang berkorban, harusnya kamu yang berkorban tinggalkan suamiku apa kamu bisa dan sanggup!!! "


"Itu hal yang tak mungkin bisa aku lakukan, aku mencintai mas Dion dan aku tak akan mungkin bisa meninggalkannya"

__ADS_1


"Nah itu!!!! aku juga tidak mungkin hidup satu atap dengan kalian berdua, aku juga punya hati dan perasaan, aku juga sudah muak dengan kalian berdua, aku memang sekarang belum punya apa-apa Nita, tapi aku yakin Tuhan itu memberikan rezeki pada setiap umatnya jadi aku tak akan risau atas rezekiku, aku tak takut mulai dari nol atas kehidupanku yang aku takut adalah aku hidup dengan kehidupan yang pura-pura"


"Kakak tidak boleh egois begitu, kakak harus fikirin ayah juga, kakak itu bagaimana sih!!!! apa tak sayang dengan ayah"


"Halo!!! kamu bilang aku egois, yang egois itu kamu!!!! kamu yang mementingkan nafsumu saja tanpa pedulikan perasaan kakakmu!!! apa yang kamu tau tentang kata sayang, apa kamu ngerti. jika kamu tau arti sayang dan menghargai kamu tak akan ambil suamiku karna kamu sayang kakakmu, tapi nyatanya tidak kan, soal ayah jangan khawatir aku akan beritahukan ayah dengan baik-baik. Aku yakin ayah pasti akan mengerti tentang keputusanku ini"


"Dasar kakak memang egois, kalau terjadi apa-apa dengan ayah, aku tak akan maafkan kamu kak"


"Apa kamu bilang!!!! kamu juga sudah buat ibu tiada kenapa kamu sekarang pura-pura baik, aku malas bicara dengan kamu, jangan kau anggap aku lemah ya"


"Apa Dion kamu bilang aku wanita tak tau diri, kamu itu laki-laki yang jahat jangan kau kira au seorang wanita yang lemah dan akan mengemis cintamu atau mau kau injak-injak, aku akan buktikan bahwa aku bisa sukses tanpamu"


"Haaaaa, apa!!!! bisa sukses. Terus apa yang kau bisa perempuan yang tak sekolah, jangan banyak bicara, paling-paling nanti juga kamu akan nangis karna tak bisa makan"


"Boleh kamu ketawa lebar sepuas kalian tapi aku yakin Tuhan itu tidak tidur pasti Tuhan akan membalas kalian berdua dan tak akan membiarkan aku kelaparan"


"Ah jangan sombong begitu kamu, kalau kamu pergi dari rumah ini, aku tak akan memberimu seperpun uang, tapi jika kamu mau disini jadi pembantuku aku akan memberikan kamu uang tiap bulan"

__ADS_1


"Aku bukan wanita yang semiskin itu, sehingga aku harus mengemis denganmu, akan ku besarkan anakku ini dan dia tak akan seperti kamu, dia akan menjadi sosok yang baik serta menghargai perempuan"


"Sudah pergi dari rumahku ini, jangan banyak bicara lagi"


"Ia aku pergi aku juga sudah muak dengan muka kalian"


"Ingat jangan bawa apapun dari rumah ini karna kamu tidak berhak sedikitpun"


"Ia aku juga tak sudi, tapi aku akan temui ayah dulu"


"Kakak fikirkan dulu sebelum pergi"


"Tak ada yang perlu difikirkan lagi, semua sudah jelas"


Dini pergi dari kamar maksiat itu dengan hati yang marah


bersambung

__ADS_1


__ADS_2