Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 58


__ADS_3

"Apa semudah itu kamu meminta maaf, kesalahanmu sudah begitu fatal, untuk memaafkan dirimu adalah hal yang sangat sulit sekali, ayah belum lupa bagaimana kamu sakiti kakakmu, kamu berbuat zina di depan kakak kandungmu"


Nita menangis tersedu-sedu dikaki ayahnya dan tetap berharap ayahnya memaafkan dirinya namun ayah tiba-tiba menendangnya dan ia terjatuh.


"Sudah jangan bersimpuh lagi di kakiku ini, bukankah kau tak anggap aku sebagai ayah, jadi biarkan itu terjadi sampai aku mati, pergilah kau dari sini aku tak sudi lagi melihat dirimu, bagiku kau sudah mati dari dulu"


"Ayah!!!!!!!! jangan berkata begitu yah, sampai kapanpun aku tetaplah anakmu, dan ayah adalah ayahku, sekali lagi maafkan aku ayah, berikan aku satu kesempatan lagi"


"Apa!!!!!! satu kesempatan lagi, hati ayah sudah hancur saat kau suruh ayah menikahkan dirimu dengan Dion, aku sudah bilang saat itu, apa kau sudah fikirkan matang-matang tentang menikah dengan Dion, lalu apa kau lupa apa yang kau katakan dengan ayah dengan sombongnya, aku sudah anggap kau tak ada sebelum kesabaranku hilang pergi saja kau dari sini, kakakmu sudah bahagia jadi jangan kau kemari lagi"


"Ayah aku tak akan merusak kebahagiaan kakak, aku hanya mau maaf dari kalian sebelum aku memulai hidupku yang baru aku butuh maaf dari kalian, kakak bilang sama ayah maafkan aku kakak, jangan begini sama aku kakak, aku yakin kakak adalah orang baik. dan akan memaafkan aku. aku tulus kak, meminta maaf, kakak jawab jangan diam saja begitu"

__ADS_1


Dini masih terdiam sambil menggendong anaknya, ia teringat atas apa yang dilakukan adiknya pada dulu itu, hatinya hancur sekali tapi melihat tangisan adiknya dan ketulusan adiknya meminta maaf ia jadi sedikit kasihan dan ia ingat apa yang dikatakan gurunya dulu, setiap orang pasti mempunyai salah, namun setiap orang juga berhak atas kesempatan kedua untuk menebus kesalahannya itu, dan walaupun bagaimana Kita adalah adik kandungnya.


Dini meraih tangan adiknya dan berkata.


"Bangunlah dik!!!! aku sudah memaafkanmu, aku tau kamu sudah sangat berbuat salah padaku dan anakku, tapi kamu juga berhak atas kata maaf dariku, semoga dari semua kejadian ini kamu bisa memetik semua pelajarannya"


Nita bangun dan memeluk kakaknya dengan sangat erat.


"Dini!!!!! " teriak ayah dengan sangat lantangnya. "Kenapa kamu memaafkan adikmu"


"Ayah mau bagaimanapun ia tetap adikku dan anak ayah. sudahlah yah, maafkan Nita. Dia juga sudah meminta maaf dengan sangat tulus sekali, berikan dia kesempatan yah, kali ini saja yah, beri ia maaf demi aku, ayah mau kan"

__ADS_1


Ayah terdiam dan ia lunakkan egonya dan mencoba mengingat kebersamaan ia dengan Nita yang sangat bahagia waktu itu dan ayah teringat apa yang dikatakan istrinya dulu.


ayah harus menjaga kedua anaknya dengan baik dan selalu membimbing anaknya.


"Baiklah Nita. ayah berikan kamu maaf kali ini, namun jika kau ulangi kesalahanmu lagi ayah tak segan-segan untuk membuangmu dari ingatan ayah, namun aku tak memperbolehkan dirimu hidup dengan kami"


"Terimakasih ayah"


Nita langsung berlari memeluk ayah.


"Aku janji yah akan jadi putrimu yang baik, aku tak akan tinggal dengan ayah dan tak akan ganggu kakak, aku janji"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2