Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 59


__ADS_3

"Sudah acara nangis-nangisnya, kamu bisa pergi sekarang"


"Ia ayah, aku akan pergi, aku tau ayah belum bisa maaafin aku sepenuhnya tapi aku akan buktikan ke ayah bahwa aku akan jadi jadi lebih baik, ayah dan kakak aku pamit dulu ya"


:Kamu mau kemana dik, kakak tau ketika kamu keluar dari rumah Dion pasti kamu tidak membawa apa-apa, kamu disini saja sama kakak dan ayah"


"Ayah tak setuju kalau adikmu tinggal disini apalagi sebentar lagi kau akan menikah dengan Rian. ayah tak mau hal seperti dulu terulang lagi"


"Ia kak, benar yang dikatakan ayah, biarkan aku hidup mandiri, dengan kalian mau buka kesempatan buat aku, aku sudah bahagia, ayo Nia kita pulang"


"Tunggu dik, sebelum kamu pergi ini ada sedikit uang buat kamu untuk ngontrak rumah"


"Aku ada uang kak, kakak tak usah repot-repot kasih aku uang"


"Sudahlah tak usah bohong kamu tak ada uang kan, ini ambil buat kamu"


Sekali lagi Nita meneteskan air mata dan kembali memeluk kakaknya.


"Kak terimakasih banyak ya kak"


"Aku ini kakakmu jadi sudah jadi kewajibanku, sekarang jadilah Nita yang lebih baik lagi ya"

__ADS_1


"Ia kak, aku janji akan jadi lebih baik"


Nita pamit untuk pergi, dia melangkahkan kaki untuk pergi dari rumah kakaknya dan bertekad akan jadi yang lebih baik lagi.


"Nit kamu mau kemana sekarang" tanya Nia.


"bisa bantu aku tidak cari kontrakan, kecil tak apa yang penting cukup buat aku sendiri dan tak mahal"


"Aku tau tempatnya, tapi apa kamu mau, kamu biasa hidup di tempat yang enak dan mewah namun kontrakan ini cuma bedeng kecil"


"Aku mau Nia, yang penting bisa buat aku tidur dan tidak ke ujanan"


Mereka pergi menuju kontrakan, Nita sudah lega akan memulai hidup baru.


Tak lama mereka tiba di sebuah bedeng kecil dan terlihat di. daerah kumuh padat penduduk.


"Nit!!!! ini tempatnya kamu mau tidak, cuma ini bedeng yang murah kalau kontrakan yang bagus biasanya mahal"


"Sudah tak apa-apa yang penting aku tidak ke ujanan"


"Tapi apa kamu serius mau tinggal disini"

__ADS_1


"Ia Nia, aku mau kemana lagi, daripada aku jadi gelandang luntang-luntung dijalan sudah bersyukur aku punya tempat untuk berteduh"


"Ya sudah, kalau begitu aku tinggal ya kamu disini, kalau kamu butuh apa-apa kamu bisa langsung hubungi aku, insya Allah selagi aku bisa bantu kamu, aku akan bantu kamu"


"Ia terimakasih banyak ya"


Nia lalu pergi meninggalkannya di kontrakan itu.


"Non ini kunci kamarnya, ibu harap non bisa betah, kalau ada apa-apa rumah ibu dekat disitu" ucap ibu pemilik bedeng itu.


Nita masuk kedalam kontrakan kecil yang cukup untuk satu orang itu, dia terdiam memikirkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya.


"Aku harus semangat tak boleh menyerah, besok aku harus cari kerja untuk memenuhi kehidupanku"


Ditempat lain, Ira terlihat sedang bertelfonan saat Dion sedang kerja.


"Sayang gimana rencana kita" ucap laki-laki di dalam telfon.


"Aman sayang, aku yakin sebentar lagi harta Dion akan beralih ke kita, dia itu mudah sekali dibohongi, mudah sekali dia percaya atas apa yang aku katakan padanya"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2