Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 61


__ADS_3

"Tok.......tok"


Dini langsung membuka pintunya.


"Ah kamu mas, kenapa kesini tidak kasih kabar"


"Sama calon istri kenapa harus kasih kabar, biar kejutan gitu, apa kamu tidak rindu sama aku sayang sudah 3 hari kita tidak bertemu karena aku ada urusan di luar kota"


"Ya tentu saja sayang aku rindu, apa kalau aku rindu, aku harus kasih tau ke kamu sayang"


"Mana anak kita, fahri"


Melihat sayangnya Rian ke fahri membuat hati Dini semakin sayang dan cinta ke Rian, apalagi Rian sosok lelaki yang baik dan bertanggung jawab.


"Fahri tidur sayang mungkin kecapaian main, padahal sudah mau sore tapi belum juga bangun"


"Aduh padahal aku bawakan oleh-oleh mainan mobil-mobilan kesukaan dia, aku tau dia pasti suka sekali jika dia tau aku bawa mainan ini"


"Ia tentu saja dia akan suka, ayo mas duduk dulu sambil nunggu fahri bangun"


Tiba-tiba ayah keluar dari kamarnya.


"Oh calon mantu sudah datang ya"

__ADS_1


"Ia nih yah, aku langsung kesini setelah aku tiba, ayah kelihatan rapi sekali mau kelana? "


"Ini ayah mau temui Nita, ayah pingin ketemu dia, ayah rindu dia sekarang sudah berubah Rian, dia dah jadi apa yang ayah mau dan ayah bangga kepadanya, ayah sudah maafkan dia"


"Rian ikut senang dengar ini ayah, ayo Rian antar sekarang"


"Nanti tunggu Fahri dulu, Dini juga mau ikut, kita bareng-bareng kesana"


"Oh ia yah"


"Kalau gitu Dini bangunin dulu fahri ya yah, dan Dini siap-siap"


Rian bahagia. sekali akhirnya dia melihat senyum bahagia di bibir ayah dan Dini dia sangat bersyukur sekali sekarang kebahagiaan keluarganya sudah lengkap.


Dini langsung membangunkan fahri dan mulai bersiap-siap untuk pergi.


"Anak ayah sayang, ini hadiah buat kamu nak" Sambil Rian menggendong anaknya itu.


Terlihat senyum manis dari fahri yang menandakan ia sangat bahagia dengan hadiah itu, fahri seolah melihat sosok ayah yang baik pada Rian.


"Ayo kita berangkat, ayah sudah tak sabar sekali mau ketemu Nita"


"Ia ayahku ayo kita berangkat"

__ADS_1


Akhirnya mereka semua berangkat ke rumah Nita.


Di perjalanan ayah begitu bingung kenapa masuk di gang kumuh padat penduduk, dan banyak sekali sampah yang menggunung.


"Din bener ini jalan ke kontrakan adikmu, kok begini tempatnya"


"Kata Nia, ini benar yah jalannya, katanya Nita tinggal di bedeng kecil satu kamar"


"Ya Tuhan ayah tak sangka Nita mau tinggal di tempat seperti ini, padahal dia adalah anak yang sangat manja"


Tak lama mereka tiba disebuah bedeng.


ayah sangat tak sabar untuk turun dan masuk serta memeluk anaknya.


"Nita!!!!" panggil ayahnya.


Nita sangat kaget sekali ayahnya ada disini.


"Ayah dan kakak sampai sini, ayo masuk kedalam"


Setelah masuk ke dalam tak terasa ayah meneteskan airmatanya.


"Nak ayo tinggal sama ayah saja dan kakakmu, ayah tak tega sekali liat kamu begini, ayah tak tega sayang"

__ADS_1


"Ah ayah, biasa aja loh yang, aku juga sudah nyaman disini, biarkan saja aku disini yah, aku tak mau merepotkan kalian, aku juga sudah bahagia disini, jangan jadikan aku perusak rumah tangga kakak lagi, lagian kakak akan menikah kan, ini ya calon kakak, semoga kalian bahagia ya"


bersambung


__ADS_2