
"Tok........ tok...... tok""
"Bangun Nita sudah pagi, saatnya kamu kerja nanti kesiangan loh"
Nira yang berada di dalam kamar memang sangat malas sekali untuk kerja pagi ini, karena perasaannya masih sangat jengkel atas penolakan Dion.
Dini sangat bingung sekali karna adiknya tidak menjawab panggilannya.
"Ada apa sayang kok kamu kelihatan bingung" ucap Dion.
"Ini Nita tidak menjawab pertanyaanku mas, aku takut ia kenapa-kenapa"
"Sini aku yang mencoba memanggilnya"
"Nita bangun sudah siang"
Nita yang berada di dalam sangat bahagia Dion yang memanggilnya, tapi dia tau kakaknya pasti di luar juga dan mulai mengatur siasat agar dia tidak dipindahkan dari rumah ini, karna ia tak mau jauh dari Dion.
Nita membuka pintu kamarnya.
"Cekrekkkk .... cekrekkkk"
Nita memasang wajah sedihnya.
"Ada apa adikku sayang kamu terlihat sedih begitu"
"Kakak jangan pura-pura perhatian sama aku, aku mau pulang saja ke kampung"
"Ada apa ini dik, kakak bingung jadinya"
"Kakak curigakan sama aku dan akan menyuruhku keluar dari rumah ini, kok kakak tega sekali padaku, padahal aku ini adik kandung kakak. Kenapa kakak benci sekali padaku"
"Apa yang sebenarnya kamu katakan, kakak bener-bener gak tahu"
"Aku tadi malam lewat di kamar kakak dan mendengar semua perbincangan kakak ke mas Dion. aku masih heran aja kakak kok ada fikiran begitu sama aku, apa ya mungkin aku tega mengkhianati kakak"
Dini langsung merasa bersalah sekali kepada adiknya dan langsung memelunya sambil menangis.
"Maafkan kakak ya dik, sudah berfikir buruk tentang kamu. Kakak janji tak akan mencurigai kamu lagi dik, kakak akan selalu percaya padamu. Kakak juga tak akan mungkin membiarkan kamu pergi dari rumah ini. Sudah ya maafin kesalahan kakak ini"
__ADS_1
Nita merasa bahagia sekali dalam hatinya akhirnya kakaknya tak akan curiga lagi.
"Ia kakak, aku benar-benar tak ada main ma mas Dion. Kemarin malam aku tabrakan ma mas Dion makanya lipstikku nempel, aku cuma sebel saja kakak kandungku tak percaya pada adik kandungnya"
"Ia kakak janji. tak akan curiga lagi"
Mereka berpeluk berdua.
Dion yang berada diantara mereka sangat bahagia, berarti perselingkuhan mereka akan aman. Maklum tak mungkin Dion dapat menahan hasratnya lama-lama, lagian dia tak bisa melakukan hubungan suami istri karna pesan dokter agar tak melakukan hubungan itu karna Dini masih hamil muda dan lemah kandungan.
"Pintar sekali kamu Nita berakting" ucap Dion dalam hati.
Saat Dini berpelukan dari belakang Nita meraih tangan Dion dan bermain mata padanya.
"Ya sudah kamu siap-siap kerja ya"
"Kalau aku hari ini izin tidak berangkat bagaimana mas Dion"
"Jangan dong, kamu masih karyawan baru tak enak sama teman-temanku"
"Ya sudah kalau begitu aku siap-siap dulu kak"
Dion dan Dini meninggalkan kamar Nita.
Dijalan Dini berbincang pada suaminya.
"Mas kalau begini aku tak enak sekali sama Nita dah curiga dan cemburu tak beralasan sama dia, aku telah menyakiti hatinya ya mas"
"Makanya jangan asal cemburu beginikan jadinya. mas siap-siap dulu"
"Ia mas"
Beberapa waktu kemudian Nita dengan bahagianya keluar dari kamar.
"Kakak Nita berangkat dulu ya"
"Loh kok duluan, kamu tak berangkat bareng sama mas Dion"
"Tidaklah kak, nanti kakak curiga lagi, aku gak mau kakak curigai aku"
__ADS_1
"Tuh kan kamu belum maafin kakak, kakak sekarang yang nyuruh kamu berangkat bareng, jadi tak mungkin kakak curiga"
"Mas kamu bareng sama Nita aja"
"Ia sayang"
Akhirnya Dion dan Nita berangkat kerja bersama dan diantar oleh Dini.
Di dalam mobil Nita langsung memeluk erat Dion dan langsung saja menciumnya.
Dion berhenti sejenak di pinggir jalan, untuk meluapkan nafsunya sejenak.
Mulailah Dion beraksi, bibir Dion dan Nita menjadi satu dan merasakan nikmat itu. Sesekali tangan Dion nakal sekali meraba paha dan ingin masuk ke dalam selempitan nikmat.
"Mas jangan sekarang dong, kita nanti telat"
"Tapi mas sudah tidak tahan lagi sayang makanya kamu jangan goda mas terus"
"Emmmm katanya kemarin mau lupakan aku, sekarang gak tahan juga kan"
"Bagaimana mas bisa tahan dengan indahnya tubuhmu dan apalagi Dini mulai sekarang tak akan curiga lagi jadi kita akan bebas"
"Ia tapi sekarang tahan dulu, kita lanjut ke kantor ya mas"
Dengan rasa yang amat kecewa Dion mulai menyetater mobilnya dan mulai melanjutkan pergi ke kantor.
"Mas jangan marah dong, nanti tampannya hilang loh"
"Emmm kamu ini ada-ada aja, bisa aja merayu aku"
"Dah jangan marah bagaimana sepulang kerja kita ke hotel sebentar, aku akan buat mas tak akan lupa hari ini. dan mas pastinya akan selalu ketagihan"
"Benarkan Nita, aku ingin sekali hari ini cepat berlalu dan kita bisa cepat bersatu, tapi kalau kita pulang malam, apakah Dini tidak curiga"
"Mas bisa kirim pesan bahwa akan lembur bareng aku, gitu saja selesai semua urusan"
"Kamu memang kekasihku yang pintar. aku semakin sayang sama kamu"
Dion langsung mencium kening Nita.
__ADS_1
bersambung