
Mira termenung di sudut ruangan, dan bingung atas apa yang akan dia lakukan sekarang, sementara di kamar terdengar suara tangisan anaknya yang tak ada henti-hentinya, sampai-sampai suara tetangga yang yang terdengar berteriak padanya.
"Mira!!!!!!! anakmu ituloh nangis terus, apa kamu tak bisa jadi ibu, makanya masih kecil jangan hamil dulu, jadi merugikan tetangga jika anakmu nangis terus kami tidak bisa istirahat jadinya"
Mira hanya bisa terdiam dan tak tau lagi apa yang akan dia perbuat sekarang, dia tidak punya makanan dan susu buat anaknya, bahkan hari ini dia juga belum makan, bagaimana air susunya keluar sedangkan tidak ada makanan yang masuk dalam perutnya, ia semakin terpuruk rasanya dunianya runtuh hari ini"
Dia sangat menyesal telah percaya pada seorang laki-laki dan menikah muda namun pada akhirnya ia ditinggalkan dan dicampakkan, usianya sekarang 19 tahun.
Sejak mantan suaminya meninggalkannya ia tidak pernah sama sekali datang dan memberikan nafkah pada anaknya, sedangkan Mira juga tidak bekerja, dia yang dulu cantik dan terurus sekarang terlihat dekil dan kusam.
Terdengar suara orang mengetuk pintu.
"Tok..... tok!!! Mira ini mbok Ginah, ayo buka pintunya"
Namun masih saja tak ada suara.
"Mira buka pintu, ini ada makanan, kasihan anakmu nangis terus mungkin dia lapar"
Mira berjalan sempoyongan dan membuka pintunya.
"Ia mbok"
"Ayo makan Mira"
Mira masih saja terdiam.
"Kamu jangan diam begini, coba kamu lihat anakmu, dia tak punya salah, kalau dia bisa milih pasti dia akan memilih dilahirkan dari ayah dan ibu yang lelap dan berkecukupan, jadi kamu jangan egois, coba bangkit dan cari kerja apa gitu, kamu ini cantik pasti akan banyak yang mau pekerjakan kamu"
"Aku mau kerja apa mbok, aku hanya lulusan SMP dan aku janda juga"
"Sudah sekarang kamu makan yang lahap dan mandi, ini mbok juga bawa susu buat anakmu, mbok bikinkan dulu, nanti mbok kasih tau kerjaanmu apa"
Mira lalu makan dengan sangat lahapnya dan mbok membikinkan susu anak perempuannya yang berusia 1 tahun.
"Enak kan Mira, nih liat anakmu juga sangat senang sekali minum susunya"
__ADS_1
"Ia mbok, Mira langsung mengambil anaknya yang ada pada pelukan mbok Ginah"
"Maafkan ibu ya nak, ibu terlalu egois memikirkan diri ibu sendiri, ibu janji setelah ini kita tak akan kelaparan lagi, ibu akan berusaha dengan sekuat tenaga, ibu hak peduli bagaimanapun caranya kita tak akan kelaparan lagi"
"Sudah mbok gendong anakmu, sana bersih diri dan mandi"
Mira langsung bergegas mandi, dan tak lama kemudian dia keluar dari kamarnya dan terlihat sedikit segar dan cantik, apalagi dengan rambut yang terurai panjang, dan tubuhnya yang sangat mulus putih.
"Mbok bisa bantu aku, aku sudah bingung sekali mbok harus kerja apa"
"Ini cuma saran saja, tapi terserah kamu mau atau tidak"
Mbok Ginah adalah orang paling kaya di daerahnya, orang mengira ia adalah seorang pengusaha namun sebenarnya ia adalah seorang germo, dia terlihat keibuan namun ia adalah wanita yang sangat kejam.
"Sudahlah mbok, pekerjaan apa saja aku mau asalkan aku bisa makan, aku lelah mbok hidup begini, aku juga ingin hidup bahagia dan tak hidup kelaparan"
"Oke besok aku akan membawamu ke tempat kerjanya, tapi kamu harus dandan secantik mungkin"
"Tapi mbok, anakku dengan siapa? "
"Gampang kalau kamu setuju dengan kerjaan ini, aku akan menyewakan tempat los untukmu, dan anakmu akan aku carikan pembantu untuk merawatnya, jadi pas kamu kerja kamu tak akan kefikiran dengan anakmu"
"oke aku pulang dulu besok aku kemari lagi"
"Ia mbok makasih sekali, aku tak tau harus bagaimana membalas kebaikan mbok padaku"
Mbok pun pergi dari rumahnya, dan Mira memeluk anaknya dalam kamar sambil berkata pada anaknya.
"Ibu tak akan lagi membuatmu kelaparan nak, dan akan melakukan segalanya buat kamu, dan ibu akan tunjukkan pada dunia bahwa ibu bisa, dan kita tak akan diremehkan lagi oleh orang, dan apalagi ayahmu akan aku balas nak semua kejahatan yang dilakukan dia pada kita"
Suasanapun semakin larut dan mereka berdua akhirnya tertidur lelap.
Tak terasa pagipun telah tiba terdengar suara suara ayam yang sudah berkokok menandakan pagi, Mira membuka jendela kamarnya dan berharap pagi ini ia bisa memulai hidupnya yang baru dan semua penderitaan yang ia telah terima selama ini akan pergi.
"Tok..... tok"
__ADS_1
Suara ketukan pintu, dia heran siapa tamu yang datang sepagi ini.
Mira membuka pintu betapa kagetnya ia, melihat seorang laki-laki yang berada di depan pintu itu.
"Maaf apa benar ini rumah bu Mira?"
"Ia benar sekali itu saya"
"Ini ada titipan baju dan susu dari mbok Ginah"
Mira sedikit bingung mengapa mbok begitu baik padanya padahal ia bukan siapa-siapa dari mbok Ginah.
Mira masuk ke dalam rumah dan membuka bungkusan itu, dan kagetnya ia setelah membuka ternyata ada dress merah yang indah serta ada HP keluaran terbaru, susu serta tulisan.
"Mira ini semua untukmu, Mbok harap kamu tak lupa dengan kata-katamu, kamu akan bekerja apapun demi kehidupanmu, mbok akan menjemputmu jam 4 sore jadi kamu harus siap-siap dengan barang yang telah mbok berikan padamu"
Mira semakin bingung sebenarnya pekerjaan apa yang ditawarkan padanya. Namun dia sudah bertekat tak mau hidup susah lagi.
jam semakin berlalu dan tak terasa waktu sudah mendekati jam 4 sore Mira mulai bergegas untuk berdandan, ia menggunakan gaun merah yang sangat mewah itu dan berdiri di depan kaca, ia sangat kaget apakah benar yang di depan kaca ini adalah dirinya.
Ia memandang wajah wanita yang dicermin begitu cantik dengan rambut hitam yang terurai panjang seraya memakai sepatu tinggi dan kulitnya yang putih membuat dirinya terlihat sangat cantik sekali.
Terdengar suara mobil yang berdiri didepan rumahnya, Mira langsung bergegas membuka pintunya, benar saja itu mbok Ginah yang datang.
"Wah Mira kau terlihat cantik sekali, dan terlihat seperti belum punya anak, nah ini pasti kamu akan banyak yang suka dan jadi primadona di tempat kerja nanti"
"Ah mbok, bisa saja, terus anakku mbok bagaimana? '
"Ni aku bawakan pembantu dia akan menjaganya sementara ini"
"Terimakasih sekali ya mbok"
"Udah ah jangan banyak terimakasih, ayo kita berangkat"
Mira masuk dalam mobil, sementara itu banyak tetangga yang mulai bergosip tentangnya.
__ADS_1
"Wah kita harus hati-hati dengan suami kita, lihat janda Mira cantik banget tuh, jangan-jangan dia mau jadi wanita malam, tau sendiri kalau sudah sama mbok Ginah pasti ya itu"
bersambung