Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 12


__ADS_3

Terkadang orang yang terdekat sekalipun, orang yang di percaya dan orang yang kita sayang adalah orang yang menyakiti kita paling dalam.


"Sayang ini aku buatkan jus buat kamu"


Dini sangat suka sekali dengan perhatian suaminya.


"Terimakasih sayang, kamu baik sekali"


"Ia lah, istri itu harus disayang tidak boleh di sakiti dan dibuat nangis"


Dini senyum-senyum sendiri. merasa bahagia.


Dini lalu meminum jus yang telah dibuatkan oleh suaminya.


"Bagaimana sayang, enakkan??? "


"Ia donk pastinya enak karna yang buat suamiku tersayang"


Tak lama kemudian Dini merasa sangat ngantuk sekali dan lemas.


"Sayang kok aku tiba-tiba lemas dan mengantuk sekali ya, kenapa aku begini gak biasa-biasanya aku ngantuk begini"


"ia ini sudah malam ya pantas kamu ngantuk sayang, ya sudah kamu istirahat tidur biar tidak lemas dan pusing"


"Ia sayang aku tidur duluan ya"


"Ia sayang, aku mau ke kamar mandi dulu ya sayang,


Dion sangat senang sekali melihat istrinya tertidur pulas dan ia langsung saja ke kamar Nita.


"Tok..... tok" Nita buka pintunya aku Dion kekasihmu"


"Kenapa kamu malam-malam kasini mas"


"Sudahlah buka pintu dulu"


"Nita langsung saja yang kelelahan sangat jengkel sekali karna dia sangat ngantuk malah Dion menemuinya.


"Cekrek..... cekrek"

__ADS_1


Nita membuka pintunya.


"Ada apa mas, apa kamu tak tau ini sudah larut malam, aku ngantuk"


Dion terdiam hanya memandang gunung kembar yang ada di depan matanya yang terlihat lembut, kenyal dan sangat menyenangkan, dan sepertinya enak untuk dinikmati.


"Ayolah masuk kamar" ucap Dion sambil mendorong pintu itu.


Nitapun didorong Dion dan terjatuh di atas kasur.


"kamu mau kan yang aku minta Nita"


"Emmm aku tau yang mas mau, tapi aku lagi malas sekali, pastinya nanti buru-buru mas melakukannya karna takut ketahuan, akutuh gak mau tanggung-tanggung pingin lama mas, aku mau mas muasin aku, kalau cuma sebentar mending tak usah sekalian aja, lagian aku sangat lelah sekali"


"hussst...... husstttt jangan banyak bicara, malam ini aku seutuhnya milikmu, hanya dirimu, untuk malam ini kita bebas melakukannya sampai pagipun tak apa-apa karna malam ini mas seutuhnya milikmu"


"Kok bisa begitu, kak Dini emang dimana? kalau dia bangun bagaimana? "


"Sudah jangan banyak tanya semua sudah ku urus dengan baik, ini sebagai caraku menebus kesalahanku padamu sayang"


"Aku masih bingung bagaimana caranya kau urus kakakku agar dia tidak bangun sampai nanti"


"Aku kasih dia obat tidur jadi malam ini kita aman untuk berdua"


"Ia tentu benar sayang semuanya aku lakukan demi kamu sayang, ini semua bukti sayangku padamu"


Dion mulai merebahkan badan Nita. Dia hanya bisa tersipu malu dan siotong langsung tak bisa lagi dikendalikan lagi.


"Mas pelan-pelan saja, jangan buru-buru seperti mau dikejar seseorang saja, kita nikmati ya mas"


"Ia sayang pastinya"


Dion mulailah menanggalkan pakaian Nita satu per satu sampai tak ada yang tersisa lagi, yang tersisa hanyalah keindahan Nita saja.


Tangan halus Dion mulai menjelajahi gunung dan langsung turun ke lembah nikmat itu, otong yang sudah tegap ingin cepat masuk ke lembah.


"Emmm sayang kenapa kamu pintar sekali gini sayang rasanya enak"


"Husssst diam dan nikmati saja ya sayang"

__ADS_1


"Ia sayang"


Kasur adalah saksi bisu dimana mereka bersatu berdua.


"Encit....... encit"


Bunyi kasur naik turun karena goyangan mereka yang naik dan turun, merah-merah yang ada di kulit Nita adalah saksi bisu keganasan Dion, Nita merasa kewalahan juga malam ini. Otong yang berjuang belum juga merasakan puncaknya.


"Sayang sudah ya"


"Sudah apa, aku belum merasakannya sayang, kita ganti posisi ya biar lebih enak"


"Haduh sayang"


"Sudah nurut saja nanti pasti lebih sayang"


Akhirnya nita menuruti perkataan Dion dan mereka melakukannya dan pada akhirnya si otong pun mencapai apa yang dibilang enak itu.


"Aduh sayang enak sekali, rasanya mak nyus" ucap Nita sambil menggigit bibirnya.


"Ia sayang, aku rasanya enak sekali sayang lempitanmu nikmat sekali, siapa yang gak ketagihan kalau rasanya begitu"


"Terimakasih ya sayang atas malam ini" ucap Nita sambil memeluk Dion.


"Ia sayang, aku berharap kamu jangan sampai meninggalkan aku, apalagi kamu mulai suka dengan Dirga, saat kamu jalan sama Dirga rasanya aku sangat cemburu dan ingin marah sekali"


"Apa benar begitu, besok pagi kalau ada kakakku, pasti kamu akan lupa dengan apa yang kamu katakan ini, aku sudah hafal sekali tentang kamu"


"Tidak sayang"


Mereka berdua mulai memakai pakaiannya.


"Aku kembali ke kamar Dini ya"


"Katanya kamu sudah kasih obat tidur, malam ini tidur disini saja sayang, aku juga mau kamu"


"Ia tapi besok pagi cepat bangunin aku ya sebelum Dini bangun"


"Ia sayang"

__ADS_1


Akhirnya mereka tidur berdua dalam selimut yang sama dan Dini sendiri di kamarnya


bersambung


__ADS_2