
1 bulanpun berlalu setelah perceraian itu.
"Tok......tok" suara orang mengetuk pintu.
"Cekreekk....... cekreeekkk"
Betapa kagetnya Dini yang ada di luar adalah Nita.
"Ada apa lagi kau kemari"
"Aku hanya mau. ketemu ayah sama kasih undangan ini"
"Kalau untuk nyakitin ayah, aku tak akan pernah ikhlas, jadi aku tak bolehkan kamu ketemu ayah"
"Kamu tak ada hak melarang aku, dia itu juga ayahku dan kewajiban dia juga menikahkan aku"
Ayah mendengar ada keributan di luar.
"Nak ada apa sebenarnya kok ribut sekali"
"Oh kamu Nita, kenapa kamu ada disini"
Nita tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi.
"Ayah aku mau menikah jadi aku mau ayah jadi wali nikahku"
"Mana mungkin aku bisa menikahkan kamu dengan Dion, nak berfikirlah dengan baik jika kamu nekad menikah dengan Dion maka nasibmu akan sama dengan kakakmu, ketika kau tak lagi yang seperti yang ia harapkan maka ia akan mencari wanita yang lebih darimu nak, ayah yakin itu"
"Tak mungkin ayah dia baik sekali dan tak mungkin jahat"
"Terserahlah yang pasti ayah tak mau menikahkanmu"
__ADS_1
"Ayah memang tak adil dan pilih kasih, aku sudah baik-baik meminta sama ayah namun ayah tak mau juga, kakak bilanglah sama ayah agar mau menikahkanku kalau kakak yang bilang ayah pasti setuju"
Meski adiknya jahat namun memang kewajiban ayahnya menikahkan anaknya.
"Yah datanglah untuk menikahkan Nita, aku tidak apa-apa yah tenang Dion itu bukan siapa-siapa aku, dia hanya mantan suami dan ayah dari anakku saja"
"Aku muak ketemu Dion nak, kalau aku datang apa tidak seperti aku mendukung perselingkuhan mereka"
"Sudahlah datanglah yah"
"Aku tak sekuat itu nak"
"Ayah tak adil padaku, aku juga anakmu, aku gak mau tau ayah harus datang kalau tidak kakak antar ayah ke pernikahanku" ucap Nita.
"Sudah ayah saja yang datang setelah ini kau jangan ganggu kakakmu lagi"
"Oke kalau gitu, aku juga bawa barang-barang kakak yang sudah tak berguna dirumahku, tadinya akan aku bakar. tapi lihat keadaan kakak yang serba kekurangan sekarang aku kasihan dan membawanya kemari"
"Nita urusanmu sudah selesaikan!!!! silahkan keluar dari kontrakanku ini"
"Sombong sekali kamu ini, baru punya kontrakan saja sombong, lagian aku juga tak mau lama-lama di kontrakan yang kecil dan panas ini"
"Ya sudah kalau gitu silahkan pergi, aku janji ayah akan datang jadi kamu bisa pergi lagian aku mau antar banyak orderan baju ini"
"Ah baju tak bermutu aja banyak yang beli, ya sudah aku pergi"
Nita pergi dari rumah Dini.
"Ayah aku pergi dulu ya"
"Kamu bawa baju sebanyak ini naik angkot nak"
__ADS_1
"Ia yah, berdoa saja kalau usaha ini lancar kita bisa beli motor ya yah, aku punya impian bisa punya rumah yang nyaman dan ayah bisa naik haji"
"Amin nak semoga usahamu dipermudah"
"Aku selalu yakin yah, selagi niat kita baik pasti akan berakhir baik juga"
"Amin"
Dini pergi dengan membawa baju-baju itu tapi saat dia akan masuk dalam angkot tiba-tiba dia terpeleset namun saat ia akan jatuh tiba-tiba ada seseorang laki-laki tampan yang membantunya.
"Kamu tak apa-apakan mba"
Suara itu serasa tak asing sekali bagi Dini, dia menoleh dan melihat laki-laki yang berparas tampan, putih dan tinggi.
"Dini ini kamu"
Benar saja laki-laki itu adalah pacar Dini saat SMP dulu.
"Kamu Rian"
"Ia aku Rian, kamu tidak apa-apakan"
"Tidak, kenapa kamu ada disini Rian"
"Aku pas lewat dan lihat wanita akan terjatuh tak taunya itu kamu Din"
"kamu bawa banyak sekali baju, ayo bareng aku saja pakai mobilku"
"Ah aku tak mau merepotkan. aku pergi dulu ya, semoga kita bisa ketemu lagi"
bersambung
__ADS_1