
"Sudah ya, kita sudah tak ada urusan lagi, kau bukan istriku lagi, jadi jangan hubungi aku lagi apalagi minta bantuan padaku" ucap Dion.
"Tenang saja aku tak akan pernah butuh kamu lagi, aku ucapkan juga semoga kamu dan Nita bisa bahagia selamanya, Dion aku yakin hukum karma itu ada, sekarang kamu bisa sombong tapi suatu saat nanti kesombonganmu akan hilang bersama dengan waktu"
"Itu adalah hal yang tak mungkin, camkan itu!!!!setelah ini aku akan bahagia bersama Nita wanita yang cantik dan bisa buat aku bahagia"
Dini melangkahkan kaki keluar dari ruang sidang, di luar Dion sudah disambut oleh Nita, Dini lihat raut wajah Nita sangat bahagia sekali melihat mereka sudah bercerai tak ada rasa bersalah sedikitpun di wajah Nita yang ada hanya bahagia.
"Mas Dion bagaimana, berhasilkan" tanya Nita ke Dion.
"Tentu saja sayang berhasil, sekarang aku sah bercerai dan sebentar lagi kita akan menjadi suami istri"
Nita langsung mencium Dion dihadapkan Dini, sungguh wanita yang tidak punya hati nurani sedikitpun.
"Kenapa kak, kamu lihatin aku ciuman sama mas Dion, kakak cemburu ya atau iri"
"Tak ada kata iri dalam hati kakak cuma kakak heran saja, dosa kakak apa sebenarnya kok bisa punya adik yang tak punya hati nurani sepertimu"
"Udahlah kak bilang saja kakak ini iri sama aku, tak usah berkelak"
"Sudahlah aku malas bicara lagi sama kalian, semoga kalian bahagia saja, aku pamit"
Dini meninggalkan mereka berdua.
"Sayang ayo kita rayakan hari perceraian ini" ucap Nita ke Dion.
__ADS_1
"Ayo sayang, ini ide yang bagus, aku sudah mempersiapkan tempat yang bagus buat kita berdua sayang, disana kita juga bisa memadu kasih.
"Wah aku jadi penasaran jadinya mas"
"Ayo masuk mobil dan kamu akan tau kejutannya"
tak berapa lama mereka berdua tiba di sebuah villa di tepi pantai dengan pemandangan pantai yang begitu indah dan terdengar hembusan pantai dan udara yang begitu amat segar.
"Sayang indah sekali ini, aku suka sekali terimakasih ya sayang kado terindah ini"
"Ia sayang untuk orang yang terkasih sepertimu apa yang tidak"
Mereka berdua masuk ke dalam villa.
Tiba-tiba Dion berlutut di kaki Nita.
"Wahai kekasihku maukah kamu menjadi istriku" ucap Dion sambil memegang sebuah cincin berlian.
"Ia sayang aku bersedia menjadi istrimu"
Dion mulai mendekati Nita dan memakaikan cincin pertunangan itu.
"Sayang ini indah sekali aku sangat menyukainya sayang"
"Ia untuk orang yang aku cintai ini belum seberapa"
__ADS_1
Nita saking bahagianya memeluk Dion dan mereka berdua berciuman dengan sangat mesra, mereka terbawa oleh suasana pantai yang begitu indah disusul pemandangan yang indah beserta deburan ombak.
Dion menggendong Nita ke arah kasur dan meletakkannya doa atas kasur, mulailah otong tegak tak terkendali dan akhirnya mereka berdua bermadu kasih di atas kasur.
"Nnyit...... nyit"
"Aduh mas bunyi kasurnya, kamu yang pelan ya"
"Habis enak sayang, ini yang buat aku makin cinta padamu"
Di tempat lain Dini kembali ke rumahnya dengan perasaan lega dan menyandang status baru seorang janda beranak satu.
"Din kamu sudah pulang" ucap ayah.
"Sudah yah"
"Bagaimana nak lancar kan semuanya"
"Tentu saja yah, aku sekarang sah bukan lagi menjadi istrinya"
"Bahagia selalu ya nak ayah yakin suatu saat nanti kamu akan menemukan laki-laki yang baik, tulus dan benar-benar sayang padamu dan anakmu"
"Amin ayah"
bersambung
__ADS_1