Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 43


__ADS_3

"Silahkan permaisuri masuk ke dalam. mobil" ucap Rian dengan segala rayuannya.


"Udahlah Rian tak usah merayu begitu, aku jadi malu jadinya, ada ayah juga disini, apa kamu tidak malu bicara begitu"


"Kenapa aku harus malu ya yah, emang kenyataannya anak ayah ini seperti permaisuri"


"Haaaaa, tawa ayah, kamu memang dari dulu sampai sekarang pintar sekali kalau bercanda"


"Tapi sayang yah, aku tak pintar menaklukkan hati anak ayah"


"Udah-udah tidak usah ngegombal lagi, ayo cepat berangkat, ini sudah ditunggu mereka pastinya" ucap Dini.


"Biarkan saja mereka menunggu, aku juga tidak perduli" jawab Rian.


Benar saja tak lama kemudian HP ayah Dini berdering.


"Kring...... kring!!! ayah dimana sih, ini para tamu dan penghulu sudah menunggu tapi ayah belum juga datang"


"Ia ini lagi dijalan, sabar kenapa" ucap ayah dengan nada yang jengkel.


Akhirnya mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka ke rumah Dion.


Tak lama kemudian mereka tiba dirumah yang besar, megah dan indah, luka lamapun terbuka kembali, seketika Dini yang riang jadi terdiam, dia teringat akan banyak kenangan yang ada dirumah ini, Rian yang melihat Dini terdiam segera menghiburnya.


"Kenapa kamu diam, jangan sedih nanti kalau kita menikah akan aku buatkan rumah yang jauh lebih megah dan besar lebih dari rumah ini, dan kamu adalah satu-satunya ratu yang ada dirumah kita nanti, serta dari adalah raja kecil kita"

__ADS_1


"Haaaaa, Rian!!! kamu itu pintar sekali berkata-kata. Ya sudah ayo kita turun, ayah duluan masuk saja, aku nanti masuknya sama Rian"


"Ya sudah, ayah masuk duluan ya"


Nita bahagia sekali melihat ayahnya akhirnya datang dan merestui pernikahan dia dengan Dion, Nita berlari memeluk ayahnya.


"Ayah aku senang ayah datang"


"Aku datang karena permintaan kakakmu, kalau bukan karna kakakmu aku malas datang"


"Ya sudah yah, ayah disini sebentar lagi pernikahan dimulai"


Akhirnya pernikahanpun akan segera dimulai, namun terdengar pembicaraan para tamu.


"Ih Nita itu gak tau malu sekali ngerebut suami kakaknya, kok bahagia begitu ya"


Saat ayah akan memulai akad Nikah Dini dan Rian masuk ke dalam acara, dan semua mata tertuju pada mereka.


"Itu Dini kan" ucap tetangga mereka.


"Ia itu Dini"


"Ya Tuhan cantik sekali, aku aja sampai tak kenal, Dion pasti menyesal membuang mutiara seperti Dini"


"Ia tuh liat juga yang disamping Dini, ganteng sekali, Dion mah lewat pasti Dion nyesel banget tuh"

__ADS_1


"Kamu bisa liat muka Dion yang memandang Dini gak berkedip gitu, pasti nyesel"


"Ia biar kapok laki-laki kayak gitu" ocehan para tetangga.


Sedangkan Nita sangat marah sekali melihat kakaknya menjadi cantik, apalagi ia memandang Dini tanpa berkedip.


"Mas!!! jangan melamun gitu, kita sebentar lagi akan menikah"


"Aku lagi heran Nita, si Dini bisa juga cantik, terus siapa itu laki-kaki disampingnya"


"Kamu cemburu ya, kita akan menikah loh mas"


Dini mendekati mereka berdua dan mengucapkan selamat pada mereka berdua tanpa wajah yang sedih.


"Selamat menikah ya dik!!! semoga kamu bahagia"


"ia kak, apa maksud kakak, dandan cantik gini. apa kakak akan merebut mas Dion"


"Ah kamu, jangan berfikir jelek gitu, aku tak seperti kamu yang ngerebut laki orang, aku juga sudah punya laki-laki yang jauh lebih baik, kenalkan ini Rian"


"Oh kamu Rian, kamu pastinya miskin sama seperti kakakku tanggal punya apa-apa"


"Aku miskin tapi aku kaya hati, tidak seperti kamu" ucap Rian.


"Sudahlah aku malas berdebat, cepat kalian menikah, ayah cepat nikahkan mereka terus kita pulang"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2