Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 33


__ADS_3

Ku mulai kehidupanku yang baru bersama ayah dan calon anakku disebuah kontrakan kecil dan dengan dunia yang baru, aku bahagia dan lega akhirnya masa-masa sulit telah aku lewati dengan kesabaranku.


"Nduk!!!!! jangan melamun begitu gak bagus loh sayang"


"Aku gak melamun yah, cuma lagi bersyukur atas kehidupan yang indah ini"


"Ia sayang bagaimanapun susahnya kehidupan ini kamu harus tetap bersyukur dan juga sayang harus optimis tidak ada yang tak mungkin didunia ini selagi kita mau berusaha dan berdoa"


"Ia ayah sayang aku akan selalu ingat itu"


Mereka berdua saling berpelukan dan saling menguatkan.


Tiba-tiba bayi yang ada diperut Dini menendang dan bergerak seolah ia tau bahwa ibunya sedang berusaha yang terbaik untuk dirinya.


"Ayah lihat bayiku menendang"


"Oh ia nak!!! pasti dia bahagia lihat ibunya juga bahagia jangan bersedih lagi ya nak"


"Siap ayahku sayang"


"Klunting.....klunting" pesan wa di hp Dini yang berisi berbagai macam model pakaian yang bisa ia jual lewat facebook dan twitter, serta ia ingin juga berjualan live langsung di tik tok"


"Ia makasih bu Sri aku akan berusaha maju, bismillah aku mulai jualan ya bu" pesan Dini ke bu Sri.


"Ia sayang tetap semangat dan pantang menyerah"


Bu Sri adalah sosok yang jadi panutan bagi Dini sekarang.


Dini mulai mengupload foto-foto tersebut di semua media dengan harapan ada yang mulai memesannya, namun hal yang baru dimulainya tak selamanya berjalan mulus selang 1 jam belum ada yang memesan baju darinya, malah adiknya Nita memberikan komentar buruk padanya.


"Oh kakakku sayang. sekarang turun derajat ya, yang tadinya jadi ratu sekarang jadi jualan begini, kasihan sekali kak, nasibmu sekarang!!! sudahlah kak, kemarilah kami bisa membayarmu mahal jika kamu mau kesini"


Dini yang membacanya kembali bersedih kembali.

__ADS_1


"Nak kenapa bersedih!!! " ucap ayah.


"Belum ada yang beli yah"


"Ya sabar namanya saja baru memulai usaha tidak selamanya lancar nak"


"Ia yah, malah Nita komentar aneh-aneh"


"Sudah hiraukan saja. orang yang akan menilai dia bagaimana dan biarkan Tuhan yang bekerja untuk membalas apa yang ia lakukan kita cukup berdoa dan berusaha.


Tak lama Dion menyusul komentar di postingan Dini juga,"Kamu dimana, tak usah jualan begini aku yakin kamu tak akan pernah sukses"


Namun kali Ini Dini tak diam dia membalas komentar Dion. "Kamu bukan Tuhan yang bisa meramal nasibku, jangan ganggu aku"


Selang 2 jam ada telefon dari seseorang.


"Kring..... keong!!, apakah ini Dini"


"Ia aku Dini"


"Mira!!!!! tentu saja aku ingat, bagaimana kabarmu Mira?"


"Baik Din, begini Din aku tadi baca postinganmu tentang baju-baju cewek aku tertarik sekali aku lihat juga harganya murah dan terjangkau jadi aku minat Din, apakah barangnya ada, soalnya aku baru aja bangun ruko rencana akan ku isi dengan baju-baju wanita terus kebetulan aku lihat postinganmu, bagaimana Din"


Dini terdiam terasa tak percaya atas apa yang didengarnya.


"Din kenapa diam"


"Oh ia Mira tentu saja aku setuju"


"Kalau sore nanti kita ketemu bisakan"


"Kalau besok bagaimana Mira, karna aku harus mempersiapkan baju yang akan aku bawa ke dirimu"

__ADS_1


"Ia juga aku mau kamu bawa 2 contoh baju dari tiap model karna aku mau lihat bahannya juga"


"Ia aku setuju, kita ketemu dimana"


"Kita ketemu di cafe cinta jam 09.00 pagi ya"


"Siap aku pasti akan datang tepat waktu"


"Sudahlah jangan formal gitu, aku juga rindu sama kamu, sudah lama kita tidak berjumpa juga"


"Ia Mira sampai ketemu besok ya"


Dini tersenyum sangat bahagia sekali akhirnya ada orderan masuk dan jumlahnya pasti akan banyak.


"Sayang kenapa kamu senyum begitu"


Dini berlari memeluk ayahnya.


"Ayah benar kata ayah Tuhan itu sangat baik pada umatnya selagi kita mau berusaha akhirnya sah selama 5 tahun tanganku selalu dibawah dan hanya bisa minta uang kepada laki-laki sebentar lagi aku sudah bisa mendapatkan uang sendiri yah ayah aku dapat orderan baju"


"Ayah ikut senang nak mendengarnya tetap optimis ya sayang"


"Ia ayah"


Dini lekas menelfon bu Sri untuk memberitahukan kabar baik itu.


"Siang bu, akhirnya aku dapat orderan bu dari teman yang akan buka usaha tapi dia minta contoh 2 model dari setiap baju, bisa kan bu"


"Alhamdulillah ya Din, ibu ikut senang, tuh kan kamu bisa!!! tidak ada yang tak mungkin jika kita mau usaha tetap semangat ya. kamu ke pabrik ibu langsung ya, ibu ada di pabrik"


"Baik bu"


bersambung

__ADS_1


"Ia b


__ADS_2