
"Ku pandang wajahku di depan kaca, aku sudah tak seperti diriku yang dulu, dulu aku cantik menarik namun aku sekarang sudah tak terurus lagi, apakah ini yang dirasakan kakakku dulu, rasanya aku ingin berlari ke pelukan kakakku dan bersujud di kakinya dan berkata kakak maafkan semua kesalahan adikmu ini, namun aku tak sanggup bila harus bertemu orang yang telah aku sakiti, Tuhan inikah caramu untuk memberikan aku pelajaran hidup yang sangat berarti ini, Tuhan aku tak kuat bila harus menerima ini semua"
"Nita kemarilah, aku lapar" teriak Dion.
"Ya mas aku keluar"
Nita melangkahkan kakinya keluar dan menemui Dion dengan pacarnya.
"Ya mas ada apa? "
Nita melihat suaminya berpelukan mesra di hadapannya, hancur sekali hatinya bulir-bulir air mata jatuh dari pipinya, rasanya ia sudah tak sanggup lagi bertahan, namun ia sadar bila ia pergi dari rumah ini dia akan pergi kemana sedangkan ia tak mempunyai uang sedikitpun.
"Ambilkan aku makanan 2 piring dan jus alpukat juga, kamu mengerti"
"Tapi mas"
"Tapi apa, kamu sudah pahamkan. kalau kamu mau tinggal disini ya kamu harus layani aku dan ira calon istriku, harusnya kamu paham"
"Tapi aku bukanlah pembantu mas"
"Loh mulai membangkang kamu, sudah turuti saja perkataanku sekarang, tak ada gunanya lagi kamu melawan, bukannya dulu kamu pernah berbuat begini sama kakakmu, sudahlah kalau mau jadi istriku ya. layani aku"
__ADS_1
Nita berbalik arah dan menyiapkan semua yang di minta Dion, hatinya rasanya hancur sehancur-hacurnya namun ia sadar, ia dulu pernah jahat p\da kakaknya, mungkin ini balasan Tuhan untuknya.
"Ini mas makanan dan minumannya"
"Nah gini dong jadi istri. tuh yang berguna bukan jadi istri yang gak ada gunanya, rugi aku kasih makan kamu tiap hari, hamil gak bisa terus apa yang kamu bisa"
Nita sudah tak kuat lagi menahan hinaan suaminya lalu ia berlari ke kamar, namun Dion masih saja berteriak.
"Dasar beraninya cuma menangis saja"
"Sabar dong sayang, jangan marah-marah. terus nanti tampannya hilang kan besok kita akan menikah jadi jangan marah-marah" ucap Ira pacar Dion.
"Sayang lalu aku sekarang tidur dimana? gak mungkin kan aku tidur di kamar tamu yang kecil. itu, aku maunya kamar kita yang lebar dan bagus"
"Tenang sayang, kamar Nita untukmu sekarang biar dia tidur di kamar pembantu, lagian kita sudah tidak punya pembantu"
"Kalau gitu ya gak apa-apa sayang, makasih ya sayang, tapi kamu tidak akan perlakukan aku seperti istrimukan sayang"
"Tidak. sayang, asal kamu kasih aku anak aku akan sayang sama kamu selamanya"
"Aku akan kasih kamu anak yang banyak kalau kamu selalu baik. sama aku mas"
__ADS_1
"Memang. aku gak salah. pilih kamu Ira jadi istriku. yang ke dua, meski kamu istri keduaku namun aku akan perlakukan dirimu seperti istri pertama"
"Makasih sayangku emmuach....emmuach"
Iya naik ke atas dan akan mengusir Nita dari kamarnya.
"Kenapa kamu Ira kemari"
"Pergi kamu dari kamar ini, sekarang kamar ini milikku"
"Apa yang kamu bilang, ini kamar ku"
"Namun sejak hari ini, kamar ini jadi milikku jadi kamu pergi dari kamar ini"
"Kenapa kamu bisa begini dan bisa menyakiti hati wanita, kita sama-sama wanitakan kenapa kamu tega"
"Halo kamu bukan siapa-siapaku jadi aku bebas dong, apa kamu lupa dulu kamu pernah lakukan. ini sama kakakmu, jadi lebih jahat mana aku apa kamu"
Nita hanya bisa tertunduk dan menangis
bersambung
__ADS_1