
Dini masih saja merenung, heran kenapa adiknya yang baik sekarang bisa berubah.
Sorepun tiba Dion pun tiba dengan wajah yang terlihat sangat lelah sekali.
Dion masuk ke dalam rumah dan melihat istrinya sangat murung sekali.
"Ada apa kok murung sekali, jangan suka murung kasihan anak yang ada di dalam perut, emang ada apa sebenarnya" tanya Dion dengan nada yang keras..
"Mas sudah tiba ya, maaf aku tadi tak tau mas sudah pulang"
"Makanya jangan melamun terus, kamu belum jawab memangnya ada apa kamu begitu"
"Tidak apa-apa"
"Sudah jawab aja, aku tidak mau anak kita kenapa-kenapa karna kamu stres"
"Tidak mas biasa kakak dan adik agak kurang sependapat"
"Emang ada masalah apa"
"Aku menemukan banyak bekas cinta di badan Nita aku cuma memperingatinya tapi dia marah dan tidak setuju"
"Oh cuma itu, kamu itu tak usah mengatur adikmu dia sudah besar jadi biarkan dia melakukan sesuai yang ia mau"
"Kamu kok malah mendukung dia mas, bukannya tidak pantas jika belum menikah melakukan itu"
"Sudahlah kita ini sudah modern jadi jangan berfikir seperti orang jaman dulu. dan jangan bahas ini lagi aku lelah"
Dini merasa sangat sedih sekali orang yang ia sayang malah mendukungnya.
"Tiba-tiba ia merasakan sakit per yang amat sakit sekali.
"Mas Dion tolong aku" Teriak Dini pada suaminya.
Dion yang mendengar teriakan istrinya langsung berlari ke arah istrinya.
"Ada apa sayang"
"Mas perutku rasanya sakit sekali'" teriak Dini sambil menahan sakitnya.
"Ayo kita ke dokter, makanya mas bilang apa jangan berfikir macam-macam"
"Nita kemari" Teriak Dion.
Nita berlari mendekati kakaknya.
"Ya Tuhan kakak ada apa ini, kok kakak bisa kesakitan gini"
__ADS_1
"Aku juga tidak tau dik"
Dion segera mengeluarkan mobilnya dan menggendong Dini di dalam mobil.
"Nita anakku tidak apa-apa kan? "
"Ia kak, semuanya pasti baik-baik saja. Kakak sabar dan jangan khawatir sebentar lagi kita sampai kak"
Nita juga ikut khawatir dengan keadaan kakaknya yang pucat dan juga menahan sakit.
"Diam jangan mengeluh saja kamu, sudah aku bilang kamu rawat janin yang ada di dalam perut dan jangan stres tapi kamu tidak mendengarkan perkataan suamimu ini, jadi ini akibatnya kalau tidak nurut"
"Sudahlah mas Dion jangan bicara begitu kasian kakak ini loh" ucap Nita.
"Ia mas maafkan aku" ucap Dini.
"Sudah yang terpenting anak kita"
Mereka sampai di rumah sakit dan para suster mulai menangani dan memeriksa Dini.
Dr kandungan masuk dan mulai memeriksa Dini dengan melakukan USG.
"Dok bayi saya tidak. apa-apa kan" ucap Dini.
Setelah memeriksa kandungan dokter mengetahui kondisi bayinya.
"Tapi kenapa perut istri saya sakit sekali dok"
"Itu karna ibu stres jadi terjadi kontraksi sehingga ibu mengalami sakit perut yang luar biasa, mulai sekarang ibu harus istirahat total tidak usah capek-capek apalagi ibu stres, kalau ibu tidak jaga kondisi ibu maka akibatnya sangat fatal"
"Ia dok terimakasih sudah membantu istri saya"
"Ia sama-sama"
Dokter pun membawa Dini ke ruang rawat agar kondisinya lebih baik.
"Sayang maafkan aku ya, mulai sekarang aku janji akan jaga anak kita dengan baik"
"Ya sudah lagian sudah terjadi mau apa lagi, aku dan Nita pulang dulu ya, kami sebentar mau ambil baju gantimu dan beli makanan, aku lapar pulang kerja tadi belum makan"
"Aku sendirian jadinya mas disini"
"Kamu sudah besar kan!!!! nanti aku akan bilang perawat jadi dia bisa menjagamu sampai kami datang"
"Ia mas"
Dion dan Nita pulang ke rumah. Dalam perjalanan pulang mereka berdua berbincang-bincang.
__ADS_1
"Sayang jangan keras-keras sama kakakku, kasian tau kakakku sayang. Begitupun dia kakakku"
"Aku jengkel sekali sama dia, cuma jaga anak yang ada dalam perutnya saja tidak bisa, udahlah aku malas bahas dia yang terpenting sekarang kita bisa bersama"
Dion mulai memegang tangan Nita sambil berkata.
"Sayang dirumah nanti aku kasih kue apemmu ya"
"Emmm maunya, kondisi begini masih aja inget kue apem"
"Haaaaa ya ia donk, orang enak masak gak inget"
Merekapun tiba dirumah, setelah sampai rumah dengan bahagianya Dion mengangkat Nita.
,"Aduh sayang apa yang kau lakukan ini kenapa kamu menggendongku"
"Tak apa, tapi kamu suka kan"
"Ya pasti aku suka di gendong sama pacarnya, tapi aku mau kamu bawa kemana ini"
"Ke kamar dong pastinya"
Sampailah mereka didalam kamar.
"Sayang ini kamarmu dan kamar kakak Dini kenapa kamu bawa aku disini"
"Biar lebih hot sayang"
Dion tak bisa lagi menahan otongnya dan langsung melepaskan yang menutupi tubuh nita, layaknya anak kecil ia kembali menggendong Nita.
"Sayang aku mau dibawa kemana lagi, aku malu ini"
"Sayang kita main sambil bermain air ya"
"Emmmm ada-ada aja kamu ini"
Sampailah mereka dikamar mandi dan Dion menghidupkan kran kamar mandinya dan bermainlah mereka disana, terdengar suara nikmat.
"Ah...... ah..... ah"
"Sayang pelan-pelan, dasar otong nakal sekali dan pinter, bagaimana aku tidak ketagihan kalau begini"
"Enak kan sayang"
"Ia pasti enak sayang".
bersambung
__ADS_1