Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 51


__ADS_3

"Apa kamu kesini hanya untuk memenuhi nafsumu saja, lalu kau anggap apa aku ini mas, sadarlah mas, aku yakin Ira tak sebaik yang kamu kira, dia hanya mau harta mas saja, kalau soal anak ayo kita usaha bareng-bareng agar kita bisa dapat keturunan"


"Ah kamu ini bisa aja bicara kamu begitu karna kamu cemburu saja sama Ira, sudahlah jangan banyak bicara, aku sudah tak tahan lagi"


Dion mendorong Nita ke kasurnya.


"Jangan mas!!!!! jangan lakukan ini mas!! "


"Kamu istriku Nita jadi penuhi tugasmu"


Nita terjatuh ke kasur, dan Dion dengan ganasnya mulai beraksi, sotong yang dengan gagah perkasanya sudah tak tertahan mulai beraksi.


"Mas jangan!!!!! rintihan Nita.


"Sudahlah diam saja kau!!!! jangan banyak bicara"


Nita mulai memberontak, namun ia hanyalah seorang wanita yang kekuatannya tak sekuat laki-laki.


Nita menendang Dion, namun Dion dengan sigap memegang kakinya, dan setelah itu membungkam mulutnya dengan lakban hitam agar dia tak bisa berteriak sehingga Ira tak mendengar, Dion tak ingin Ira tau bahwa ia melakukan hubungan dengan Nita.


Nita merasa layaknya diperlakukan seperti hewan dan tidak bisa melakukan apa-apa, air mata yang jatuh di pipinya menandakan hancurnya hatinya, suami yang seharusnya memperlakukan dia dengan baik dan lembut malah memperlakukan dia seperti binatang jalan saja.

__ADS_1


Dion mulai beraksi diantara kulit lembut Nita, Nita hanya bisa pasrah saja dan menerima semua perlakuan Dion padanya.


"Tuhan kapan semua ini berakhir suamiku hanya menganggapku alat pemuas nafsunya saja"


Saat otong beraksi maju dan mundur terlihat wajah Dion yang sangat menikmati kenikmatan itu.


"Nita memang kau tiada duanya, sayangnya kau tak secantik dulu dan tak bisa kasih aku keturunan"


Nita hanya diam dan bicara dalam hatinya.


"Andai kau perlakukan istrimu layaknya ratu pasti istrimu akan cantik dan buat kau bahagia, soal anak Tuhan tau kapan waktunya yang tepat untuk memberikan anak, kapan kau sadar mas, kau dah hancurkan hati kakakku dan aku belum puaskah kau hancurkan hati wanita mas"


"Ingat jangan katakan ini pada Ira, kalau ini sampai kau katakan aku tak akan pernah kasih kamu uang dan tempat untuk tidur, kamu ngerti itu Nita"


Nita hanya diam saja dan tak membalas perkataan Dion.


"Hey Nita jangan diam saja apa kamu tuli ya"


"Aku mau bicara apa lagi mas, omongan mas bukannya perintah untukku jadi aku tak harus menjawabnya lagi"


Dion pergi dari tempat Nita dan Nita mulai membereskan pakaiannya yang berantakan.

__ADS_1


Di tempat lain bu Sri menelfon Dini untuk mengabarkan keadaan adiknya.


"Halo Din"


"Ia bu, ada apa ini?"


"aku hanya akan kasih kabar tentang adikmu"


"Ada apa dengan adikku bu"


"Dion menikah lagi dan adikmu dengan terpaksa menyetujuinya"


"Apa bu, tega sekali Dion sampai sekarang masih saja dia tidak berubah"


"Lalu bagaimana keadaan adikku bu"


"Dia sangat tertekan ibu sudah bilang ke dia untuk pergi dari rumah itu, tapi dia tidak mau karna dia merasa bersalah denganmu dan malu jika harus kembali ke kamu"


"Ya Tuhan apa yang ia fikirkan seorang kakak tak akan pernah melupakan adiknya meskipun ia telah jahat padaku"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2