
"Apa Dion kamu minta tolong, aku sudah bilang aku mau membantumu tapi sekarang tanda tangan dulu"
Dion termenung sejenak, dan ia berfikir kalau ia sudah tak ada gunanya sekarang ini, baginya harta sudah tak penting lagi, yang penting sekarang ia bisa makan dan ada yang merawat dia.
"Baik aku akan menandatangani surat itu, tapi kamu harus janji padaku setelah ini kamu harus merawatku"
"Sudah tak usah banyak bicara lagi, cepat tanda tangan sekarang juga"
Dion mengambil kertas itu dan lalu menandatangani surat itu, Ina terlihat tertawa puas sekali dan bahagia akhirnya dia mendapatkan semua harta Dion.
"Ina aku sudah melakukan apa yang kau suruh sekarang aku mohon urusi aku, aku lapar, dan bersihkan kotoranku ini aku mohon, aku merasa sangat jijik sekali"
"Apa kamu bilang mas aku harus buang kotoranmu, aku bukan pembantumu tapi aku pemilik semua harta ini"
Ina berteriak memanggil pembantu barunya.
"Mbok Darmi kemari"
"Ia non, ada apa? "
"Bersihkan kamar bapak, dan berikan pakaian ganti dan jangan lupa kasih bapak makan"
"Ia non"
Ina langsung keluar kamar untuk menelfon sams pacarnya.
"Halo sayang akhirnya aku berhasil mendapatkan semua hartanya, lalu apa yang akan kita lakukan sekarang sayang"
__ADS_1
"Kita buang saja ia dijalan lagian dia sudah tak ada gunanya lagi buat kita, tunggu aku sebentar aku akan kesan sekarang"
"Oke sayangku"
Dion masih saja menangis dikamar dia teringat dengan mantan-mantan istrinya yang telah ia sakiti dia sadar sekali bahwa semua ini adalah karma dari Tuhan karena ia telah menyakiti mantan istrinya.
Tak lama sams datang.
"Hai sayang akhirnya kau datang"
"Ia sayang" jawab sams sambil mencium Ina, "Dimana Dion"
"Itu dikamar sayang"
"Kalau gitu mari kita laksanakan rencana kita, setelah itu kita dapat hidup bahagia berdua dengan calon anak kita dan kita bisa menikmati harta ini bersama-sama"
"Ia sayang"
"Apa-apaan ini Ina, siapa dia"
"Oh ia aku lupa perkenalkan ia padamu, ia adalah calon suamiku dan juga ayah dari anakku"
"Apa kau bilang!!!! calon dari anakmu, kamu jangan bercanda begitu calon dari anakmu adalah aku sebagai ayahnya"
"haaaaaa dasar laki-laki bodoh!!!!! begitu saja kamu percaya bahwa anak ini adalah anakmu, kamu salah sams adalah ayah dari anakku, sekarang kamu ikut dengan kami"
"Mau kau ajak kemana aku"
__ADS_1
"Sudahlah ikut aku sekarang"
Sams membawa Dion dan memasukkannya kedalam mobil"
"Sudah diam didalam mobil, jangan banyak bicara nanti juga kamu tau aku akan membawamu kemana"
"Kalian berdua sungguh jahat sekali"
"Haaaaa, bisa saja Dion kau bicara begitu pada kami, apa kamu lupa bahwa kamu sama saja jahatnya dengan kami, jadi jangan sok suci begini"
"Sudah turunkan aku disini, aku sudah memberikan semua hartaku padamu, apa itu masih kurang untuk kalian tolong, kalian jangan sakiti aku, jangan lakukan ini padaku, aku mohon"
"Kami juga mau hidup bahagia Dion, tunggu bentar lagi kamu akan tau. kami akan membawa kamu kemana"
Tak lama mobil mereka berhenti di pinggir jalan.
"Kenapa minumnya berhenti" tanya Dion
"Kami sudah tiba, dan saatnya kamu memulai hidup barumu Dion dijalan, moga kamu lebih bahagia"
"Jangan-jangan kalian jangan tinggalkan aku disini aku mohon"
Namun dengan kejamnya sams menarik Dion dari mobil dan membuang kursi rodanya keluar.
"Ini kursi rodamu, semoga kau bahagia, tempatmu cocok dijalan"
setelah itu, Ina dan sam meninggalkan Dion dan tertawa bahagia"
__ADS_1
bersambung