
"Sejak kapan hal ini kalian lakukan di belakanku, sampai sekarang meski aku melihat sendiri kelakuan binatang kalian berdua, aku belum juga yakin kalian tega lakukan semua ini padaku. Mas jadi nilai pernikahan kita selama 5 tahun ini kau anggap sebagai apa mas!!!! katanya hanya aku yang kau sayang nyatanya adikku sendiri kau makan!!! Lihatlah mas bayi yang ku kandung ini, bayi yang kita nanti-nantikan selama 5 tahun, buah dari cinta kita mas!!!! "
"Ya maaf kalau aku menyakitinya!!!! "
"Semudah. itukah kalian meminta maaf atas semua kesalahan yang telah kalian perbuat ini"
Dini menangis di kamar Nita sejadi-jadinya. Namun ke dua orang itu tak ada yang meneteskan air mata sedikitpun.
"Aku lihat dimata kalian berdua tak ada penyesalan sedikitpun, entah terbuat dari apakah hati kalian berdua itu"
"Cukup..... cukup!!!! " ucap Dion dengan sangat keras.
"Sudah cukup kamu menghina kami Dini, sekarang kamu sudah tau yang kami lakukan, terus apa yang akan kamu perbuat!!!! apa kamu akan pergi dari kemewahan ini!! apa kamu akan menceraikanku!!!!"
"Sabar sayang!!! jangan bicara kasar gitu, kasihan kakak lagi hamil" ucap Nira dengan muka lugunya seolah tak bersalah.
"Sudah Nita!!!! tak usah lagi berpura-pura sayang sama kakakmu ini, aku sudah tau watak aslimu sebenarnya" ucap Dini dengan marah.
__ADS_1
"Sudah sayangku Nita tak usah kasihan lagi sama kakakmu itu, dia juga tak mau dikasihani juga, jadi biarkan saja ia mau apa sekarang, Dini jawab pertanyaanku!!!! lalu apa yang akan kau lakukan sekarang"
Dini hanya terdiam tanpa sepatah katapun, karena ia juga bingung apa yang harus ia lakukan sekarang. andai ia keluar dari rumah itu sekarang ia tak punya uang sedikitpun dan ia harus tinggal dimana apalagi ia sedang hamil, terus bagaimana kalau ayahnya tau bisa-bisa ayahnya terkena serangan jantung karena tidak kuat menerima semua ini, apa mungkin ada seorang ayah yang kuat menerima anaknya disakiti oleh adiknya sendiri.
"Kenapa kau hanya diam saja, tadi kau lantang teriak-teriak jawab sekarang"
Nita mencoba mendekati kakaknya.
"Kakak bangun yuk, jangan nangis lagi!!!"
Dini mendorong Nita sampai Nita terjatuh.
"Dini jawab dulu pertanyaanku, dan jangan pernah kau hina Nita karena dialah orang yang aku sayang dan yang bisa buat aku selalu bahagia"
"Apa jadi selama ini kamu tidak bahagia bersamaku mas"
"Ia!!!! aku tak pernah bahagia bersamamu yang ada hanya malu bila aku bersamamu, kamu dekil, bau, tidak modis dan kamu juga tidak tahu bagaimana caranyanya membuat suami bahagia dan bangga karena punya istri sepertimu!!!! "
__ADS_1
"Tega sekali kau mas berkata seperti itu padaku, ku kira cintamu tulus namun nyatanya cintamu palsu"
"Sudahlah jangan banyak bicara!!! terus apa maumu, apa bisa kau hidup tanpa aku, bagaimana kau bisa cukupi semua kebutuhanmu bila tidak menjadi istriku? "
"cukup!!! cukup. kalian hina aku, aku akan pergi dari kehidupan kalian, aku akan pergi dari istana kita berdua ini mas. semoga dengan menyakiti aku kalian akan bahagia, tenang mas aku akan membesarkan anak kita ini mas dengan baik"
"Apa kamu bilang ini istana kita, ini adalah istanaku yang aku bangun dari hasil kerja kerasnya sendiri tak ada bantuan sedikitpun darimu"
"Apa kamu bilang mas. apa kamu juga belum sadar di balik kesuksesan seorang suami ada doa seorang istri di baliknya, entah dimana mata hatimu mas, ternyata aku salah menilaimu, yang kau kejar hanya kesenangan semata"
Dini berbalik arah dengan wajah yang sangat hancur sekali, tiba-tiba terdengar teriakan.
"Berhenti kak!!!! hentikan langkahmu itu"
"Untuk apa lagi kau hentikan aku adikku, apa lagi yang akan kau ambil dariku, aku sudah tak punya apa-apa karena hal yang berharga dariku juga sudah kau ambil"
"Hentikan langkahmu untuk pergi kak!!! apa kau tak ingat di rumah ini ada ayah, aku tak mau kehilangan ayah, jika kamu pergi dan ayah tau alasan kamu pergi, ayah pasti akan meninggal, apa kakak tak memikirkan itu"
__ADS_1
Dini terdiam seribu bahasa
bersambung