Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 52


__ADS_3

"Aku sudah bilang ke adikmu bahwa dia ke tempatmu pasti kamu akan menerimanya tapi dia tetap tak mau"


"Ya sudah bu tak usah memaksa dia, biarkan dia jalani hidupnya dengan pilihannya,, aku hanya bisa berdoa yang terbaik untuknya, andai dia kembali kesini, aku tak akan mungkin mengusirnya bagaimanapun dia adalah adikku, terimakasih ya bu sudah kabari aku tentang adikku"


Dini menutup telefonnya dan dia seketika melamun, ayah yang melihatnya melamun sangat heran kenapa putri kesayangannya bisa terdiam sendiri.


"Ada apa nak, kamu tiba-tiba terdiam begitu, apakah ada suatu masalah yang terjadi padamu"


"Ayah!!! panggil Dini sambil memeluk ayahnya"


"Ada apa anakku sayang, kamu kenapa"


"Nita ayah!! "


"Ada apa dengan dia, ayah malas sekali jika kamu sebut dia dalam kehidupan kita, kita sudah bahagia nak, jadi jangan ungkit dia lagi"


"Ayah jangan begitu dia mau bagaimanapun tetaplah adikku"

__ADS_1


"Hatimu itu terbuat dari apa, adikmu sudah jahat sekali tapi kamu masih membelanya"


"Aku manusia biasa yah, dihati kecilku mungkin aku masih marah pada Nita tapi bagaimanapun dia tetap adikku dan anak ayah, dia hanya punya kita yah"


"Terus ada apa dengan dia"


"Dion ayah, dia menyakiti Nita, sama seperti saat Dion menyakiti aku, dia menikah lagi dengan perempuan lain, dan Nita di poligami oleh Dion, dan aku dengar Nita disana diperlakukan layaknya pembantu yang harus melayani Dion dan istri keduanya"


"Itu toh masalahnya, sudah biarkan saja mungkin ini cara Tuhan agar dia sadar akan kesalahan yang ia telah perbuat dulu, biarkan saja kamu tak usah ikut campur bukankah menikah dengan Dion sudah menjadi keputusannya, jadi biarkan saja kau tak usah urusin dia, dia juga sudah besar, jangan telalu kasih hati pada Nita"


"Ayah dia anak ayah juga"


"Ia yah!! ayah benar kata orang bahwa kita tak pernah tau nasib kita yang akan datang, aku dulu yang dianggap wanita yang tak berguna namun sekarang aku bisa buktikan bahwa aku bisa sukses meskipun aku bukanlah lulusan sarjana"


"Ia nak, yakinlah jika kita selalu berbuat baik pada orang dan kita tidak boleh menyakiti hati orang lain insyaAllah rezeki kita akan banyak, dan hidup kita akan bahagia, namun jika kita jahat sama seseorang maka hidup kita tak akan tenang"


"ia yah aku percaya akan hal itu"

__ADS_1


"Ya sudah bagaimana apakah kamu sudah terima cinta dari Rian"


"Ah ayah"


"Loh anak ayah kenapa jadi malu begitu"


"Mas Rian ajak aku makan malam nanti, aku masih bingung yah, aku terima cintanya atau tidak"


"Sudah terima saja cintanya dan berbahagialah"


"Emmmmm ia yah"


Di tempat lain Rian sudah mempersiapkan tempat makan malam yang romantis, meja makannya yang telah dihiasi oleh bunga, dan cafe sudah ia pesan hanya untuk dia dan Dini, serta dia tidak hanya akan mengatakan cinta pada Dini namun Rian berencana akan langsung melamar Dini, cincin berlian sudah ia persiapkan dengan rapih.


"Joko bagaimana persiapan diner nanti malam ini, aku gak mau ada yang kurang sedikitpun ya, karna malam ini sudah aku tunggu bertahun-tahun" ucap Rian ke karyawan cafe.


"Bapak tak usah khawatir semua beres pak, sesuai dengan apa yang bapak inginkan"

__ADS_1


Rian terlihat sangat puas akan pelayanan cafe tersebut.


bersambung


__ADS_2