Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 40


__ADS_3

Dini sampai disebuah toko baju yang begitu besar, dia begitu terpaku melihat banyak sekali pembeli di toko baju tersebut.


"Andai saja aku bisa punya toko baju sebesar ini pasti aku akan bahagia sekali" ungkap Dini dalam hatinya.


"Oh bu Dini ya, silahkan masuk" ucap salah satu karyawan disana.


"Ia saya Dini, apakah ini mba Ina yang memesan baju kemarin"


"Ia bu benar sekali, saya Ina, silahkan masuk bu, kita temui bos saya dulu, karna bos ingin sekali bertemu langsung dengan ibu, dan melakukan pembayaran secara langsung"


"Oh ia mba terimakasih"


Dini masuk ke dalam dan terlihat sekali kecapaian membawa barang baju yang banyak. itu.


"Bajunya ditaruh saja disitu bu, ibu pasti kecapaiankan nanti biar dibawa oleh karyawan lainnya"


"Sekali lagi terimakasih banyak mba"


"Ah ibu, jangan terimakasih terus"


Tibalah Dini di sebuah ruangan.


"Mari bu masuk, bos ada didalam"


"Mba tidak masuk?"


"Saya juga ikut masuk bu"


Masuklah Dini di ruang bos itu.


"Cekreek......cekreek"


Dini begitu kaget melihat seorang laki-laki yang ada di hadapannya, dan laki-laki itu tidak asing sekali baginya.

__ADS_1


"Dini, kamu bisa disini" ucap bos itu.


"Rian kamu bos disini toh!!!! ucap Dini dengan wajah yang sangat kaget karena Rian sekarang menjadi bos.


"Ia Din alhamdulillah, Tuhan kasih rezeki aku untuk punya toko baju, duduk sini Din, ina kamu bisa tinggalkan ruangan ini, aku akan bicara berdua dengan Dini, kami berdua sahabat lama"


"Oh ia pak, maaf sebelumnya ibu Dini ini adalah ibu yang kita pesan baju kemarin pak"


"Ia Ina terimakasih banyak"


Ina pun meninggalkan ruangan tersebut.


"Ina sepertinya kita berjodoh kita dipertemukan kembali"


"Haaaaa ada-ada aja, ini hanya suatu kebetulan saja"


"Din tak ada yang kebetulan, semua dah digariskan sama Tuhan"


"Sudahlah jangan bicara itu, kita bicarakan soal baju saja, lagian perasaan itu hanya masa lalu kita waktu kita masih kecil dan cinta monyet haaaa"


"Heeeeeee sudahlah jangan bahas itu lagi, jadi malu kalau bahas itu, kamu bagaimana sudah menikah dan punya anak berapa"


"Aku masih belum menikah, bagaimana aku bisa menikah jika dihatiku masih ada dirimu, 8 tahun ini aku masih menyesali keputusanku yang dulu putusin kamu karena harus melanjutkan sekolah, aku egois ya dan akhirnya aku kehilangan wanita yang aku sayang"


"Apa kamu belum menikah!!!! sudah jangan bohong dan cepat buka hati, tidak mungkin kalau kamu tidak banyak yang suka apalagi kamu seorang bos sekarang"


"Susah Din, kalau buka hati untuk cewek lain kalau hati kita masih nyangkut di cewek lain, meski aku sadar kamu sudah milik orang lain dan tak mungkin jadi milikku, tapi mencintai orang lain adalah hak seseorang kan"


"Ia Rian"


"Jawab dulu gimana kabar suamimu? "


"Aku tak punya suami"

__ADS_1


"Apa!!!!!! "


"Kenapa kamu terkejut begitu, kita tak tau nasib kita bagaimanakan, aku sekarang sendiri, dengan anak laki-lakiku"


"Jadi kalian sudah cerai"


"Ia kami tidak berjodoh"


"Maaf ya Din, aku tanya begini, kamu tidak marahkan"


"Ya tentu tidak kalau ini memang kenyataannya, sekarang aku lagi bangkit dengan. usaha baju"


"Ia Din, semoga kamu bahagia selalu, jadi kalau aku masuk ke kehidupanmu jadi tidak apa-apakan"


"Kalau jadi teman aku mau, tapi kalau lebih maaf aku tidak mau, susah bagiku untuk buka hati apalagi setelah aku dikhianati"


"Dion selingkuh"


"Ia dengan adikku, dan besok mereka akan menikah, Rian sepertiya kita ceritanya udahan dulu ya, gak enak aku meninggalkan anakku lama dengan ayahku"


"Ayah ikut kamu"


"Ia pulangnya aku antar ya, aku kangen sekali sama ayah"


"Bagaimana ya"


"Sudahlah kali ini mau ya"


"Ia tidak apa-apa kalau gitu"


"Ini uang pembayarannya Din, setelah baju ini terjual maka aku akan order lagi"


"Makasih semoga ini bisa jadi berkah aku dan anakku"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2