
"Sayang itu ibu!!!! "
"Sudah bentar tanggung banget sayang, tinggal otong crut... crut bentar lagi"
"Tapi ibu"
"Udah diam bentar lagi"
"Uh...... uh.... ah......ah" ******* Dion.
Nita dan Dion tak menghiraukan teriakan ibunya dan tetap melanjutkan semuanya.
Terdengarlah bunyi "crut..... crut" yang terasa sangat hangat masuk ke selempitan.
Nita merasa nikmat sampai dia menggigit lidahnya dan kasur yang sangat berantakan.
Ibu semakin yakin bahwa di dalam kamar anaknya ada seseorang laki-laki.
"Nak buka pintunya, kalau tidak ibu akan ambil kunci cadangan dan akan membukanya sendiri"
Sedangkan mereka berdua sangat kelelahan di dalam kamar.
"Sayang cepat pergi ambil bajumu, keburu ibu masuk"
"Biar saja ketahuan sayang"
"Lah kakak gimana"
"Sudahlah tenang"
"Tapi pakailah bajumu, dan aku juga baru aku akan buka pintunya"
"Baik sayangku"
__ADS_1
Mereka memakai bajunya dan diluar ibu sudah memegang kunci kamar dan akan segera membuka pintu tersebut.
"Buka nak, ayo buka sekarang!!!"
"Ia ibu sabar kenapa aku lagi pakai baju nih"
"Apa yang kamu lakukan di dalam dan sama siapa"
"Cekrekk...... cekrekkkk......... cekrekkk!!! " Nita membuka pintunya dengan pakaian linjer dan rambut yang serba acak-acakan.
"Nak apa yang kau lakukan kenapa kondisimu begini"
Ibu memaksa masuk dan betapa terkejutnya dia.
"Kenapa kau ada disini Dion"
Ibu melihat Dion ada dikamar Nita dengan wajah yang tidak bersalah.
"Apasih bu, aku cuma masuk dan mau ngobrol sama Nita jadi ibu tak usah kaget begitu"
"Emang apa yang ibu dengar, mungkin ibu salah dengar"
"Ia ibu salah dengar tapi dengan kamu ada di dalam kamar ini adalah suatu bukti kamu ada main dengan Nita"
"Begini ya ibunya ibu mertuaku sayang, kalau memang aku ada main dengan Nita terus apa yang akan ibu lakukan sekarang?"
"Prakk...... prakkk"
Ibu menampar Dion.
"Tak sopan sekali kamu berbicara begitu dengan ibu mertuamu ini, terus kamu Nit, tega sekali kamu menyakiti kakakmu yang percaya dan sayang sama kamu"
"Ibuku sayang apa salahku, mencintai seseorang itu tidak salah terus apa salahku juga"
__ADS_1
"Prakkk..... prakkkk" Ibu kembali menampar Nita.
"Dasar anak tak tau terimakasih tega sekali kamu lakukan ini, ibu nyesal sekali sudah lahirkan kamu"
"Apa ibu tega sekali bilang begitu. aku juga anakmu jangan pilih kasih sesama anak bu"
"Terus ibu mau membicarakan ini sama Dini" ucap Dion dengan nada yang sangat keras.
"Ia aku akan membicarakan semuanya pada Dini anakku agar dia tau tentang semua tingkah laku kamu dan Nita"
"Begitu ya bu, silahkan ibu kasih tau saja Nita" ucap Dion.
Sementara di sudut kamar Nita hanya bisa terdiam melihat kemarahan ibunya.
"Apa kalian berdua tidak mempunyai rasa bersalah sedikitpun pada Dini, kamu Nita!!!! ibu tidak membesarkan dirimu untuk melakukan semuanya ini"
"Sudahlah bu, semua sudah terjadi lagian aku jadi istri ke 2 mas Dion aku juga mau, aku sudah mengalah juga bu" ucap Nita.
"Ini yang kau sebut mengalah, sebelum terlambat tinggalkan Dion sekarang sayang, kamu akan bahagia jika kau meninggalkan dia sayang, dan ibu janji jika kamu mau meninggalkan Dion akan ibu tutup rapat-rapat semua ini, tetapi kamu juga harus janji kamu akan menikah dengan pria yang akan ibu jodohkan denganmu"
Nita terdiam sambil memikirkan perkataan ibu.
Terdengar suara bentakan Dion.
"Jangan tinggalkan mas sayang, karena mas sayang sama kamu, masalah ini akan selesai sebentar lagi"
Nita masih saja termenung dan tidak membalas perkataan Dion.
Dion yang marah karena Nita tidak membalas perkataannya berdiri di hadapan ibu mertuanya dengan sangat tidak sopan.
"Ibu kalau ibu mau beri tahu Dini terserah tapi aku tidak akan meninggalkan Nita tapi ibu harus tau kalau ibu beri tahu Dini berarti ibu harus siap kehilangan cucu pertama ibu, ibu tau kan Dini lemah kandungan aku yakin ibu tak akan sanggup melihat itu semua terjadi jadi biarkan rahasia ini kita tutup bersama, nanti kalau Dini sudah melahirkan anakku dengan selamat terserah ibu mau berkata apa pada anak ibu aku tak peduli lagi"
Ibu terdiam tanpa kata-kata hanya bulir-bulir air mata yang jatuh di pipi tuanya bertanda bahwa hatinya sangat hancur malam ini, anak yang ia kasihi dan sayangi saling menyakiti, dan dia diantara dua pilihan memberi tahu dini tapi cucunya selamat atau membiarkan semuanya tapi hati seorang ibu akan hancur melihat anaknya disakiti suami dan adik kandungnya.
__ADS_1
bersambung