Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 50


__ADS_3

Hidupku hancur rasanya, tak ada yang tersisa lagi di hidup ini, hidup terasa sangat tak berarti, sedih ku rasa, ingin rasanya ku akhiri semuanya sekarang, rasanya tak ada lagi. semangat untuk melanjutkan hidup ini


"Nita apakah kamu bersedia untuk dipologami" ucap penghulu padanya.


Nita hanya bisa pasrah atas hidupnya dan setuju atas apa yang dikatakan oleh penghulu.


"Ia pak saya siap dipoligami"


"Kalau begitu pernikahan ini akan saya lanjutkan"


Ira tersenyum sinis pada Nita, sedangkan Dion tertawa bahagia karena ia dapat menikah lagi.


Saat penghulu mengucapkan ijab kabul Nita hanya bisa menahan air matanya, karena membiarkan suami untuk menikah lagi itu adalah hal yang sangat sulit sekali, dan tak semua wanita bisa rela membiarkan suaminya menikah lagi.


"Nit kenapa kamu mau membiarkan suamimu menikah lagi, apa yang kamu fikirkan, kamu berhak bahagia, ibu tau kamu pernah salah tapi jangan bayar kesalahan dirimu dengan mengorbankan masa depanmu, sudah pergilah dari sini, kembalilah pada orang tuamu serta kakakmu pasti mereka akan menerima dirimu, kalau kamu tetap disini maka hidupmu akan hancur, ayo bangkit" ucap bu Sri.


Nita langsung memeluk bu Sri dengan erat sambil menangis.


"Ibu dosaku sudah amat begitu besar, aku tak mungkin kembali pada kakak dan ayah, mungkin ini caraku menebus semua kesalahan yang pernah aku perbuat"

__ADS_1


"Kalau kau fikir begitu, apa yang kau fikirkan semua itu salah, bangkitlah!!!! jadi orang yang lebih baik, kamu pasti bisa"


"Untuk sekarang aku tak bisa bu!!!! terimakasih ibu sudah baik sama aku, meskipun ibu tau betapa jahatnya aku sama kakakku"


"Nit, semua orang pernah salah, dan semua orang berhak untuk mendapat kata maaf, kalau keputusanmu sekarang tetap disini semua terserah padamu tapi kalau kamu butuh sesuatu kamu bisa langsung pergi ke rumah ibu, pintu rumah ibu selalu terbuka untuk kamu"


"Ia bu terimakasih banyak bu"


"Nita jangan ngobrol aja bantu Ira masuk ke kamar untuk ganti baju" ucap Dion.


Para tamu sudah mulai pulang satu persatu dan Nita langsung membantu Ira untuk berganti pakaian.


Nita hanya bisa menurut atas apa yang dikatakan Ira.


Saat Nita dan Ira berada dikamar Ira langsung berkata pada Nita dengan sangat nada yang sangat keras.


"Nit kamu bodoh atau bagaimana kok mau membiarkan aku menikah dengan suamimu, dan kenapa kamu masih tetap disini dan tak pergi dari rumah ini, apa kamu mau disini jadi pembantu!!!! kenapa kamu malah diam jawab pertanyaanku, kalau kamu tetap disini kamu akan menderita selamanya, sudah pergi sana"


"Aku harus bagaimana Ira, aku akan. pergi kemana, aku juga tak tau akan hidupku ini, lagian kenapa juga. kamu harus perhatian sama aku, bukankah kamu senang lihat aku menderita disini"

__ADS_1


"Aku hanya ingatkan kamu ya pergi dari sini kalau tidak hidupmu akan lebih menderita"


Nita pergi dari kamar Ira tanpa sepatah katapun.


Nita kembali ke kamarnya dan hanya bisa menangis dan selalu menangis.


"Nit!!! ucap Dion"


"Apalagi mas, kamu kesini"


"Aku masih suamimu jadi aku berhak kemari"


"Ia jadi apa lagi"


"Kamu harus layani aku"


"bukankah ada istri barumu yang bisa layani kamu"


"Ia sedang datang bulan dan aku sudah tak kuat nahan otong"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2