Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 66


__ADS_3

"Mas itu siapa rasanya tidak asing sekali"


"Ah mungkin itu hanya perasaanmu Dini"


"Enggak mas, aku seperti melihat Dion, di pinggir jalan mas"


"Apa ia sayang, kalau gitu kita minggir sebentar"


Benar sekali yang dilihat Dini adalah Dion, begitu kagetnya Dini Dion yang dulu kekar sekarang tak berdaya di pinggir jalan.


"Mas kenapa kau begini"


"Dini bantu aku, aku dibuang istriku dan hartaku diambil semuanya, mungkin ini karmaku sudah sakiti kamu, tapi tolong aku"


"Bagaimana mas, Rian"


"Siapa ini Din?"


"Oh aku lupa kabari kamu dia adalah suamiku, kami sudah menikah 1 minggu yang lalu"


"Hidupmu pasti bahagia ya Din"


"Alhamdulillah kami bahagia"

__ADS_1


Keluarlah sesosok anak kecil yang turun dari mobil.


"Ayah dan ibu ayo aku mau pulang"


"Sabar ya nak, kita bantu om ini dulu"


"Ini anak kita ya Din"


"Ia "


"Bolehkah aku memeluknya"


"Bagaimana mas Rian"


"Ya silahkan saja bagaimanapun dia ayah kandungnya"


"Ia ma aku mau"


Akhirnya mereka berdua berpelukan berdua, Dion sangat bahagia sekali, Dini ternyata masih baik padanya meski dulu ia sempat jahat sekali pada Dini.


"makasih ya Din, kamu sudah memaafkan aku"


"Susah untuk memaafkan kamu mas, tapi sebagai manusia yang punya hati nurani aku tak mungkin membiarkan kamu disini"

__ADS_1


"Ya sudah kita bawa saja Dion ke panti nanti segala biaya biar aku yang tanggung" ucap Rian


"Rian terimakasih sekali, kamu harus jaga Dini dengan baik, dia adalah wanita yang sangat baik dan mulia, jangan seperti aku yang melepaskan mutiara demi sebongkah daging busuk, jangan pernah kau alami seperti keadaanku sekarang, mungkin ini karma bagi ku"


"Tanpa kau beritahu aku juga akan jaga istriku Dini dengan sangat baik karna ia adalah istriku, sudahlah ayo kita pergi, namun setelah ini aku tak perbolehkan kamu bertemu istri dan anakku, aku membantumu karna jiwa sosialku, setelah ini kita hidup masing-masing, tapi jangan khawatir biaya hidupmu kami yang tanggung"


"Ia aku tau, aku juga tak ingin ikut dalam kehidupan kalian"


Akhirnya Rian membawa Dion ke panti, dan setelah itu Dini dan Rian beserta anaknya meninggalkan Dion di panti tersebut.


"Din sebelum kalian pergi, aku ingin mencium Fahri untuk yang terakhir"


"Nak om itu mau menciummu"


Fahri kembali mendekati Dion dan mereka berpelukan serta Dion mencium kening Fahri tanda perpisahan.


"Semoga kamu jadi anak yang sukses ya nak, dan jangan lupa untuk berbakti kepada ayah dan ibumu"


Akhirnya Dini meninggalkan Dion sendiri, dan kehidupan Dion berakhir sendiri tanpa sanak saudara yang berada disampingnya.


"Mas Rian terimakasih sudah selalu ada bersamaku, dan menerimaku sepaket dengan anakku, meski Fahri bukan darah dagingmu namun kamu tetap menyayangi Fahri layaknya anak kandungmu, entah bagaimana aku bisa membalas semua ini mas"


"Kamu ini bilang apa, sudah kewajibanku untuk sayang pada kalian berdua, tujuan hidupku sekarang adalah membuat kalian bahagia dan tak akan ku biarkan kalian kesusahan"

__ADS_1


Ditempat lain, Nita juga sudah bahagia dengan laki-laki yang mencintai dia beserta masalalunya, meski dia masih merasa bersalah atas masa lalunya yang telah merebut suami kakaknya, namun itu dia jadikan pelajaran berharga bagi kehidupannya kelak. karna hidup tak berjalan seperti apa yang kita kehendaki.


tamat


__ADS_2