
Beberapa bulan pun berlalu, kehidupan Dinipun sebagai membaik, usaha yang semakin lancar sehingga dia mempunyai banyak pemasukan dan Fahri semakin besar dan lincah.
"Ayah sepertinya tabunganku sudah cukup untuk kita, bagaimana kalau kita beli rumah"
"Emang sudah cukup nak"
"Sudah yah, hari ini aku rencananya akan melihat rumah, tidak besar sih yah, tapi sudah alhamdulillah, ayo yah siap-siap kita lihat rumah kita yang baru"
"Ayah senang sekali nak, akhirnya kita akan punya rumah sendiri, kalau kamu buka toko saja nak yang besar, modalnya dari ayah jual sawah di desa biar kamu lebih berkembang lagi nak"
"Aku tak mau kalau menjual harta dari ayah, biarkan aku berkembang sendiri yah"
"Aku suka sekali dengan perjuanganmu ini nak, semoga kamu lebih sukses selalu ya nak"
"Ia yah"
__ADS_1
Di tempat lain, rumah tangga Dion dan Nita tak seindah yang mereka bayangkan. ada saja masalah yang terjadi.
"Mas makan dulu"
Nita menyajikan makanan ke suaminya.
"makanan macam apa ini, kita sudah menikah 3 bulan lamanya namun kamu belum juga pintar masak, coba kamu belajar dari kakakmu dia pintar sekali masak, tidak seperti masakanmu ini tidak enak"
"Kenapa kamu banding-bandingkan aku dengan kakakku, sekarang ini istrimu adalah aku bukan kakakku, aku gak suka kau banding-bandingkan aku!!! "
"Kenapa kamu marah begitu emang kenyataan kamu tidak bisa masak"
"Prak..... prak"
Dion memecahkan piring yang ada di meja tamu.
__ADS_1
"Kamu ini ya, wanita pembangkang, suka membantah omongan laki-laki"
"Kenapa kamu kasar begitu mas, katanya kamu akan sayangi aku, cintai aku tapa mana buktinya yang ada setelah menikah kamu semakin kasar dan tak pernah lagi romantis seperti dulu, lalu apa salahku mas. aku sudah mengorbankan semua untukmu, sekarang aku tidak diakui anak oleh ayah kandungku sendiri itu gara-gara kamu tapi kamu malah jahat sama aku"
"Terus aku harus bagaimana, kamu tak bisa masak dan satu lagi, mana janjimu yang akan beri aku anak dengan cepat. Buktinya sampai sekarang kamu juga belum hamil, aku kecewa juga sama kamu!!! kalau kamu mau disayang kamu harus bisa buat suamimu bahagia, aku muak setiap hari disuguhi makanan yang tidak enak, dan liat penampilan kamu sekarang, lusuh dan bau, dimana Nita yang aku kenal dulu yang wangi, cantik dan modis"
"Aku begini sekarang itu karna kamu juga mas, andai jatah bulananku banyak aku pasti bisa cantik seperti dulu, tapi setelah menikah kamu hanya kasih aku uang 1 juta perbulan untuk semua kebutuhan rumah, apa itu cukup mas. kamu suruh aku tidak kerja lagi, aku setuju tapi ini semua balasannya mas!!! "
"Aku tak mau tau ya Din, kamu harus segera hamil, kalau kamu tidak segera hamil aku akan cari wanita lain. terus kamu harus rubah penampilan kamu, aku gak mau tau itu, kamu harus cantik seperti dulu"
Nira hanya bisa menangis dan bersedih atas perubahan sikap Dion.
"Kalau gitu izinkan aku kerja lagi ya mas"
"Terserah kalau itu. yang penting kamu harus hamil, camkan itu, kalau tak kunjung hamil jangan salahkan aku jika aku cari yang lain"
__ADS_1
Nita tak terasa meneteskan air matanya
bersambung