
"Sayang ini sudah waktunya pulang" ucap mesra Nita dengan Dion, sambil sesekali mengusap-usap kening Dion dengan tatapan sangat menggoda.
"Aduh Nita jangan begini gak enak aku nanti di lihat orang atau teman-teman kantor, bisa jadi gosip besar nanti"
"Biarin saja semua orang tau, kalau aku adalah kekasihmu"
"Aku belum siap dengan itu semua apalagi kalau ketahuan bos, aku bisa di pecat karna ada skandal dengan teman kantor sendiri, aku tak mau karirku hancur begitu saja, kamu juga kan gak mau dipecat dari sini jadi kita harus bermain dengan cantik"
"ia aku gak mungkin juga mas akan menghancurkan karirmu, kalau kamu sukses aku juga bahagia"
"Nah gitu dong, ini baru pacarku. Sambil sesekali Dion memegang pipi Nita"
"ehem....... ehem", Dirga masuk dalam ruangan mereka.
Mereka berdua sangat kaget dan takut sekali saat Dirga masuk.
"Apa-apaan ini apa yang kalian lakukan"
"Kami hanya berbincang saja"
"Sudahlah Dion, aku sudah dari tadi mendengarkan percakapan kalian. jadi tak ada lagi yang harus kalian tutup-tutupi"
"Tapi jangan katakan kepada yang lain ya"
"Oke, tapi ada syaratnya. Tak ada yang gratis di dunia ini"
"Apa syaratnya!!!"
__ADS_1
"Beberan kamu mau dengan syaratku"
"Ia tentu saja"
"Oke kalau gitu, saratku mudah aku hanya ingin berkencan dengan Nita"
"Eh Dirga apa-apaan ini kamu boleh meminta. yang lainnya tapi bukan berkecan dengan Nita" ucap Dion. dengan nada yang keras.
"Ia aku juga tak akan mungkin mau berkencan denganmu" ucap Nita dengan nada yang keras.
"Hussttt.. hussstt, pelankan suara kalian nanti semua orang tau dan dengar, semua pilihan ada di tangan kalian. mau dengan tawaranku atau karir kalian berdua hancur, aku juga tertarik sama kamu. Nita"
Mereka berdua terdiam sejenak.
"Bagaimana Nita, apa kamu setuju" ucap Dion dengan rasa jengkel di dadanya.
"Terus kamu anggap kamu ini perempuan suci Haaaaaa, apa ada perempuan suci yang tega jadi selingkuhan kakak iparnya, kamu juga harus sadar diri juga, perempuannya apa kamu ini sebenarnya. Aku cuma mau kamu satu hari ini saja, seterusnya kamu bisa jalan dengan Dion semaumu aku tak akan ikut campur lagi urusan kalian"
"Aku tak mau titik" ucap Nita dengan tegas.
"Aku kasih waktu kamu sampai pulang kantor, terserah kalian semua pilih yang mana"
Dirga berlalu dari mereka berdua dan terlihat dia sangat bahagia sekali, karna selama ini dia juga penasaran sekali dengan keindahan tubuh Nita.
"Mas Dion aku gak mau ya, jadi milik Dirga meski cuma satu hari saja"
"Tolonglah Nita kali ini saja bantu aku, aku takut kehilangan semuanya"
__ADS_1
"Tapi apa kamu tak kehilangan aku mas. nanti kalau Dion mau yang lebih seperti dia mau tidur denganku, apa mungkin aku bisa melakukannya"
"Tolong Nita demi aku, aku akan melakukan apa saja untukmu, aku janji tapi bantu aku"
Nita terdiam sejenak dan meninggalkan Dion.
Dion terlihat sangat pucat dan terdiam, hening, bingung semua perasaan jadi satu.
Tapi dia sangat egois dan mementingkan kepentingannya.
Tak terasa jam pulangpun tiba. Dirga sudah menunggunya di parkiran, dengan wajah sedih Nita masuk ke dalam mobil Dirga, Dion yang melihatnya sangat lega sekali akhirnya dia aman sekarang meski di benaknya tidak rela pacarnya dengan lelaki lain.
Sedangkan Nita berfikir mungkin ini balasan untuknya karena telah menyakiti kakaknya.
"Sudahlah Nita kenapa kamu sedih, aku tak akan menyakitimu kok, tenang saja kau tak perlu takut. Apakah tidak lebih baik kamu dengan aku saja, aku singel tidak punya istri kamu tuh berhak bahagia. Tenang saja aku tak akan menyakitimu"
"Terus kamu akan membawaku kemana"
"Sebenarnya aku hanya ingin membuat Dion sadar saja haaaaaaaa, aku juga tak mungkin sejahat itu, dan sekotor itu sama kamu tenang saja, ayo kita main saja"
"Kemana memangnya"
"Sudah tenang saja"
Terlihat Nita sangat bingung.
bersambung
__ADS_1