Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 26


__ADS_3

"Nak Dion kapan kamu tiba" terdengar suara dari belakang, Dion sangat kaget sekali.


"Oh ayah! aku baru aja tiba yah"


"Kenapa kamu terlihat acak-acakan nak"


"Tadi aku ketiduran di mobil pak"


"Ayo ayah siap-siap!!! ayah pasti rindu sekali sama kakak kan!!! " ucap Nita.


"Ia anakku aku rindu sekali sama kakakmu"


Setelah ayahnya pergi Dion mengeluarkan sebuah cincin bermata biru yang sangat bagus dan indah sekali.


"Sayang ini buat kamu"


Nita melihat sebuah cincin yang indah dan yang ia lihat di mall. Dia terlihat sangat bahagia karena dia tahu harga cincin itu sangat mahal sekali.


"Ya Tuhan sayang, terimakasih ya, atas cincinnya ini, Ini cincin yang sangat aku impikan"


"Ia sayang apakah kamu suka pemberianku ini"


"Ya tentu saja aku suka sayang, mana mungkin aku tidak suka dengan cincin seindah ini"


"Aku pakaikan di jari manismu ya sayang"


"Ia sayangku terimakasih banyak atas hadiah ini"


Dion memakaikan cincin itu di jari manis Nota dan ia terlihat sangat bahagia sekali. Terlihat dari raut wajah. Nita yang ceria dan bahagia.


"Mas Jangan sampai berubah ya sikapnya ke aku, karena aku sudah sangat sayang ke mas"

__ADS_1


"Ia sayang!!! aku tak akan mungkin melepaskan mutiara sepertimu, demi Dini yang hanya sebongkah tanah yang tak berharga, sabar ya sayang tunggu Dini melahirkan dan kita akan bersama selamanya"


"Ia sayang aku akan sabar menanti kapan hal itu terjadi"


Tiba-tiba ayah muncul dan melihat Nita memegang cincin yang indah itu.


"Nak itu cincinmu bagus sekali dan kelihatannya mahal dari mana"


"Oh ini pak!!! aku nitip ke mas Dion untuk dia membelikan untukku"


"Wah itu pasti mahal sekali nak!!! uang dari mana"


"Aku punya tabungan pak. jadi tenang saja"


Ayah agak curiga karena pastinya cincin itu harganya mahal dan kok bisa Dion belikan anaknya.


"Terimakasih ya nak Dion, mau dititipin Nita, maaf kalau anak saya lancang nitip cincin"


"Bapak ini jadi tak enak hati sama kamu nak, kamu sudah banyak bantu keluarga bapak, malah di hari tua ini kamu mau ngurus bapak, tak tau bagaimana caranya bapak berterima kasih sama kamu nak"


"Sudahlah pak!!! ayo bapak sudah siapkan, kita langsung berangkat Dini pasti sudah menunggu kita di rumah"


"Ia nak"


Ayah, Nita langsung bergegas kembali kejakarta, di perjalanan arah pulang ayah selalu menceritakan tentang kebaikan Dini yang membuat Nita agak cemburu dan merasa agak jengkel.


"Ayah kenapa terus ceritakan kakak, aku apa tidak ada baiknya bagi ayah"


"Ya tidak sayang aku ceritakan kebaikan kakakmu karna Dion adalah suaminya, kalau aku ceritakan kamu ya bagaimana toh duk"


"Emmm ayah mah!!! selalu pilih kasih sama aku dan kakak"

__ADS_1


"Tidak anakku sayang! ayah sudah mencoba untuk adil meski tetap tidak bisa karena ayah mengorbankan masa depan kakakmu demi kamu, kakakmu tidak sekolah agar kamu bisa sekolah sampai kuliah, kamu harus sayang sama kakakmu ya sayang"


"Itu bukan pengorbanan tapi kewajiban sebagai kakak ke adiknya"


"Kamu jangan bicara begitu!!! " ucap ayah.


"Sudah-sudah jangan bahas itu lagi, ayah pasti lelahkan, ayah istirahat saja dulu di mobil bentar lagi kita juga sampai, aku beli minum bentar ya tan, ayah mau ikut apa di dalam mobil" ucap Dion.


"Ayah tunggu disini saja nak"


"Aku juga mau ke kamar mandi sebentar, ayah di mobil sendirian gak apa-apakan" ucap Dini.


"Ia tidak apa-apa"


Mereka berduapun turun dari mobil, dan masuk kedalam rumah makan, Dion meraih tangan Nita dan berkata. 'Kamu jangan begitu dengan ayahmu, nanti ayah curiga"


"Aku tak suka ayah bandingkan aku dengan kakak, bagaimana aku tak marah jika yang dianggap baik terus hanya kakak"


"Sabar ya sayang"


"Ia mas"


Dion di depan orang banyak lalu mencium kening Nita agar dia tenang.


"Aduh mas, banyak orang ini"


"Tak apa-apa aku hanya ingin melihat kesayanganku bahagia dan tersenyum"


"Terimakasih banyak ya sayang, dah berikan cintamu padaku"


"Ia kekasihku"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2