
Nita mulai usaha kecil-kecilan dengan berjualan gorengan di pasar, ia beranikan diri untuk memulai usaha, dia buang egonya ataupun rasa malunya jauh-jauh untuk berjualan.
Pagi ini dia mengirim pesan kepada kakaknya untuk ia memulai usaha kecil-kecilannya.
"Kakak, aku mulai hidup yang baru dengan berjualan di pasar, doakan aku ya kak, bisa lancar dan berkah dalam berjualan"
Dini yang membuka pesan singkat itu, tiba-tiba tak sadar meneteskan air matanya, adiknya yang dulu hidup enak dari kecil dan tak pernah merasakan susah sekalipun sekarang ia mau berjualan, itu merupakan bukti bahwa adiknya sekarang mau berubah.
Ayah yang melihat Dini menangis sangat bingung ada apa dengan anaknya sehingga ia menangis, ayah berfikir apakah Nita telah menyakiti hatinya kembali.
"Nak ada apa kenapa kamu menangis"
"Tidak apa-apa ayah, Nita"
"Ada apa lagi dengan Nita dasar anak itu tidak pernah mau berubah sama sekali"
"Bukan ayah, Nita berkirim pesan bahwa ia minta doa akan berjualan, aku cuma terharu lihat adikku mau usaha, ayah taukan dia dari kecil adalah anak yang manja dan tak pernah mau hidup sederhana namun sekarang ia mau berubah, yah berikan maaf ayah yang tulus insyaAllah hidup dia akan lebih berkah"
Ayah terdiam dan berfikir akan memberikan maaf yang tulus pada anaknya.
"Din!!!! sekarang coba telefon adikmu ayah mau bicara"
"Ia ayah, terimakasih ayah mau membuka hati memaafkan Nita"
__ADS_1
"Kring..... kring" Dini menelfon Nita.
Nita yang sedang berada di pasar kaget sekali melihat telefon dari kakaknya, dan langsung mengangkat video call dari kakaknya.
"Halo kakak, ada apa"
Terlihat dalam video call itu Nita sedang menggoreng pisang dan gorengan lainnya dan dia terlihat juga kepanasan Dini semakin tak tega melihat adiknya.
"Ada apa kak, maaf aku sambi goreng makanan ya kak, karna alhamdulillah tadi sudah ada yang pesan kak"
"Anakku Nita" terdengar suara ayahnya, yang membuat Nita sangat kaget sekali.
"Ayah!!!!"
"Ia nak ini ayah"
"Ia nak ayah tau sekarang kamu sudah jadi lebih baik, ayah doakan jualanmu akan laris ya nak, kamu pasti capai jualan sendiri disana, ayah kesana ya bantu kamu"
"Tak usah ayah biarkan aku mandiri yah, mungkin ini caraku untuk hidup jadi lebih baik lagi"
"Ia nak semoga semua dipermudah oleh Tuhan, doa ayah menyertaimu nak"
"Ia yah, aku jualan dulu ya"
__ADS_1
Ayah mematikan telefon itu dan langsung memeluk Dini sambil menangis.
"Ayah tak tega liat Nita berjuang sendirian nak, ayo kita kesana"
"Ayah biarkan Nita mandiri mungkin dengan cara ini dia akan lebih menghargai hidup, ayah yang sabar ya sore kita kekontrakan Nita nanti kita bawakan makanan"
"Emang kamu tau nak rumah Nita"
"Aku kan bisa tanya Nia yah, sekarang ayah sabar di rumah dulu ya"
"Ia nak".
Di pasar Nita dengan semangat berjualan, dan dia sangat bahagia karena jualannyapun banyak sekali pembeli.
"Terimakasih Tuhan kau permudah jalanku untuk menjadi wanita yang mandiri"
Tak lama terlihat tetangga Nita dulu.
"Nit kamu sekarang jualan gorengan"
"Ia bu, ya usaha kecil bu"
"Apa kamu tak malu jualan begini"
__ADS_1
"Yang penting halal bu, dan aku tak menyakiti orang insyaAllah akan lebih berkah"
Bersambung