Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 49


__ADS_3

Ira dengan jahatnya membuang semua pakaian yang ada di dalam kamar Nita.


"Tuh barang-barangmu bawa keluar" Ira melempar barang-barang itu keluar.


"Prak..... prak" Ira membuang foto pernikahan Nita, hingga foto itu pecah dan berantakan.


"Ira kenapa kamu buang semua"


"Tempatmu bukan di kamar ini, tapi dikamar pembantu"


Tiba-tiba Dion datang, bukannya membela Nita selaku istrinya malah membela Ira sebagai selingkuhannya.


"Mas jadi aku tidur dimana sekarang" ucap Nita.


"Sana bawa barang-barangmu ke kamar pembantu sekarang kamu cocoknya jadi pembantu, kamu tak cocok lagi jadi ratuku"


"Ya Allah mas, kenapa kamu jahat sekali sekarang, jangan jahat begitu mas padaku"


"Sudahlah aku tak mau berdebat cepat sana pergi ke kamar pembantu"

__ADS_1


Dion dan Ira lekas menutup pintu kamar sedangkan Nita hanya bisa pasrah dengan apa yang terjadi padanya sekarang, tetesan air mata yang ada pada hidupnya sekarang, hanya ada air mata dan air mata.


Nita menatap kamar kecil yang ada di ruang dapur, tak menyangka hidupnya jadi begitu suram seperti sekarang.


malampun berlalu yang ada hanyalah keheningan semata, saat Nita ingin mengambil air minum ia mendengar, ******* mesra seorang wanita, suara detukan kasur yang bergoyang membuat Nita semakin hancur dan teringat atas apa yang ia lakukan pada kakaknya.


"Kakak inikah yang kau rasakan dulu saat aku melakukannya, ternyata rasanya sangat sakit sekali kakak, aku tak sanggup lagi aku ingin menghilang dari hidup ini aku lelah kakak, apalagi esok pagi aku harus menyaksikan pernikahan suamiku dengan wanita lain, ya Tuhan apakah ini balasannya untukku karena dulu aku telah merebut suami kakakku"


Nita kembali ke kamarnya dengan perasaan yang sedih dan mulai merebahkan tubuhnya di kasur yang. sempit malampun berlalu dengan penuh kesedihan.


"Kukuruyuk..... kukuruyuk"


"Dor.... dor!!! ayo bangun sudah pagi ini. jadi istri jangan malas sebentar lagi para tamu datang, kamu harus siapkan makanan, aku tak mau ya kamu berulah"


"Ia mas"


Nita bergegas untuk menyiapkan semuanya, sedangkan Ira sedang berdandan cantik untuk hari pernikahannya, Ira tak secantik wajahnya ia mempunyai ide untuk mengambil semua harta dari Dion.


Tamu-tamu para tetangga sudah mulai berdatangan, Nita tak sanggup untuk menemui para tamu ia malu tentang keadaannya sekarang.

__ADS_1


Para tamu yang datang sudah mulai membicarakan tentang Nita.


"Liat geh Nita sekarang kondisinya sudah mirip pembantu, miris sekali ia sekarang, mungkin itu balasan Tuhan buatnya"


"Ia makanya jadi wanita jangan suka merebut suami orang sekarang dia baru tahu kan rasanya suaminya akan menikah lagi, aneh sekali kalau aku jadi Nita aku bakalan pergi dari rumah ini"


"Tapi dia masih saja disini. mungkin dia malu dan bingung mau kemana kalau pergi dari rumah ini"


"Ia juga dulu ia cantik bersih dan bersinar sekarang dia kucel dan dekil"


"Ini semua pelajaran buat kita jadi wanita jangan merebut suami orang"


"Ia juga betul katamu"


Nita yang mendengarnya sangat tak kuat lagi membendung air matanya.


"Eh jangan nangis gitu cengeng banget kamu ini" ucap Dion.


"Kamu tega banget bilang begitu, wanita mana yang tidak menangis kalau suaminya akan menikah lagi mas. ia aku tau ini azab bagiku karena sudah menyakiti hati kakakku"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2