Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 44


__ADS_3

"Aku nilahkan engkau dengan anakku Nita dengan mas kawin mas 20 gram tunai" ucap ayah saat akad.


"Saya terima nikahnya Dini dengan mas kawin tersebut tunai"


Semua mata tertuju pada Dion yang salah mengucapkan mempelai perempuan.


Nita terlihat sangat marah sekali, sedangkan Dion tidak merasa bersalah dan bingung kenapa semua mata tertuju padanya.


Rian hanya bisa tersenyum lebar.


"Tuh Din!!! ada yang tidak bisa move on dari kamu. mungkin dia nyesel udah ceraikan kamu"


"Ah kamu Rian, dia salah sebut saja"


"Mas!!! teriak Nita. Kenapa kamu malah sebut nama kakakku bukan aku"


"Apa ia sayang. maaf ya sayang aku kurang fokus"


Para tamu mulai bergosip kembali.


"Makanya jangan jadi pelakor tu Nita, jadi malu sendirikan di acara pernikahannya, berharap jadi ratu. malah dipermalukan sendiri diacara pernikahannya"

__ADS_1


"Ia dasar pelakor gak tau malu"


Ayah Nita memulai akad kembali, namun kali ini Dion tidak salah mengucapkan kata-kata dan akhirnya pernikahan Dion dan Kita berjalan dengan lancar.


"Aku sudah menikahkanmu dengan laki-laki yang kau mau, sekarang tugas ayah sudah selesai, jadi kau tak usah temui ayah, dan uruslah dirimu sendiri sesuai keinginanmu, ayah pamit pulang semoga kamu bahagia dengan pilihanmu" ucap ayah.


"Ia yah, pasti aku bahagia dengan pilihanku ini"


"Kakak pulang dulu ya, semoga kamu bahagia"


"Ia kakak jangan muncul di kehidupanku lagi, dan jangan ganggu mas Dion, dia suamiku sekarang"


"Haaaaa, aku tidak ganggu Dion, dasar dia saja tak bisa lihat cewek cantik, kamu hati-hati saja dengan suamimu itu"


"Hai Dion kenalkan aku Rian, terimakasih ya kamu sudah menceraikan Dini, jadi mulai sekarang aku akan menjaganya"


"Bilang apa kamu itu Rian!!!!! aku bisa dengan gampang mendapatkan Dini kembali kalau aku mau, kalau kamu mau ya ambillah bekas ku itu, aku tidak mau sama Dini"


"Beneran gak cemburu, buktinya saat akad nikah kamu sampai salah sebut nama"


"Namanya aku tidak fokus. sudah sana bawa pulang Dini, lagian aku malas lama-lama dia disini"

__ADS_1


Merekapun kembali pulang, saat di dalam mobil Rian hanya bisa tertawa terbahak-bahak.


"Haaaaaa.... haaaaa, din apa kau tak lihat tadi Dion terkesima melihat kecantikan dirimu, sampai salah sebut mempelai wanita, kasihan sekali Nita, aku lihat wajah Nita seperti malu sekali"


"Ya begitulah Dion, lihat cewek cantik langsung, ayah takut pasti nasib Nita juga bakal seperti nasibmu nak"


"Biarkan saja yah, tak usah ayah fikirkan itu sudah jadi pilihan Nita"


"Ia benar itu, sekarang kamu fokus sukses saja biar Dion semakin menyesal sudah pisah dari kamu"


"Kali ini aku setuju dengan kamu Rian"


Di tempat pesta Nita masih terlihat kesal dengan Dion.


"Duh sayangku Nita kok cemberut nanti cantiknya hilang loh"


"Gimana aku gak marah, kamu dah buat aku malu tadi"


"Sudahlah lupakan yang penting sekarang aku jadi suamimu, janji geh gak akan buat kamu marah lagi" rayuan gombal Dion.


"Kamu ini, gimana aku tidak marah kamu malah perhatikan kakakku saja, niat ku undang kakakku kesini agar kakakku marah dan jengkel karna semua miliknya dulu jadi milikku sekarang, rumah bahkan kamu jadi milikku sekarang jadi berantakan semua gara-gara kamu mas, malah sekarang semua berbalik aku yang jadi malu"

__ADS_1


bersambung


__ADS_2