Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 53


__ADS_3

malam ini Dini berdandan dengan sangat anggun dan cantik, dia menggunakan dress kesayangannya warna merah yang ia gunakan sangat cocok sekali dengan kulitnya yang putih bersih nan cantik dan mempesona, dengan rambut yang dicepit dengan cepitan rambut warna silver, ditambah dengan sendal tingginya yang membuatnya tinggi dan terliat sangat anggun.


Dini berdiri di depan kaca seraya berkata..


"Ini adalah hidupku yang baru, inilah Dini yang sekarang yang akan selalu bahagia dan tak akan menangis lagi, Tuhan aku akan memulai hidup yang baru dan membuka hatiku kembali dengan laki-laki yang aku cintai semoga aku tak akan pernah disakiti oleh lelaki lagi, dan semoga Riyan adalah laki-laki yang cook menjadi imamku dan ayah dari anakku"


"Din!!!! sudah selesai belum Rian sudah menjemputmu ini" teriak ayah.


"Sudah yah sebentar lagi"


"Sudah jangan lama-lama dandannya kasian nih Rian nungguin"


"Ah ayah bisa saja"


Rian juga terlihat sangat tampan sekali dengan jas hitamnya dia terlihat sangat bersinar dan sangat mempesona.


"Mas aku sudah siap" ucap Dini.


Rian yang terpesona dengan kecantikan Dini. seketika terdiam tanpa kata hanya bisa memandang wajah cantik nan indah yang ada didepannya.


"Mas kenapa terdiam begitu"


"Bagaimana aku tidak terdiam, aku melihat seorang bidadari yang cantik yang ada di depanku sekarang ini"


"Ah mas jangan memujiku begitu, nanti aku bisa terbang loh"


"Tak apa kalau dirimu akan terbang karna bidadari yang ada di luar sana kalah cantik dengan bidadariku yang ada di depanku sekarang ini"


"Ehem..... ehem" ucap ayah

__ADS_1


"Sudah cepat pergi sana kalian berdua, ayah yang mendengar pembicaraan kalian serasa ingin kembali muda"


"Nanti dulu ayah" ucap Rian.


"Aku ingin bertemu anakku dulu. aku sudah beli banyak mainan untuk fahri"


"Ah mas jangan beli mainan banyak-banyak"


"Tak apa Din"


Rian memberikan mainan itu pada fahri dan mereka berdua akhirnya pamit untuk pergi berdua.


"Aku berangkat ya yah"


"Ia Din, ingat ucapan ayah, jangan pernah sia-siakan laki-laki yang sudah sayang padamu dan pada anakmu dan selalu berbahagialah nak"


Saat Dini akan masuk mobil, tiba-tiba dengan sangat romantisnya Rian membukakan pintu mobilnya.


"Ayo masuk kesayanganku"


"Udah ah mas biasa aja aku. tak suka kalau berlebihan"


Tak lama Dini tiba disuatu cafe yang besar dia sangat bingung kenapa di cafe itu hanya ada mereka berdua saja.


"Mas kenapa sepi"


"Ia ini adalah hari kita berdua jadi hanya ada kita"


Dini melangkahkan kakinya tiba-tiba ia sangat terkejut melihat bunga yang berbentuk love berukuran besar dan disana bertuliskan.

__ADS_1


"Dini maukah kau jadi istriku"


dan terdengar lantunan lagu romantis.


"Mas apa ini"


"Ayo maju lagi"


Tiba-tiba lampu gelap dan Dini sangat bingung.


"Mas gelap"


"Jangan bingung bentar lagi juga terang"


Tak lama banyak lilin yang tersusun sangat rapi berbentuk love dan didalamnya ada sebuah cincin permata.


"Apa itu mas" terlihat bulir-bulir air mata yang jatuh di pipinya.


Rian mengusap air mata Dini dan mengusap air mata yang jatuh di pipi Dini.


"Jangan pernah ada lagi air mata yang ada dipipimu, aku tak akan pernah membiarkan air mata jatuh di pipimu"


"Mas ini bukan air mata kesedihan namun ini adalah air mata kebahagiaanku"


Rian berlutut di kaki Dini dan membawa seuntai bunga mawar.


"Din. jadilah istriku aku berjanji akan selalu buat kamu bahagia selamanya"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2