Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 18


__ADS_3

"Ibu...... ibu!!!! " teriak Dini dengan keras kepada ibunya.


"Pelan-pelan sayang jangan berlari begitu kamu sedang hamil"


"Ia bu, ayah mana? "


"Didalam sayang kamu jalan hati-hati ya"


"Ia ibuku sayang emmuach"


"mana adik dan suamimu? "


"Itu didalam mobil bentar lagi juga turun"


Tak lama kemudian Dion turun bersama Nita, dan saat turun tak sengaja Nita tersandung dan dengan sigapnya Dion membantunya.


"Kamu tak apa-apa kan sayang"


"Ia sayang kamu jangan khawatir"


Mereka tak sadar bahwa ibunya ada disana.


"Ibu disini" teriak Nita.


"Ia dari tadi ibu disini, apa yang kalian lakukan berdua"


"Tidak apa-apa bu tadi Nita akan jatuh dan aku membantunya"


"Tapi tadi ibu mendengar kamu bilang sayang"


"Ah ibu mungkin ibu salah dengar saja"


,"Tapi benar tadi ibu dengar begitu"


"Sudahlah bu, ibu salah saja"


Tapi di dalam hati ibu ratih merasa ada yang berbeda dan aneh dengan menantunya dan adik iparnya.


"Apa ini hanya perasaanku saja, mungkin ini hanya perasaanku tak mungkin semua ini terjadi"

__ADS_1


Mbok Darsih juga turun dari mobil dengan membawa barang-barang.


"sore bu, saya mbok darsih pembantu dirumah pak Dion"


"Oh ia mari masuk, saya akan tunjukkan kamar buat kamu"


Saat bu ratih mengantarkan ke kamar dia masih merasa bingung sekali.


"Mbok dirumah sana tidak terjadi apa-apa kan dengan kedua anakku"


"Maaf saya hanya pembantu jadi tidak berhak berkata apa-apa, sekali lagi maafkan saya ya bu"


"Ia tak apa-apa"


Bu ratih melihat Dini yang bahagia berbincang-bincang bersama ayahnya, sedangkan Nita duduk bersama bersama Dion.


"Ayah segarkan? "


"Ia dong ayah sehat, Nita mendekatlah ayah akan ada yang dibicarakan"


Nita mendekati ayahnya dan duduk bersama bersama Dini dan ayahnya.


"Ada apa ayahku sayang"


"Ayah itu bilang apa. aku aja belum ada calon mana mungkin bisa menikah"


"Kata kakakmu ada lelaki yang suka sama kamu, apa tidak lebih baik diseriusin saja biar kamu ada yang jaga disana"


"Sudahlah ayah jangan mikir macam-macam aku gak mau bahas soal ini, aku kemari buat acara kakak bukan untuk bahas ini semua"


Dion yang duduk di depannya terlihat menahan amarahnya dan bu ratih yang melihat gerak gerik Dion curiga ada yang tidak beres dengan mereka berdua.


"Ya sudah kalian istirahat dulu pasti lelah apalagi besok acaranya akan di mulai"


Mereka semua pergi ke kamar mereka semua.


Ibu mengikuti ke kamar Nita.


"Kenapa ibu masuk kemari" ucap Nita kepada ibunya.

__ADS_1


"Apa tidak boleh seorang ibu masuk ke kamar anaknya, apa kamu tidak rindu sama ibu"


"Ya pasti aku rindu bu, aku ganti baju dulu ya bu"


"Ia nak"


ibu mencari petunjuk sebenarnya apa yang telah terjadi dengan Nita dan dion, namun setelah mencari beberapa waktu ibu belum bisa menemukan bukti bahwa mereka ada sesuatu.


"Ibu lagi cari apa"


"Aku cari foto kalian berdua waktu masih kecil nih akhirnya ketemu juga, sini nak duduk di pangkuan ibu ada hal yang akan ibu katakan"


"Ia bu"


Akhirnya Nita tidur di pangkuan ibunya.


"Nak kamu ingat tidak foto ini"


"Ya tentu saja aku ingat, ini adalah foto saat aku bersama kakak berdua bermain bersama, berbagi boneka bersama juga"


"Ia nak, lihatlah senyum kalian berdua, dulu kalian tidak pernah saling menyakiti dan saling mengalah ibu sangat bahagia liat kebersamaan kalian"


"Ia bu bukankah sekarang kami juga bahagia dengan kehidupan kami sekarang"


"Tapi naluri seorang ibu itu tidak bisa kamu bohong nak, ibu merasa kamu dan Dion ada perasaan lain selain adik ipar dengan kakak ipar"


"Ah itu hanya perasaan ibu saja nyatanya tidak ada apa-apa di antara kami"


"Sumpah demi ibu nak, apakah perasaan ibu ini benar atau salah". sambil ibu meletakkan tangan Nita diatas kepala ibunya.


"Kenapa ibu lakukan ini, aku tak mau sumpah begini"


"Kalau kamu tak mau berarti dugaan ibu benar ya nak"


"Emmmmm aku tak mau jawab"


"Entah dugaan ibu ini benar ataukah salah tapi ingatlah nak dia kakak kandungmu jangan sakiti dia, dia lagi hamil banyak laki-laki di luar sana tapi jangan rebut suami kakakmu, kamu ngerti nak"


"bu dulu kami berbagi buku, boneka dan makanan juga kalau sekarang kami berbagi suami emang ada yang salah"

__ADS_1


"Apa nak!!!!!!! "


bersambung


__ADS_2