Ranjang Bergoyang Adikku

Ranjang Bergoyang Adikku
bab 17


__ADS_3

Hari ini Dini sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah karna kondisinya sudah membaik, sedangkan di rumah Dion sedang menyeleksi pembantu yang akan kerja di rumah mereka.


"siapa namamu"


"namaku Darsih tuan"


"Apa kamu punya pengalaman sebagai pembantu"


"Ia tuan saya pernah bekerja selama 2 tahun sebagai pembantu"


Tiba-tiba Nita datang dengan memakai dress yang sangat pendek sekali mendekati Dion dan duduk di pangkuan Dion dengan sangat mesra.


"Sayang itu siapa" ucap Nita.


"Oh ini calon pembantu disini sayang"


"Emmm begitu"


"Kamu jangan di pangkuanku dulu sayang malu tuh sama mbok darsih"


"Emmmm ia sayang, maaf ya mbok"


"Tidak apa-apa non. Non sangat cantik sekali"


"Ah mbok bisa aja ngerayu saya"


"Ia beneran kok non cantik, tuan pintar sekali cari istri"


Nita hanya tersenyum malu, sedangkan Dion menggenggam tangan Nita dan berkata pada mbok darsih. "Ia cocokkan kami ini"


"Ia tuan cocok sekali"


"Benarkan sayangku aku tidak salah pilih jadikan kamu belahan jiwaku"


"Ia mas"


"Oke mbok saya terima tapi dengan syarat"

__ADS_1


"Syarat apa tuan"


"Begini mbok sebenarnya kami ini bukanlah suami istri"


"Apa tuan terus istri tuan dimana"


"Dia lagi sakit dirumah sakit, dan ini namanya Nita kami berpacaran, kalau mbok mau kerja disini mbok harus jaga rahasia ini dan jangan pernah beritahukan pada nyonya, bagaimana mbok setuju tidak dengan semua syaratnya"


Karena mbok darmi lagi butuh sekali dengan kerjaan ini jadi ia menyanggupi semua syarat yang diberikan oleh tuannya.


"Ia tuan saya setuju dengan semua syaratnya"


"Jangan sampai mbok kasih tau ke kakakku ya kalau aku pacaran ma suaminya, awas kalau mbok kasih tau," ucap Nita.


"Baik non saya janji tak akan beritahu siapapun"


"Baiklah. kalau begitu mbok kami terima dan bisa bekerja mulai hari ini"


"Terimakasih tuan"


Namun dalam hati mbok darmi masih saja heran kenapa adik kandung bisa selingkuh dengan kakaknya sendiri.


"Ya non"


"Ingat ya mbok, apapun yang terjadi disini aku ma Dion jangan pernah bilang sama kakakku"


"Ia non, tapi boleh tidak aku bertanya"


"Tanya apa"


"Kenapa non tega bohongi kakak non"


"Aku bilang apa tak usah tanya ataupun banyak bicara aku harap kamu tau"


"Ia non"


Merekapun menjemput Dini dan dirumah sakit Dini sudah sangat bahagia akan pulang dan sebentar lagi dia juga akan bertemu dengan ibunya.

__ADS_1


"Ayo sayang kita pulang"


"Ia sayang"


Merekapun pergi kerumah dan sesampainya dirumah Dion memperkenalkan mbok Darsih pada Dini.


"Sayang mulai sekarang mbok darmi akan membantu kamu sayang mengerjakan tugas rumah jadi kamu tidak akan lelah lagian besok kita akan ke rumah ibumu kan, aku sudah mengambil cuti juga bersama Nita jadi kamu tidak akan kelelahan"


Dini dengan sangat bahagia memeluk suaminya, dia sangat senang karena suaminya sangat perhatian sekali dengannya.


"Sayang terimakasih kasih sekali ya kamu perhatian sama aku"


Mbok darsih sebenarnya sangat jijik sekali melihat tingkah mereka berdua dan kasian sekali melihat Dini namun dia tak bisa berbuat apa-apa.


"Istirahat sayang besok kita akan ke rumah ibumu"


"Ia sayang"


Di dalam kamar Dini sangat rindu sekali dengan suaminya, jadi ia mencoba bermanja-manja dengan suaminya.


"Sayang" panggillan manja Dini ke suaminya sambil menunjukkan belahannya.


"Apa yang kau lakukan ini" ucap Dion.


"Aku mau minta hakku sebagai istri"


"Apa!!!! kamu kan lagi hamil apa bisa kita melakukan hal ini, nanti bayi kita kenapa-kenapa"


"Ada apa mas, biasanya mas suka apabila kita melakukannya tapi sekarang mas seolah menghindari"


"Itu hanya perasaanmu saja, bukan aku tak mau tapi kamu lagi hamil"


"Aku sudah tanya ke dokter dan boleh sayang, yang penting pelan-pelan dan jangan dikeluarkan di dalam"


"Ah malas aku, sudahlah tidur sana"


Dion meninggalkan kamarnya dan Dini merasa sangat sedih sekali.

__ADS_1


"Dulu aku adalah segalanya untukmu, dulu aku adalah ratu bagimu namun sekarang aku tak berarti untukmu, jangankan menyentuhku, menatapku kau seolah tak mau" ucap Dini dalam hatinya.


bersambung


__ADS_2